Hey, My Cold Husband!

Hey, My Cold Husband!
Dia Wanitaku



Sepertinya mobil Raga, Gemma terduduk di bangku panjang didepan warung Pak Rusdi. Dia menghebus nafas gusar. Apa yang dia lakukan dengan Sekar sangat kejam? Sekali lagi Gemma menghebus nafasnya gusar.


Gemma menyadari memang dia sangat kecewa, sedih dan marah saat mengetahui Sekar bekerja di karaoke malam. Tapi dia sangat merasa bersalah sekarang, dia pikir dia terlalu menyakiti Sekar.


Gemma menatap sekeliling jalanan dan tidak sengaja dia melihat seorang Wanita berpakaian seksi berjalan bersempoyongan bersama seorang Pria paruh baya yang memeluk pinggangnya.


Mata Gemma membulat seketika. Gemma langsung berdiri dari duduknya, dia menatap tidak percaya Wanita itu.


Dadanya sesak melihat itu, amarahnya memuncak seketika. Dengan cepat dia menghampiri Wanita dan Pria paruh baya itu dan langsung mendaratkan tinjuan di wajah Pria paruh baya itu membuat Pria itu terjatuh tersungkur.


"Apa-apaan ini?" marah Pria paruh baya itu, tidak terima yang dia dapat dari Gemma, orang asing baginya.


Rahang Gemma mengeras, dia menatap Wanita itu yang sekarang menatapnya dengan tatapan sayu. Dia membuka jas yang ia kenakan lalu memakaikannya pada Wanita itu.


"Anda ini siapa sebenarnya? Kenapa anda ingin membawa Wanita saya?" tanya Pria paruh baya itu setelah berdiri.


Gemma menatap tajam Pria itu. "Dia wanita ku!" jawab Gemma, dingin.


"Apa anda bergurau? Saya sudah membelinya."


"Membelinya? Baiklah, saya akan mengembalikan uangmu." Gemma mengambil cek didalam kantong celananya yang sudah ada nominalnya disana lalu memberikannya pada Pria itu dengan melemparkan cek itu tepat diwajah Pria itu.


Pria itu mengambil cek itu yang terjatuh dijalanan, dia melihat nominal didalam cek itu seketika dia melotot tidak percaya. Uang yang dikembalikan padanya berjumlah 5x lipat.


Gemma membawa Wanita itu segera, dia menggendong wanita itu ala brydal style. Dia berjalan menjauh dari Pria itu.


Pria itu menatap kepergiaan, dia ingin memberhentikan langkah Gemma dan memberi tahu kalau dia sudah memasukkan obat perangsang diminumkan yang diminum Wanita itu tadi namun Gemma sudah lebih dahulu masuk kedalam mobilnya.


Didalam mobil, Gemma melirik Wanita itu yang bergerak-gerak dikursi disebelahnya. Gemma tidak mengerti mengapa Wanita itu tampak tersiksa?


Tangan Gemma terangkat keatas puncuk kepala Wanita itu, menenangkannya namun salah Wanita itu makin menjadi bahkan dia sudah membuka bajunya sampai terlihatlah bra yang ia kenakan.


"Sekar, kamu kenapa?" tanya Gemma khawatir.


"Tolong aku, tubuhku sangat panas.." lirih Sekar, wanita itu.


Gemma benar-benar tidak mengerti mengapa Sekar kepanasan padahal dia sudah mengalahkan AC mobilnya.


"Gemma, tolong aku, disini sangat panas.. Ahhh,"


"Aku sudah mengalahkan AC, Sekar," jawab Gemma lembut.


"Tapi aku merasa panas," Sekar membuka jas Gemma yang menutupi tubuh depannya.


"Sekar!" bentak Gemma melihat perlakuan Sekar yang mulai meraba-raba sesuatu di dirinya.


"Disini sangat nyeri, Gemma, hiks, tolong aku," Sekar menunjuk-nunjuk sesuatu.


"Sebentar lagi kita sampai diapartemenku, berhentilah melakukan itu, Sekar!"


"Ahh," desahan yang lolos keluar dari mulut Sekar.


"Berhenti Sekar! Kita akan sampai sebentar lagi," Gemma berusaha menenangkan Sekar namun Sekar makin menjadi.


"Aku sudah tidak tahan Gemma, tolong aku!" Sekar frustasi.


Sekar mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Gemma, dengan beraninya dia menciumi bibir Gemma yang sedang mengemudi itu.


Gemma melepaskan ciuman itu, dia tidak ingin terlepas kendali namun Sekar menciumnya lagi dengan panas bahkan tangan mungil Sekar sudah memegang sesuatu dibawah sana.