Hey, My Cold Husband!

Hey, My Cold Husband!
Menonton film 2



Raga mematikan televisi kala film yang ia putar sudah selesai lalu Raga menoleh kearah Mika, Gadis itu terlelap dipundaknya.


Tangan Raga menyingkirkan rambut pendek Mika yang menutupi wajahnya. Senyum tipis tercetak dibibirnya melihat Mika tertidur seperti anak kecil. Lihatlah sekarang Gadis itu tertidur dengan mulut terbuka. Benar-benar menggemaskan!


Dia ingat saat Mika terus memejamkan matanya saat film itu berlangsung. Katanya dia malas menonton film yang bahasanya tidak ia mengerti jadi Gadis itu memutuskan untuk tertidur dipundak Raga.


Saat Mika tiba-tiba menyender dipundaknya Raga sedikit terkejut namun dia tidak bisa menyembunyikan debaran jantungnya saat Mika bersender dipundaknya.


Raga terus memperhatikan wajah Mika yang tertidur itu. Mengapa dia sangat menggemaskan saat tertidur seperti ini?


Mika tiba-tiba terbangun, dia membuka matanya perlahan, mengerjab-ngerjabkan kedua kelopak matanya sampai penglihatannya jelas. Dia menjauhkan kepalanya dari senderan Raga sambil menguap lebar-lebar seperti tidak tahu cara feminim didepan suaminya.


Mata Mika langsung menatap Raga yang memasang wajah datarnya pada Mika. Dia mengangkat tangannya. "Hallo, Ga." sapanya.


"Akhirnya bangun juga kamu! Lihat bajuku basah, penuh dengan air liur mu!" kata Raga memberitahu bajunya yang basah karna air liur Mika saat tertidur.


Mika melihat baju Raga dekat lalu dia menatap Raga lagi, menampilkan cengiran pada Raga. "I'am sorry," katanya. "But I'm not sorry," lanjutnya membuat Raga menatapnya tajam.


"Apa kamu sengaja membuat bajuku basah seperti ini, hah?!" bentak Raga.


"Tidak sih, saya kan tertidur jadi saya tidak sadar,"


Cetak!


"Awsss!" ringis Mika kala Raga menyentil dahinya kencang.


"Dasar kamu ini!"


"Aghh Anda ini!" Mika meniru cara bicara Raga.


Demi apapun Raga ingin tertawa sekarang melihat wajah lucu Mika ketika meniru cara bicaranya.


"Apa film jorok itu sudah selesai?" tanya Mika.


"Apa maksudmu film jorok?" jawab Raga dengan pertanyaan juga.


Mika berdecak. "Film tadi yang ada adegan dewasanya itu, loh!" seru Mika.


Raga tersenyum smirk. "Apa kamu mengingat-ingat adegan itu didalam otak mu? Mesum sekali kamu ya!" Raga mendorong dahi Mika.


"Saya sudah membuang jauh-jauh adegan itu dari otak saya, Ga,"


"Benarkah?"


Mika mengangguk. "Emm, saya sudah membuangnya di tong sampah yang ada di otak saya,"


"Cih, otak udang!"


"Ayo kita tidur, Ga, saya sudah mengantuk," ajak Mika dibarengi dengan menguap.


"Iya, kita emangnya disini ada orang lagi selain kita berdua?"


"Ahh iya, kita,"


Mika berdiri, dia menarik tangan Raga agar Raga berdiri. "Ayo tidur, Ga," ajaknya seperti anak kecil yang ingin tertidur dengan ayahnya.


Raga ikut berdiri, dia sekarang terlihat bukan seperti Raga yang datar dan dingin. Raga sekarang seperti kucing penurut. Dia mengikuti Mika berjalan ke king size.


Raga mendudukkan bokongnya ditepi king size. Dia menatap Mika yang mulai menidurkan tubuhnya di kasur tipis. Ada perasaan tidak tega saat Mika setiap hari tidur disana. Ia yakin Mika merasa pegal-pegal pada tubuhnya.


Mika mengangkat kedua alisnya melihat Raga yang menatapnya. "Ada apa, Ga?" tanya Mika mulai menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


"Tidak apa-apa, aku hanya melihat bayangan disebelah kasur tipismu," kata Raga mencoba menakut-nakuti Mika.


Mika langsung melihat sisi sebelah kasur tipisnya. "Tidak ada, jangan berbohong ya, Ga, saya ini tidak pernah takut dengan begituan."


"Yasudah kalo tidak percaya, tidurlah bersama orang disebelahmu!" Raga merebahkan tubuhnya diking size.


Mika merasa ketakutan ketika  Raga mengatakan itu, dia langsung berdiri, melompat ke king size disebelah Raga.


Raga yang melihat Mika ketakutan seperti itu menyebunyikan senyuman lebarnya. "Kenapa kamu naik ke king size ku?" tanya Raga seolah-olah marah dengan apa yang dilakukan Mika.


"Ga, malam ini saya tidur bersama Anda ya, saya takut," ucapnya menampilkan wajah lucu, bagi Raga.


Raga mendengus. "Baiklah, malam ini kamu boleh tidur disamping ku, tapi ingat jangan cari kesempatan padaku!"


"Tidak akan!"


"Tidurlah," titah Raga dan Mika langsung merebahkan tubuhnya disebelah Raga.


Lampu kamar sudah dimatikan namun Mika masih ketakutan, dia takut kalau makhluk yang dibilang Raga tadi berpidah tempat disebelah king size dimana ia tertidur.


Mika menatap Raga yang mulai memejamkan matanya. Dengan pelan Mika menyentuh kulit tangan Raga, agar Raga membuka matanya lagi.


Raga membuka matanya yang tadinya terpejam. Dia menatap tajam Mika. "Apa lagi?" kesalnya.


"Saya takut," cicit Mika.


"Lalu aku harus melakukan apa? Apa aku harus menjagamu saat kamu tertidur, begitu?"


Mika menggeleng. "Bukan itu,"


"Lalu?"


"Boleh saya memeluk Anda?" Mika bertanya dengan lancarnya padahal dia sangat malu sekarang.