Hey, My Cold Husband!

Hey, My Cold Husband!
Persiapan



"Ahhh, kenapa harus dimandikan seperti ini sih?!" gerutu Mika ketika Mbak Vera dan Tasya sibuk memandikannya.


Tasya berdecak sebal. Dia menyiram air busa yang berada di bak mandi dimana Mika duduk didalamnya. "Kamu harus cantik dan wangi malam ini, Mika. Itu yang diperintahkan Sekretaris Dion!" kesal Tasya.


"Iya, kamu harus wangi, nanti kan tuan muda menciumnya." timbal Mbak Vera.


Mika menangis tanpa air mata. Dia sedari tadi dia tidak diberitahu maksud dari malam ini itu apa. Mbak Vera dan Tasya malah tidak menjawabnya malah mereka berdua menggoda Mika membuat Mika benar-benar bingung.


Tasya mencubit pipi Mika. "Jangan menunjukan wajah itu pada tuan muda nantinya, ok?" kata Tasya, menggoda Mika.


Mika memukul tangan Tasya, dia menatap kesal Tasya. "Maksudnya apa sih! Kenapa kalian berdua tidak menjawab pertanyaanku? Ah, kalian berdua jahat sama Mika, hiks,"


"Kalo kami jawab nanti kamu akan mala-malu dan gerogi, betulkan Sya?" kata Mbak Vera dan Tasya menganggukinya.


"Betul karna kita berdua tahu gimana sifat kamu, Mika, mungkin nantinya kamu kabur dari sini setelah kami jawab." ucap Tasya.


"Apa Gaga mau memakanku?" tanya Mika dengan wajah ketakutan.


"Mungkin," jawab Tasya dan Mbak Vera berbarengan.


"Ahhh kalian jahat!" rengek Mika, dia keluar begitu saja dari bak mandi. Tidak peduli Mbak Vera dan Tasya melihat tubuh telanjangnya.


"Dimana bajuku?" tanya Mika.


Tasya menunjuk baju yang ia letakan disebelah wastafel dan Mika langsung mencari baju tersebut setelah menemukannya Mika langsung memakai baju itu.


"Mika, Mika, Mika, nanti saat tuan muda melakukannya kamu harus ingat tidak boleh mengeluarkan suara yang membuatnya ilfil." ujar Mbak Vera membuat Mika berhenti memasang pakaiannya.


Mika menatap Mbak Vera dan Tasya cekikan disana. Sepertinya kepalanya akan meledak saking tidak mengerti nya ucapan-ucapan orang-orang hari ini.


Mika menceberutkan bibirnya, dia memasang pakaiannya dengan cepat. Dia ingin menyiram Mbak Vera dan Tasya.


Setelah pakaiannya sudah melekat ditubuhnya, Mika berlari menghampiri Mbak Vera dan Tasya dan dia menjorokkan Mbak Vera dan Tasya sampai menyebur dibak mandi.


Melihat Mbak Vera dan Tasya basah, Mika tertawa terbahak-bahak. "Rasain, abisnya kalian berdua tidak jelas."


"Mika!!" teriak Tasya kesal, sekarang baju seragam pelayannya basah kuyup karna ulah Mika.


Sama halnya dengan Tasya yang kesal dengan Mika, Mbak Vera juga kesal. "Awas aja kamu ya, kalo nanti kamu sudah selesai melakukannya kamu kena!" ancam Mbak Vera.


Mbak Vera dan Tasya mendengus kesal. Kalau saja malam ini tidak spesial, mereka berdua akan membalas perlakuan Mika.


"Mbak, Tasya, aku udah selesai kan?" tanya Mika, dia ingin segera keluar dari kamar mandi.


Mbak Vera bangun dari bak mandi. "Belum! Kamu belum didandani." jawab Mbak Vera.


Mika berdecak sebal. "Apa harus ya?"


"Ya iyalah Mika, kamu kan akan melakukannya,"


Lagi. Perkataan-perkataan kedua temannya membuat Mika bingung sekaligus kesal. Kenapa tidak langsung memberitahunya saja sih apa sebenarnya maksud dari kata-kata mereka.


"Kalian seperti bukan temanku, kalian jahat," ucap Mika dramatis.


"Kamu pikir kita peduli?" Mika menceberutkan bibirnya.


"Jangan cemberut seperti itu!" kesal Mbak Vera.


"Bisa gak aku gak berdandan aja?" tanya Mika dan Mbak Vera dan Tasya menggelengkan kepala, kompak.


Mika merengek. Dia ingin keluar dari kamar mandi dan ingin tahu apa yang sebenarnya akan Raga lakukan padanya.


Mbak Vera dan Tasya tertawa melihat Mika, dia tahu otak Mika cetek jadi Mika tidak akan bisa mengerti apa yang dimaksud perkataan mereka.


"Yaudah dandani aku, aku mau cepat-cepat mau keluar." pinta Mika.


"Apa kamu tidak sabar, Mika?" goda Tasya.


"Aku cuma mau tau apa yang mau dilakukan Gaga padaku," sahut Mika.


"Benarkah?" Mbak Vera ikut menggodanya.


"Ayo, cepat dandani aku, aku sangat penasaran!" rengek Mika.


"Iya-iya, kita akan dandani."