
salah satu guru pelajaran matematika sedang mengajar dengan santai.
dia adalah guru yang cukup baik,dan dia tidak terlalu mempersalahkan kenakalan murid seperti guru lain.
pasti kalian bertanya kenapa aku malah bilang bahwa guru seperti itu baik?
tidak munafik.
sederhana bukan?
aku lebih menyukai orang yang tidak munafik seperti itu.
mereka bilang bahwa mereka orang baik,mereka mengatakan bahwa orang jahat harus di hapus.
tapi apa?
mereka menutup mata pada pembullyan yang aku alami.
hanya karena ilya dan futamatsu punya koneksi untuk memecat mereka.
memang itu lumrah karena mereka punya keluarga yang harus mereka beri makan.
tapi jika seperti itu,kau tidak usah bilang bahwa orang jahat itu jahat dan harus di hapus keberadaan dari dunia,padahal mereka sendiri termasuk golongan 'jahat' yang rela mengorbankan apapun demi keluarga nya.
tidak seperti pahlawan yang rela membuang apapun demi menyelamatkan semuanya.
aku bukan orang jahat atau orang baik.
aku akan mengikuti keadilan yang aku buat dan aku pegang sendiri.
itu lebih baik daripada keadilan omong kosong lainnya,yang mengatakan bahwa 'satu untuk semua,dan semua untuk satu'.
..........
setelah pelajaran matematika,murid di suruh untuk ke ruangan olahraga atau mungkin aula lapangan yang biasanya di pakai saat upacara penerimaan dan kelulusan murid baru,dan pastinya untuk melakukan pelajaran olahraga.
setelah mengganti baju,aku dengan shiki-san berjalan bersama menuju ke aula lapangan.
dan bagi kalian yang berpikiran tidak sehat,aku akan luruskan bahwa kami berganti baju di tempat yang terpisah dan kami berjalan bersama saat kami sudah mengganti baju.
setelah beberapa menit aku dan shiki-san berjalan di koridor sekolah,kami akhirnya sampai di aula.
"ah belum pada datang kesini ya?"
aku melihat sekeliling,memang benar belum ada yang datang, maksudku sudah ada yang datang tapi itu hanya 1-4 orang saja,belum termasuk aku dan shiki-san.
"ah lebih baik kita menunggu saja shiki-san,aku akan ceritakan hal menarik kamu mau dengar?"
shiki-san mengangguk dan mengatakan..
"ehm aku mau,jadi cerita apa itu asada?"
"ah sebelum itu kita duduk dulu disitu kamu mau?"
"ah iya~"
kami berjalan menuju salah satu sudut ruangan dan duduk disitu.
"anu shiki-san,aku akan menceritakan sedikit hal-hal yang berkaitan tentang ku"
"ehm tentang mu? memangnya kenapa dengan mu?"
"ada beberapa hal,tapi aku akan menceritakan sedikit tentang masa laluku dan aku sendiri,yah aku tidak enak kepada shiki-san jika aku tidak menceritakan tentang ini"
"ehm begitu? baiklah aku akan mendengarkannya"
aku mulai dari mana ya?
"ah yang pertama tentang masa laluku, mungkin kamu tidak pernah melihat ayah dan ibuku di rumah ku kan?"
"ah iya memang nya ada apa?aku kira itu karena ayah dan ibumu bekerja di luar kota,tapi nampaknya tebakan ku salah ya?"
"ya mungkin seperti itu,aku akan beritahu singkat saja,ayah ku merupakan ayah yang baik,dan dia meninggal saat aku berumur sebelas tahun,dan ibuku yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga,ia bekerja di luar negeri tepatnya di china untuk mencari uang sebagai model dan publik figur"
shiki-san tertegun dengan cerita yang aku ucapkan tadi.
"ah begitu ya,pantas saja aku tidak mendengar kabar tentang ayah dan ibumu,tapi asada apa benar ibumu bekerja sebagai model?"
"iya, sebenarnya saat ayah dan ibuku belum menikah,ibu adalah seorang gadis cantik dan merupakan seorang model terkenal, mungkin kamu akan tau jika aku sebut nama 'aya' "
"hah aya? maksudmu ayana adela? yang merupakan model tercantik di tahun 2000?"
