
kiyoki yang penuh dengan amarah ditahan oleh Azanami.
ia terlihat sedikit tertekan dengan tatapan kiyoki yang sangat marah kepada bos besar saat ini.
'maaf kiyoki,aku menahanmu saat ini karena agar kita bisa mendapatkan informasi dari bajingan ini jadi mohon tahan sebentar hanya kali ini saja ok?'
suara Azanami terdengar dari earphone yang diberikannya sebelum masuk ke tempat ini.
-sebelumnya-
"ah kiyoki tunggu sebentar"
Azanami menahan kiyoki yang hendak langsung masuk ke gedung ini.
"ada apa Azanami-san?"
"pakai earphone ini saat masuk kedalam dan juga pakailah kupluk ini untuk menutupi earphone nya agar tidak ketahuan"
Azanami menyodorkan 1 earphone dan kupluk hitam ke arah Kiyoki.
"untuk apa aku memakai semua ini?"
"earphone ini akan aku gunakan sebagai alat komunikasi kita saat di dalam ruangan,jadi earphone ini akanku sambungkan ke smartphone ku dan tolong ikuti semua arahan yang nanti aku berikan di dalam"
"apakah ada seseorang yang berbicara di earphone ini selama kita didalam?"
"bukan itu bodoh,ini rekaman suaraku tadi malam untuk berjaga-jaga"
kiyoki mengangguk.
"baiklah"
tanpa menentang kiyoki memakai earphone tersebut kemudian menggunakan kupluk hitam tersebut untuk menutupi bagian kuping nya.
.....
'aku tidak tau apa yang di rencanakan bajingan ini tapi kita tunggu saja dan ikuti iramanya untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dan tahan amarahmu ok'
kiyoki yang mendengarkan arahan Azanami kemudian menahan amarahnya dan mengikuti irama bajingan tersebut.
"ahaha bagus nona aku tau kamu hanya mempermainkan bajingan ini dan akan membuang nya saat tidak berguna lagi"
'bos besar' tersebut berjalan ke arah Kiyoki dan tertawa terbahak-bahak.
"sederhana saja,aku sangat kesal dengan bajingan kecil ini yang sangat sombong padahal hanya seorang benalu yang ingin menempel pada seseorang agar bisa memanfaatkan orang tersebut sehingga aku melakukan hal ini"
"ya aku tidak peduli dengan hal itu jadi apa yang kau lakukan kepada ibu dari sialan ini?"
"kekeke kau tidak sabaran,setahun yang lalu aku mencekoki dia dengan obat terlarang dan terus-menerus aku lakukan selama setahun ini"
amarah kiyoki makin melunjak dan membuatnya tidak bisa menahan amarahnya saat ini.
melihat kiyoki yang tidak bisa menahan amarahnya lebih lama lagi, Azanami akhirnya mempercepat proses mencari informasi dari 'bos besar' tersebut.
"jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini keadapa ibunya?"
"heh? sederhana saja aku akan menjual nya ke pasar gelap tapi setelah aku pikir-pikir lebih baik aku menikmati tubuhnya yang sangat sempurna ini"
"!!!"
amarah kiyoki memuncak dan tidak bisa berpikir jernih.
"itu saja?"
"ya,adalah rencana sempurna untuk menjatuhkan bajingan ini----"
-suara tulang retak-
kiyoki memukul wajah 'bos besar' tersebut tepat di bagian dagu yang membuatnya langsung pingsan seketika.
"Azanami-san,itu sudah cukup bukan untuk mengorek informasi dari bajingan ini?"
Azanami terlihat sedikit merasa tidak enak karena telah membuat kiyoki sangat marah karena perkataan 'bos besar' yang secara tidak langsung adalah bawahannya.
"maaf kiyoki,aku--"
"tidak apa Azanami-san,sudah cukup untuk masalah ini.."
kiyoki berjalan ke arah ibunya duduk dan mematahkan rantai yang memborgol ibunya.
"ibu,maafkan aku,karena aku--- karena aku kamu menjadi seperti ini..."
kiyoki menangis di pangkuan ibu nya dan Azanami yang melihat itu hanya bisa terbujur kaku melihat kesedihan yang di alami kiyoki.