
"JANGAN MEMAKSAKAN KEBERUNTUNGAN MU LEBIH DARI ITU"
"lalu?"
"HAH?! APA MAKSUDMU"
"kamu tau kan,aku tidak tau apa yang kau bicarakan dan ocehkan dari tadi,yang lebih penting aku ingin agar kau mematuhi ku mulai sekarang"
tidak jelas,itulah yang aku lakukan sekarang.
itu adalah taktik bicara dimana aku mempermainkan pikiran lawan bicara dan membuatnya bingung dengan apa yang aku bicarakan.
ini seperti menembak dua burung dalam satu tembakan tapi penuh dengan resiko.
"APA YANG KAU BICARAKAN HAH?!"
"sederhana saja,aku mengajukan pertandingan bela diri tangan kosong satu lawan satu melawan mu"
"apa kau gila?"
"apa yang kau bicarakan?"
"kau mencoba melawan orang yang kau sendiri bilang sebagai emperor dan sekarang kau malah berani menantangnya?"
"memang kenapa kalau kau adalah emperor? ah apakah kau takut untuk bertanding dengan ku?"
"baiklah,jika itu mau mu mari kita bertanding aku akan patahkan keberuntungan mu itu aku sudah tidak peduli dengan dirimu saat pertama kali kita bertemu jadi persiapkan dirimu"
kami semua berjalan ke sebuah tempat di bawah tanah bangunan ini.
....
di bawah bangunan ini, terdapat sebuah tempat yang sangat besar.
tempat ini bisa menampung ribuan orang bahkan jika dibilang tempat ini terlalu besar untuk sebuah tempat bawah tanah.
bahkan ini dipenuhi dengan ornamen dan ukiran khas China yang sangat cantik.
"disini kita akan bertanding,silakan bersiap-siap terlebih dahulu meskipun itu tidak akan menghasilkan banyak kontribusi terhadap kemenangan mu ahahaha"
wanita itu berjalan ke salah satu sudut tempat ini untuk mengganti bajunya dan berganti menjadi pakaian yang mudah untuk digerakkan.
aku juga mempersiapkan beberapa alat pelindung di beberapa bagian untuk di pasangkan di titik-titik vital tertutup seperti perut,dada,dan lutut.
meskipun itu tidak berpengaruh banyak untuk pertarungan jarak dekat apalagi lawan ku adalah seorang emperor.
yaitu melindungi bagian yang sering diincar saat pertarungan jarak dekat.
kepala,leher dan kaki.
jadi aku hanya tinggal menjaga jarak dan melindungi titik vital yang terbuka tersebut.
aku membuka hoodie yang aku kenakan dan menaruhnya di tanah.
dan juga setelah persiapan ku selesai wanita itu juga telah menyiapkan persiapannya.
"kenapa kau memakai pelindung tangan,kau bukan ingin melindungi pergelangan tangan mu agar tidak terluka bukan?"
"persetan dengan itu,bahkan jika tangan ku patah saat melawan mu aku tidak peduli tapi bagaimanapun sikapmu akan kuberi kamu kemudahan"
wow,dia sungguh sangat percaya diri sekali ya.
"baiklah, terserah apa mau mu itu juga memberi aku kemudahan jadi aku tidak keberatan"
"yah baiklah apa kamu siap?"
"tidak perlu basa-basi maju"
wanita itu membuat salam yang dilakukan para bela diri China sebelum bertarung.
dan setelah itu dia langsung mempersempit jarak diantara kami dan langsung membuat pukulan keras diantara perut dan dada.
'pukulan keras dan tabrakan di antara tangan dan alat pelindung'
'apa-apaan ini?!'
saat terkena pukulan wanita itu,aku langsung terlempar kebelakang dengan sangat cepat.
"hanya segini saja kemampuan mu? di mana kepercayaan dirimu tadi?"
'kuok-'
aku membersihkan darah yang keluar dari mulutku dan berdiri berhadapan dengannya.
"baiklah,hah---- aku akan serius kali ini"
aku dengan cepat mempersempit jarak dan langsung memukul wajah bagian kanan wanita itu dan membuatnya terdorong sedikit.
"ini baru menarik!"