"ya itu,itu adalah ibuku,tapi karena dia menikah dengan ayahku,ibu hengkang dari dunia permodelan dan mengganti namanya menjadi ayada kiyoki"
"ah begitu,ehehe~ pantas saja kamu dan awa sangat tampan dan cantik"
"eh kenapa?~"
"ah dan satu lagi shiki-san"
"ehm apa itu?"
"aku akan memberitahukan kamu tentang satu hal tentang diriku"
"ah apa itu aku penasaran"
shiki-san mendekat dan memasang muka penasaran.
"ini tentang kenapa aku tidak melawan saat terjadi pembullyan,dan alasan kenapa aku menolak ilya-san"
aku memelankan suaraku dan melanjutkan kata-kataku.
"aku memberitahumu shiki-san,karena aku percaya padamu dan tidak akan mengkhianati ku"
"ah ehm,asada aku berjanji dan bersumpah aku akan selalu selamanya bersama mu,aku tidak ingin mengecewakan mu kamu tahu"
ah begitu.
"terimakasih"
aku melanjutkan perkataanku tadi.
"singkatnya,aku punya semacam kekuatan istimewa atau bisa kusebut kelebihan"
"kelebihan? apa itu?"
"aku punya semacam kelebihan,apa yang ada dalam diriku,dari fisik,sampai pengetahuan semuanya di atas rata-rata manusia normal"
"heh beneran? jadi maksudnya?"
"intinya seperti ini,jika manusia normal bisa berlari paling cepat 64 km/jam,aku bisa menerobos itu sebanyak dua kali dari manusia normal,yaitu 128 kurang lebih"
"ehm ahhh sebentar asada"
shiki-san berpikir keras dengan kemampuan berpikirnya yang agak sedikit dibawah rata-rata.
"ah,jadi kamu mempunyai kemampuan yaitu dua kali lebih dari manusia normal?"
"ah tepat,jadi aku bisa berlari, memikirkan,dan memiliki kekuatan dua kali lebih dari manusia normal"
"ah begitu,tapi sebentar asada kenapa kamu menyembunyikan kekuatanmu? padahal jika kamu menunjukkan atau memakai kekuatan itu di muka umum,kamu bisa mendapat kekuasaan yang lebih dari yang aku punya sekarang ini"
"ah benar shiki-san,aku memang bisa mendapatkan segalanya,tapi ada yang tak bisa aku lawan sama sekali bahkan menggunakan kekuatan ini"
"ehm apa itu?"
"takdir"
"ah takdir ya..."
"ya... kamu tau shiki-san,jika aku menunjukannya di muka umum,aku akan mendapatkan takdir atau beban yang harus aku pegang"
aku melanjutkan kata-kataku.
"aku.... hanya tidak ingin kamu dan awa mengalami kesialan dan kemalangan hanya karena aku egois seperti ini,aku ingin hidup normal yang bahagia bersama kamu dan awa,hanya itu saja"
aku menunduk dan memikirkan segala hal,aku tidak ingin shiki-san mengalami hal buruk karena tahu masa lalu ku,tapi jika aku terus menyembunyikan nya aku akan merasa tidak nyaman.
"begitu.... begitu ya.... yah... meskipun aku bodoh,aku mengerti apa yang kamu ucapkan..."
shiki-san menunduk dan melanjutkan kata-katanya.
"aku mengerti dan jika itu keputusan yang kamu buat,aku akan menerimanya dan tidak akan melarang pendapat yang kamu buat itu..."
ah shiki-san,kamu selalu saja baik kepadaku ya.
"aku... sudah memutuskan shiki-san.."
"memutuskan apa asada?"
"aku.. telah memutuskan memikul tanggung jawab dan beban ini,sebagai ganjaran aku akan berdiri di puncak dan melindungi mu"
itu keputusan yang aku buat dan membulatkan tekad ku untuk berdiri di puncak,dan aku akan menundukkan kepalaku untuk orang lain.
tidak akan pernah!
........