Hakai

Hakai
[chapter 22-konspirasi]



ahh hidupku mulai mengarah ke hal yang tidak aku sukai.


menurut salah satu bawahan ku,mereka sudah mulai bergerak.


mereka adalah orang egois yang menginginkan hal demi kepentingannya sendiri,mereka hanya menginginkan semua hal demi dirinya.


itulah yang membuatku membenci dan menginginkan mereka musnah sampai ke akarnya.


aku tidak bergerak mengehentikan mereka karena dua alasan.


aku tidak ingin shiki,atau teman ku terkena masalah karena ku,aku juga tidak ingin kehidupanku yang normal ini rusak hanya karena aku ingin mengehentikan bajingan seperti mereka.


dan aku juga sudah bersumpah demi ayah ku,aku tidak akan menunjukkan atau mengeluarkan kekuatan ku karena akan menjadi malapetaka di seluruh dunia.


jadi lebih baik sebelum mereka bergerak,aku ingin menikmati saat-saat bersama shiki,orang yang aku sayangi.


.........


3 Minggu kurang setelah perang terjadi.


itu hitungan yang aku hitung setelah aku dan shiki berpacaran.


yah aku tidak tahu kapan perang ini benar-benar diputuskan dan dilaksanakan.


tidak ada yang memberitahuku,bahkan natsu dan kyaka.


kalian bertanya kenapa aku tidak bertanya saja kepada shiki?


aku tidak enak bertanya kepadanya.


itu saja ok.


meskipun begitu dia malah terus terang saat ini,kami sedang makan siang di kantin dan dia menceritakan semua kejadian dari awal sampai akhir.


aku bahkan terkejut dia bahkan sampai melawan gangster seperti D itu.


dia mungkin menakutkan secara fisik,tapi dia cukup lemah sebagai gangster hingga kalah dari yakuza.


meskipun begitu dia tetaplah seorang gangster,dia menakutkan dan kuat bagi khalayak umum.


"ehm jadi begitu? terimakasih shiki-san,aku menghargai itu,tapi aku juga berharap jangan melukai diri kamu sendiri"


"ehhh tidak apa tidak apa aku ini sangat kuat kamu tau"


dia membuat pose yang melambangkan bahwa dia itu kuat dan tidak ada yang perlu ditakuti.


di dunia ini ada banyak langit yang berada di atas langit lainnya.


"aku tau kamu itu kuat,sangat kuat hingga tidak perlu aku lindungi,tapi.... aku takut kamu malah celaka karena hal itu,jadi tolong..."


kata-kata yang aku ucapkan memang sedikit berat, karena ini membahas tentang masalah hidup atau mati seseorang.


dan itu bersangkutan dengan shiki,aku tidak ingin dia membuat keputusan bodoh hanya karena aku saja.


"ah ehmm,baiklah aku akan menurut padamu,jadi tidak usah merasa bersalah lagi ya?"


setelah membuat wajah muram sebentar,shiki mulai tertawa lagi.


dia sangat optimis sekali ya.


"baiklah, terimakasih shiki-san"


aku mengelus-elus kepala nya dan tersenyum agar shiki senang, mungkin.


'dinggg-dinngg-dinggg'


ah itu bel masuk.


"kamu sudah habiskan makanan mu?"


aku melihat meja yang tadinya penuh dengan makanan sekarang menjadi kosong dan bersih,apa ini belum 5 menit dari kami berbicara tadi,tapi sekarang sudah bersih?


satu kata,wow hebat.


"sudah dari tadi kapten,jadi sekarang kita akan kembali ke markas dan kembali berperang di Medan perang!"


dia membuat pose ala-ala tentara.


dengan wajah, proporsi tubuh,dan rambutnya aku melihat dia seperti bayi yang berbicara.


ahhh aku ingin sekali mencubit pipi nya itu.


"baiklah kolonel, sekarang ayo kita kembali ke markas,maju---- jalan"


aku memegang tangan shiki dan menariknya.


meskipun begitu dia langsung berada tepat di sebelah ku dan kami berjalan bersama ke kelas untuk berperang,eee maksudku belajar,tidak aku ini ngomong apa sihhhhh!!!