
setelah menghadapi berandalan tersebut, kiyoki dan Azanami kembali menaiki mobil dan melakukan perjalanan ke rumahnya.
di sekitar jalan rumah-rumah dan bangunan terlihat hancur dan terlihat seperti baru saja terjadi bencana besar yang baru melanda di sekitar area sini.
"kiyoki, apakah sebelumnya disini pernah terjadi gempa? rumah disini terlihat sangat hancur dan bahkan hanya tersisa puing-puing nya saja aku takut adik mu terluka atau hal buruk lainnya.."
meskipun merasa bersalah mengucapkan hal buruk tentang adiknya kiyoki, Azanami juga merasa khawatir jika adik kiyoki terluka karena jika itu terjadi, bukan hal baik yang akan dilihatnya.
"aku pun tidak tahu, tidak pernah ada berita yang memberitakan tentang adanya bencana alam yang terjadi selama aku pergi, aku mempunyai firasat tentang hal yang lebih buruk daripada bencana alam itu sendiri"
"yah mungkin kamu benar, tapi untuk saat ini lebih baik kita buang pikiran itu dan lebih baik kita cari tau terlebih dahulu tentang hal ini"
"yah lebih baik seperti itu"
setelah obrolan singkat tersebut, 20 menit sudah berlalu dan kiyoki sangat terkejut melihat rumahnya yang tadinya berdiri kokoh, sudah hancur termasuk rumah-rumah di sekitarnya.
kiyoki melihat hal itu menahan emosinya karena dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
'lebih baik aku coba cek di situ terlebih dahulu'
kiyoki berjalan menuju puing-puing rumahnya dan jongkok sambil meraba-raba lantai tersebut.
"kiyoki, apa yang sedang kamu lakukan?"
"ah ini? aku sedang membuka tempat perlindungan di bawah tanah"
setelah sedikit meraba-raba, kiyoki membuka lantai itu dan sedikit mendorong beberapa sumbu penahanan nya dan kemudian membuka pintu menuju lorong bawah tanah.
"wow, kamu sudah seperti pemerintah diktator yang nyawanya terancam karena perbuatannya sendiri ahaha becanda"
"diktator ya, mungkin aku hampir mirip seperti itu"
"..."
mendengar jawaban kiyoki, azanami hanya bisa terdiam.
"baiklah, ayo masuk"
Azanami mengangguk dan turun ke dalam lorong bawah tanah tersebut.
"uwah, gelap sekali"
"yah sebentar aku nyalakan senter terlebih dahulu"
kiyoki menyalakan senter dari smartphone nya kemudian berjalan menuju pintu besi yang terdapat code didalamnya.
setelah kiyoki memasukkan code-nya, pintu terbuka dan masuk ke dalam ruangan diikuti Azanami.
"!!"
"kakak akhirnya kamu pulang!!!"
Awa, yang melihat kiyoki dari balik pintu langsung memeluknya dan menangis dengan histeris.
"ah.. ya, aku pulang Awa"
melihat Awa yang menangis sambil memeluk nya, kiyoki mengelus rambut nya agar dia bisa tenang kembali.
...
beberapa menit kemudian setelah Awa tenang, sin menjelaskan ke kiyoki tentang apa yang terjadi selama ia pergi, lebih tepatnya setelah para petinggi rullers of the world kembali ke Jepang.
"shiki berkhianat?!"
"ya kiyoki-sama, dan hampir 80% dari total anggota kita memilih untuk mengkhianati kita dan mereka juga terbagi dalam dua kubu, kubu yang melayani shiki dan yang lain membentuk grup baru untuk menandingi kekuatan grup kita dan shiki"
"ah begitu.. tapi bagaimana dengan 20% lainnya? mereka lebih memilih netral atau tetap berada di pihak kita?"
"ah kalau tentang hal tersebut tenang saja kiyoki-sama, 20% anggota tersebut termasuk kami para petinggi selain shiki memilih untuk setia kepadamu, karena kami sudah lama bersama anda dan kenangan kita saat berada di China dan lain sebagainya tidak bisa kami lupakan begitu saja"
"... terimakasih"
kiyoki cukup terharu mendengar kata-kata sin, tapi tak lama kemudian terdengar suara keras dan lemparan bom molotov di atas.
"OI KIYOKI ADA YANG BILANG KAU SUDAH PULANG YA, CEPAT KELUAR ATAU AKU AKAN MENGHABISI BAWAHAN MU YANG LUCU INI"
"bawahan?! apa jangan-jangan mereka?!"
sin terkejut mendengar hal tersebut, langsung berbalik ke arah kiyoki, dan kiyoki dengan emosi yang meledak-ledak berjalan keluar untuk menghadapi orang yang berada di atas tersebut.