Hey, My Cold Husband!

Hey, My Cold Husband!
Sentuh aku



Gemma membawa Sekar ke apartemennya dengan menggendong Sekar dia berjalan di lorong menuju kamar apartemennya.


Gemma benar-benar sudah tidak tahan dengan perlakuan Sekar padanya, Sekar terus menciumi lehernya dan tangan Sekar itu menyentuh s*nsual dada bidangnya. Untung saja di lorong tidak ada siapa pun jadi tidak ada yang melihatnya.


Sampai didepan kamar apartemennya, Gemma mengambil kartu akses untuk masuk kedalam apartemennya. Walaupun dia kesulitan mengambilnya disaku belakang celanannya, Gemma tetap berusaha.


Setelah sudah mengambil kartu akses, Gemma menempelkan kartu itu dan terbukalah pintu apartemennya.


Gemma membawa Sekar masuk kedalam kamar apartemennya dan dia langsung melempar tubuh Sekar diatas ranjang. Dia melihat Sekar benar-benar sangat berantakan, pakaian yang ia pakai sudah terbuka sempurna.


Pria mana yang tidak akan tergoda dengan keadaan itu? Tentu saja Gemma sudah tergoda dengan Sekar apalagi itu adalah Wanita yang dicintainya.


"Gemma, sentuh aku, ku mohon.." lirih Sekar.


"Kamu yang meminta." Gemma membuka kemeja yang ia kenakan.


Sekar hanya menunggu Gemma, dia menatap gerakan Gemma yang membuka pakaiannya, sungguh tubuhnya terasa sangat panas dan sakit. Dia butuh sentuhan.


Saat Gemma sudah membuka pakaiannya dan terlihatlah dada bidangnya, Gemma menindih tubuh Sekar.


--------------------


Paginya, Sekar terbangun dari tidurnya, dia menatap sekeliling apartemen. Dia merasa asing dengan tempat ini.


Sekar mengetuk-ngetuk dahinya, mengingat kejadian semalam. Dia ingat, dia bertemu dengan Gemma dijalanan dan dia...


Sekar melihat tubuhnya yang berada dibawah selimut, seketika dia melotot, siapa yang melakukan ini padanya? Dia ingat sekali tadi malam dia memakai baju terbuka berwarna merah tapi kenapa sekarang dia sudah menganti baju tertutup seperti ini?


Sekar menangis seketika. Apa dia sudah melepaskan keperawanannya yang sudah ia jaga selama ini? Sekar menaikkan selimut itu menutupi tubuhnya.


"Sekar, kenapa kamu menangis?" tegur Gemma yang tidak tahu dari kapan sudah berdiri disebelah ranjang.


Sekar menatap Gemma. Dia bangun dan terduduk, dia menatap benci Gemma. "Apa yang kamu lakukan padaku, Gemma?" tangis Sekar semakin kencang.


Gemma terduduk ditepi ranjang, dia mengusap air mata Sekar. "Aku tidak melakukan apapun, Sekar," ucap Gemma lembut.


"Aku membawamu kesini,"


"Jadi Kamu mengambilnya Gemma, aku sudah menjaganya seumur hidupku, dan kamu mengambilnya, hiks, aku membencimu!" Sekar memukul-mukul dada bidang Gemma.


Gemma menahan tangan Sekar yang terus memukul dadanya, dia menatap Sekar dalam.


"Dengar, aku membawamu kemari karna tadi malam aku melihatmu bersama Pria asing. Aku tidak membiarkan Pria itu melakukannya padamu, aku tidak rela," Gemma menatap mata Sekar yang dipenuhi air mata itu dalam.


Entah hipnotis apa yang diberikan Gemma, Sekar langsung percaya. Sekar sangat tahu Gemma, Gemma tidak akan berbohong padanya.


"Tapi tadi malam.."


"Ya, kamu diberi obat perangsang oleh Pria itu dan kamu terus merasa gelisah memintaku menyentuhmu."


Pipi Sekar seketika memerah.


"Dan kamu melakukannya?" tanya Sekar.


Gemma menggeleng. "Tentu aja tidak, aku menenangkanmu yang terus merengek minta disentuh dengan membawamu ke kamar mandi dan menyirammu dengan air dingin." jawab Gemma.


"Dan kamu menganti bajuku?" tanya Sekar hati-hati.


"Bukan, aku menyuruh pelayan di apartemen ini menggantikanmu baju."


Sekar menghebus nafas lega. Dia bersyukur tidak terjadi apa-apa padanya.


Tiba-tiba Gemma memegang tangan Sekar membuat Sekar terkejut. "Sekar," panggilnya.


"I--iya?"


"Aku mencintaimu," lirih Gemma, menatap Sekar dengan penuh cinta.