Hey, My Cold Husband!

Hey, My Cold Husband!
Dicintai?



Mika menatap seorang Wanita yang sekarang sedang bergeledotan dengan Raga. Wanita cantik yang berpakaian seksi itu tiba-tiba datang ke Mension saat Raga baru pulang dari kantor.


Wanita itu tampak sudah sangat mengenal Raga begitupun Raga yang sering sekali berbicara santai pada Wanita itu. Ada rasa yang tidak dimengerti Mika dihatinya, dia tidak tahu perasaan apa itu. Mengapa saat melihat Wanita itu memeluk-meluk suaminya ada rasa tidak suka.


Mika mengambil kripik pedas kesukaannya yang berada didalam mangkuk kaca lalu memasukkannya ke mulutnya. Dia terus memperhatikan kelakuan Wanita itu pada suaminya.


"Ga, Mension kamu gak berubah ya, kita kan sering main bersama dihalaman belakang.." ucap Karina, tidak mempedulikan Mika yang berada dihadapannya.


Raga melirik Mika yang tampak biasa saja melihat Karina memeluk-meluk dirinya. Apa Gadis itu tidak cemburu padanya?


"Kapan? Aku rasa kita tidak pernah bermain bersama." ketus Raga.


Karina berdecak. "Masa kamu lupa sih, dulu kamu itu tergila-gila pada ku, loh!"


Jadi dia yang dicintai Gaga? Pantas saja, dia cocok sekali dengan Gaga..


"Emangnya anda pernah menjalin hubungan dengan Gaga?" tanya Mika, menimbrung.


"Gaga?" bingung Karina. Gaga adalah nama panggilan sayang Raga yang hanya diperbolehkan untuk orang-orang dicintanya. Karina sendiri saja tidak pernah dibolehkan memanggil nama itu.


Mika mengangguk. "Iya, Gaga emangnya siapa lagi?"


Karina menatap Raga yang tampak biasa saja, mata Raga tertuju pada Mika, Gadis yang duduk di sofa hadapannya.


"Kamu ini siapanya Raga sih?" tanya Karina pada Mika.


"Siapa ya?" Mika menunjukkan wajah konyolnya pada Karina. "Hanya pelayan saja." jawab Mika.


"Pelayan? Sedekat apa sih kamu sama Raga sampai bisa duduk disofa itu?" tanya Karina lagi, nafasnya mulai memburu karna menyadari kalau Gadis itu spesial bagi Raga.


"Semua pelayan disini juga boleh duduk disofa kok, Gaga kan tidak jahat orangnya, hanya saja sedikit,"


"Ga, dia ini siapa sih? Kamu selingkuh dari aku ya?" tanya Karina pada Raga.


Raga menanggapinya dengan hanya mengangkat kedua bahunya.


"Mbak, saya bertanya apa kalian punya hubungan spesial?" tanya Mika sekali lagi.


"Kami punya hubungan, hubungan yang cukup dekat bahkan sangat dekat." jawab Karina, meninggikan diri.


"Bohong!" timbal Raga membuat Karina menatapnya kesal.


"Sangat dekat dalam hubungan seperti apa?" tanya Mika lagi.


"Aku teman masa SMA nya," ucap Karina pelan, dia melirik Raga.


"Berarti tidak dekat dong! Wah, anda pembohong ya, Mbak." kata Mika membuat Raga tersenyum miring.


Karina yang mendengar itu menatap kesal Mika. "Emangnya kamu sedekat apa dengan Raga?" tanya Karina, mengintimidasi balik Mika.


"Kami musuh didunia ini, saya orang baik dan Gaga orang jahat." jawab Mika tidak berdosa.


"Hais, siapa yang kau sebut orang jahat, hah!" Raga menendang kaki Mika dan Mika hanya menyengir tidak berdosa pada Raga.


"Maksudnya?" ambigu Karina.


"Kami sangat dekat, Mbak. Bahkan lebih dekat dari anda dekat dengan Gaga." jawab Mika.


"Tanya aja sama Gaga,"


Karina menatap Raga yang mulai menganggukan kepalanya pelan sambil menyeringai lalu tatapan Karina beralih lagi pada Mika. Sekarang tatapan yang diberikan Mika, tatapan tidak suka dan seakan marah pada Mika.


"Kenapa kamu bisa dekat dengan Raga kalo kamu bukan type idealnya?" nada bicara Karina mulai meninggi.


"Cih, bahkan kamu juga bukan type ideal ku," ketus Raga pada Karina


"Emang sih, saya bukan type idealnya, sebaliknya Gaga bukan type ideal saya, Mbak."


"Raga bukan type idealmu? Lalu bagaimana type idealmu?"


"Seperti... Ada deh, seseorang, hehe.."


"Kamu benar-benar wanita aneh, baru kali ini aku mendengar kalo ada wanita yang tidak memasukan Raga dalam type idealnya." Karina kagum sekaligus senang karna Raga bukan type ideal Mika.


"Tidak tahu, saya emang tidak suka Gaga. Bahkan ya Mbak, saya sangat tidak suka Gaga." Mika melirik Raga yang menunjukkan wajah galak padanya.


"Baguslah, berarti kamu bukan masalah bagiku." Karina tersenyum senang, dia membelakangi rambut panjangnya.


"Dan kamu masalah bagiku!" ketus Raga.


Karina berdecak sebal. "Kenapa? Apa yang salah dariku?" Karina menatap Mika lagi. "Apa yang salah dariku?" tanyanya pada Mika.


Mika menggeleng. "Tidak ada yang salah dari Anda, anda perfek Mbak!" seru Mika.


Karina tersenyum senang. "Dengar, tidak ada yang salah dariku, Ga."


"Aku tidak peduli!" Raga bangkit dari duduknya. "Hei pelayan, ikut aku," perintah Raga.


"Raga terus aku gimana?" Karina mencemberutkan bibirnya.


"Pulang sana! Aku malas melihat wajahmu!" cibir Raga lalu berjalan pergi duluan.


Mika menatap Karina sebentar sebelum mengikuti Raga. "Yang sabar Mbak!" Mika memberi semangat pada Karina lalu berlari menuju Raga yang berjalan ke tangga.


Karina menatapi Mika dan Raga yang menaiki tangga. Sepertinya dia harus lebih berjuang lagi untuk mendapatkan hati seorang Raga Galendra Mahardika.


-----------------------


kasih tau saya tentang:


-Mika


-Raga


-Karina


-Dion


-Tasya


silahkan komen......