
Mika masuk kedalam kamar dengan rasa penasaran yang sangat besar. Apa yang akan dilakukan Raga padanya ya?
Mika menatap Raga yang duduk menyender diking size, matanya menatapnya tajam. Mika menutup kembali pintu kamarnya lalu dia berjalan mendekati Raga dengan m**emas jari-jarinya.
Raga memandangi penampilan Mika dari atas sampai bawah. Pakaian yang dipakai Mika adalah gaun yang terbilang seksi namun Mika yang memakai itu sangat-sangat seksi dimatanya. Bahkan tanpa sepengetahuan Mika, sesekali Raga menelan slivarnya. Mika benar-benar menggoda imannya malam ini.
"Kenapa kamu lama sekali!" bentak Raga ketika Mika menidurkan tubuhnya disebelah Raga.
Mika malu saat Raga menatap tubuhnya yang memakai pakaian seksi seperti ini. Dia tahu pasti Raga tidak akan tergoda dengan penampilannya.
Mika menarik selimut sampai ke lehernya. Dia malu karna tubuh kurusnya tidak pantas memakai pakaian seperti ini.
"Ga, saya mau bertanya, kenapa dari kemarinĀ anda mendiami saya?" tanya Mika, menatap Raga yang terduduk.
"Kamu mau tau jawabannya?" Mika mengangguk.
Bukannya menjawab Raga malah menatap Mika dengan tatapan yang sulit diartikan membuat perasaan Mika menjadi campur aduk.
"Baju ini tidak pantas ditubuh saya ya, Ga? Kalo gitu saya ganti baju lain aja deh."
Baru ingin bangun dari king size, Raga malah menindih tubuh Mika, dia mengunci pergerakan Mika. Mika dibuat melotot karnanya apalagi tiba-tiba Raga membuka bajunya sendiri dan membuang baju itu kesembarang arah didepan Mika membuat mata Mika membulat seketika.
Mika mencoba meronta tapi tenaga Raga lebih kuat darinya bahkan Raga mengunci pergelangan tangannya.
"Lepaskan saya, Ga," kata Mika.
"Jangan harap bisa lepas dariku!" ucap Raga terdengar menyeramkan.
Wajah Mika sudah merah, Semerah tomat. Mika tahu apa maksudnya melakukan itu sekarang! Apa dia akan melakukan malam pertamanya malam ini juga?
Raga mencium bibir Mika dengan panas dan ganas. Dia m***umat bibir Mika dengan panas. Gemas tidak ada balasan dari Mika, Raga mengigit bibir Mika agar Mika membuka mulutnya membuatnya lebih mudah mencium bibir Mika.
Tangan Raga sudah tidak bisa dikondisikan, dia meremas gundukan kembar milik Mika membuat Mika tidak sengaja mengigit bibir Raga namun itu tidak memberhentikan aksi Raga malah Raga makin liar menciumi bibir Mika.
Tak selang lama ciuman Raga turun ke leher jenjang Mika, dia memberi banyak tanda kepemilikan disana. Tangannya terus meremas gundukan milik Mika membuat Mika melengkuh.
Tangan Raga terus bergerak, dia bahkan merobek gaun seksi yang dipakai Mika dan terpampanglah gundukan Mika tanpa sehelai benang pun karna kalau Malam Mika tidak pernah memakai bra. Tangan Raga menyentuh langsung gundukan Mika.
Raga menjauhkan bibirnya dari leher Mika, dia menatap wajah Mika yang sudah semerah tomat. Entah kenapa itu membuatnya semakin...
Raga kembali menerkam Mika kali ini dia bermain dengan gundukan kembar Mika. Mika hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menjambak rambut Raga.
Setelah sudah puas membuat Mika teragsang, Raga membuka celana jeans pendeknya dan kemudian celana dlmnya.
Mata Mika melotot melihat sesuatu yang besar, panjang yang tegak yang berada di selakangan Raga sedetik itu Mika langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Apa itu akan masuk?" tanya Mika, dia takut dengan benda pusaka itu.
"Kenapa? Kamu takut dengannya?" Raga menyeringai menatap Mika yang ketakutan seperti itu. "Tidak perlu takut, dia udah jinak." Raga membuka tangan Mika yang menutup matanya.
Raga belum memasukkan burungnya ke sarang milik Mika melainkan menggesekkan-gesekkannya sebelum memasukkannya. Mika tidak dapat menahan lagi desahannya akhirnya desahan itu lolos dari mulut Mika membuat Raga semakin bergairah.
Merasa tidak sabar akhirnya Raga memasukan benda miliknya dengan perlahan kedalam sarang yang belum ia kunjungi sebelumnya.
"Sakit," ringis Mika kesakitan, disudut matanya terdapat air mata saking kesakitannya Mika mencakar punggung Raga dalam.
Raga menatap Mika tidak tega, dia memberi ketenangan pada Mika dengan memberi kecupan di kedua kelopak mata Mika yang terpejam lalu dia mencium bibir Mika dan meremas gundukannya lembut. Setelah Mika sudah terbiasa dengan kehadiran bendanya didalam sarang Mika, Raga perlahan menggoyangkan tubuhnya.
Malam ini, Mika sudah memberikan keperawanannya pada suaminya dan begitupula Raga yang melepaskan masa perjakanya dengan Mika.
Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Mika karna Raga terus menggoyangnya sampai beberapa kali dan mereka melakukannya sampai tiga jam kemudian.
------------------------
Pukul 12 malam. Pasangan suami istri itu sudah selesai melakukan kegiatannya.
Raga menatap Mika yang sudah tertidur pulas karna kelelahan. Senyum kebahagiaan tercetak di bibirnya. Malam ini dia sudah merengguk kesucian Mika dan malam ini Mika sudah menjadi miliknya seutuhnya.
Raga menarik selimut sampai ke leher Mika. Dia mengacak-acak rambutnya sendiri, dia sangat senang sampai-sampai dia tidak bisa tertidur sekarang. Apa ini yang dinamakan mabuk cinta?
Raga memeluk tubuh polos Mika dari belakang, Raga mencium bahu Mika lama. Apakah dia harus berterimakasih pada Mika karna sudah menjaga kesuciannya untuknya?
Raga mencium rambut pendek Mika lalu dia mencium bahu Mika berkali-kali. Setelah sudah puas menciumi Mika, Raga memeluk Mika erat dan menutup matanya.