
di bawah hujan lebat.
Jepang, mengalami sebuah malapetaka atau lebih tepatnya pembantaian.
kiyoki, menyeret semua orang yang menyebabkan kekacauan selama ini.
shiki, ayzo, Natsu, dan seluruh petinggi dari semua anggota penting yang berniat menghancurkan rullers of the world.
kiyoki,menyeret mereka semua ke satu tempat yang sama ke tengah kota Tokyo.
warga sekitar dan polisi tidak berkutik apa-apa, karena mereka melihat sebuah peristiwa yang mungkin tidak akan mereka lupakan seumur hidup.
tumpukan orang yang sangat tinggi dengan dipenuhi darah.
ya, itu adalah orang-orang yang memberontak terhadap kiyoki mereka semua dibuat sekarat dan di tumpuk dengan sangat tinggi.
karena hujan yang lebat, membuat darah orang-orang tersebut menjadi menyatu dengan air hujan dan membuat seluruh tempat ini seperti kolam darah.
petugas keamanan dan polisi yang melihat hal itu mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.
karena semua orang yang di buat sekarat oleh kiyoki adalah biang masalah dari tragedi radikalisme, penghancuran properti, penculikan, pembunuhan dan lain sebagainya.
polisi tidak bisa berbuat apa-apa karena pemimpin kelompok gangster tersebut adalah cucu dari emperor terdahulu atau orang-orang lebih tepatnya politisi paling berpengaruh saat ini.
tapi daripada mengatakan alasan mereka adalah karena terbantu, itu salah karena mereka dalam hati kecil mereka sangat ketakutan jika dia mengusiknya maka bukan hal baik yang akan terjadi.
tapi tak lama kemudian puluhan orang ber-jas hitam berlarian dan membentuk sebuah formasi penyambutan untuk orang yang berada di mobil tersebut.
semua orang lari ketakutan karena mungkin akan terjadi pertarungan dan mereka tidak mungkin akan selamat jika tetap berada disini.
tak lama kemudian, mobil itu berhenti dan seorang pria paruh baya keluar sambil memakai payung untuk mencegah bajunya basah terkena air hujan.
"kiyoki, apa janjimu yang kau ucapkan padaku hanya sebuah omong kosong belaka?"
orang itu adalah ayah shiki, dia tampak sangat marah kepada kiyoki karena telah melukai anaknya hingga sekarat.
"..."
"aku sungguh naif mengharapkan kejujuran dari bajingan seperti mu"
ayah shiki menaruh payung nya dan dengan cepat melakukan teknik kyokushin karate dan menghantam dagu kiyoki dan membuatnya terbalik dan terlempar jauh hingga ke arah tumpukan orang-orang sekarat tersebut.
"..."
seakan hanya menganggap itu sebagai gertakan, kiyoki menatap ayah shiki tanpa ekspresi dan membuat ayah shiki sangat kesal dan membuat melakukan teknik terlarang.
yaitu tinju kencang ke arah ulu hati dengan sekuat tenaga.
"!!"
kiyoki tidak terkena dampak besar dan hanya sedikit keatas dan setelah itu dia hanya menatap ayah kiyoki tanpa melakukan apapun.
"dasar sialan!"
ayah shiki yang marah besar langsung melakukan serangan ke arah titik vital seperti tengkuk, kepala, ulu hati, dengkul, dan tulang kering.
"berisik"
kiyoki melakukan pukulan telak ke arah dagu dan melakukan roll dan menyerang dagu kembali menggunakan siku dan menendang di bagian belakang kepala.
terkena serangan itu, ayah shiki langsung terkapar tidak bergerak.
melihat hal itu, bawahannya marah dan menyerang dengan membabi buta menggunakan senjata.
tapi tetap saja, mereka bahkan tidak bisa menggores kiyoki dan kalah begitu saja.
'semua, hanyalah omong kosong aku sudah tidak peduli lagi dengan emperor, aku akan menghancurkan nya daripada menjadi seperti nya'