Hakai

Hakai
[chapter 81-rusak]



setelah perawatan berkala selama beberapa Minggu setelah kejadian itu,kiyoki akhirnya pulih dan kembali normal seperti biasa.


dan hari ini,akhirnya dia bisa bertemu dengan ibunya setelah sekian lama mereka tidak bertemu.


tidak ada hari yang lebih baik daripada hari ini,kiyoki sekarang sedang bersiap untuk berangkat ke tempat pertemuan yang dijanjikan Azanami kemarin.


"baju sudah rapi, sepatu dan yang lainnya juga sudah siap jadi lebih baik aku tidak menunda-nunda dan langsung saja berangkat"


.....


setelah 1 jam perjalanan menggunakan taksi dari tempat dia menginap.


'sial aku sudah belajar bahasa China tapi tetap saja pelafalan bahasa lu masih rendah'


kiyoki yang sedang kebingungan di sebelah taksi itu,di hampiri oleh Azanami yang kebetulan baru sampai ke tempat ini juga.


Azanami berlari pelan ke arah Kiyoki dan menanyakan tentang keadaannya saat ini.


"kamu kenapa? apakah kau tidak punya uang untuk membayar taksi? aku bisa meminjamkannya..."


kiyoki buru-buru menyela agar Azanami tidak salah paham tentang masalah ini.


"tidak-tidak,kalau masalah uang aku mempunyai nya tapi masalahnya aku tidak mengerti apa yang pengendara taksi ini bicarakan dan aku juga tidak bisa berbicara dengannya karena masalah pelafalan ku"


"pfft, bukankah kamu sudah belajar berbahasa China sebelum latihan setahun itu dimulai? dan malah sekarang kamu melupakan itu semua dengan mudah"


"bukan seperti itu Aza-san,aku hanya tidak terlalu fasih dalam berbicara dalam bahasa China dan sering terpleset menjadi kata-kata yang tidak nyambung dengan apa yang sebenarnya ingin aku ucapkan"


"yah baiklah, kali ini biar aku traktir saja ok jadi lain kali sebaiknya traktir aku juga saat di Jepang nanti"


Azanami mengeluarkan selembar uang dan memberikannya kepada pengendara taksi.


"啊,赖小姐,稍等,我去拿零钱"


-ah nona lie ini, sebentar ya saya ambilkan kembaliannya-


"没关系,拿走"


-tidak apa, ambil saja-


"谢谢"


-terimakasih-


kiyoki yang mendengar pembicaraan antara Azanami dan pengemudi taksi itu sedikit bingung dengan perbedaan logat tersebut.


"ya,masalah ini sudah selesai mari kita masuk dan bertemu dengan ibumu setelah sekian lama"


"iya, terimakasih ayo kita masuk bersama-sama"


"mari"


mereka berdua masuk bersama ke tempat pertemuan di lantai atas gedung ini.


....


"mari saya antar ke tempat tuan"


seseorang berjazz hitam mengantar kiyoki dan Azanami ke dalam sebuah ruangan serba hitam dari lorong untuk menuju ke ruangan itu.


'aza-san kenapa ruangannya seperti ini?'


'aku juga tidak tau,lebih baik kita ikuti saja'


"silahkan masuk tuan sudah menunggu"


kiyoki dan Azanami pun masuk ke dalam.


'cklek'


terdengar suara pintu terkunci,dan mereka berdua hanya menoleh beberapa saat dan kembali melihat kearah depan.


"... ibu kenapa... kenapa ibu seperti ini"


terlihat ibu kiyoki duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat dan mulutnya yang mengeluarkan busa.


dan bos besar yang kiyoki temui saat mencari ibunya kemarin,berdiri di samping ibu kiyoki sambil tersenyum lebar.


"AHAHAHA"


bos besar itu tertawa melihat ekspresi kiyoki.


"i-ibu,kenapa kamu seperti ini lihat ini aku kiyoki anakmu"


"ah eh anak ah... memangnya aku punya ehehehe"


terlihat ibu kiyoki tidak bisa berbicara dengan normal dan seperti orang yang kecanduan obat terlarang.


sontak melihat itu kiyoki langsung ingin meninju wajah bos besar itu dan ditahan oleh Azanami.