Hakai

Hakai
[chapter 23-jalan-jalan]



hari Minggu.


ok apa yang kalian pikirkan tentang hari ini?


hari penuh sesak?


hari bermalas-malasan?


hari terburuk bagi yang tidak punya pasangan?


atau apapun yang kalian pikirkan tentangitu.


tapi jika kalian bertanya padaku,aku akan menjawab hari Minggu adalah hari dimana aku bisa mengurus rumah sambil belajar seharian.


tapi semua itu berubah semenjak negara api menyerang.


tidak maksudku itu semua berubah saat aku bertemu dan ehem, berpacaran dengannya.


sekarang aku ada di depan gang, berpakaian rapi dan harum.


"wehh ini anak muda mau kemana nih,wah jangan-jangan mau bulan madu---hahaha"


oi oi aku ini baru 14 tahun jika aku melakukan itu aku akan ditangkap oleh pihak berwajib.


ayolah aku bahkan belum mempunyai tanda pengenal.


"paman hido,paman tahu jika aku beneran melakukan itu,aku akan melakukan nya secara tersembunyi,tidak ada ceritanya aku menunjukannya secara terang terangan seperti ini"


"ehhh kali aja lah kamu itu melakukannya,jadi mau kemana nih"


paman menyikut badan ku sambil tertawa seperti anak kecil yang sedang melihat mainannya.


omong-omong, dia memakai baju yang aku beri ke kemarin,dia menjadi orang yang tidak aku kenal sesaat.


meskipun awalnya menolak tapi aku tetap kukuh dan memaksa paman hido untuk menerimanya.


dan ya dia sangat senang dan bahkan menangis saat itu.


"ahh aku ingin jalan jalan dengan shiki-san,yah sekali-sekali kan aku berlibur di luar"


"ya memang kau akan menjadi bocah kutu buku jika kamu tak bertemu aoda-san hahaha"


dia memukul-mukul badan ku sambil tertawa dengan keras.


"hahh tapi kau memang keren kamu tahu, memakai jaket Hoodie itu,pakaian putih dan celana hitam itu sangat cocok dengan mu,kau seperti ayah mu"


ya memang,ayah yang merupakan pria yang cukup tampan ku rasa,dia selalu memakai baju seperti yang aku pakai dan dia juga pernah dijuluki pria hitam karena itu.


yang dimaksud hitam adalah bajunya bukan warna kulitnya.


warna kulitnya berwarna putih,dan aku menuruni gen itu.


dan kalau tidak salah ibu itu cukup feminim dengan rambut putihnya itu.


yah aku sudah tidak bertemu dengannya sejak lama,dan aku mulai lupa bagaimana perawakan nya saat ini.


mungkin saja bisa berubah kan?


tidak semua orang mungkin tidak akan berubah dalam beberapa tahun,tapi ini yang dimaksud ibu ku loh...


dia mungkin agak kejam dengan penampilan nya yang seperti itu,tapi dia sangat menyayangi keluarga lebih dari apapun bahkan dia bisa mengorbankan dirinya sendiri.


"yah itu mungkin saja mirip,tapi aku tidak ingin lama-lama bersedih tentang ayah,lagian aku punya paman hido,awa dan shiki bukan?"


aku tersenyum masam.


nampaknya paman hido merasa bersalah kepadaku.


"maaf aku tiba-tiba berbicara tentang dia"


memang benar ayah adalah ayah yang baik bagi ku atau anak-anak lain.


hanya saja aku tidak suka dan benci kepadanya karena dia mati meninggalkan masalah kepada ibu.


aku tidak peduli tentang masalah yang ia bawa kepadaku,tapi aku kasihan kepada ibu karena harusnya dia menikmati hidup yang indah dan nikmat karena dia cantik dan baik,jadi kenapa ibu harus mengalami itu semua?


akhh sialan jika aku memikirkan ini aku sangat kesal sekali,jadi lebih baik kita berhenti berbicara tentang nya.


"ah asada halo~ apa kamu terlalu lama menungguku?"


"tidak apa shiki-san tapi ehem,kenapa kamu sangat ya itu.... cantik sekali"


dia sangat cantik dengan baju putih lengan panjang dengan rompi hitamnya,rok berwarna biru yang sangat menyatu dengan pakaian yang ia kenakan.


rambut nya yang dikepang belakang dan membuat leher yang putih dan mulus itu terlihat.


rok yang cukup pendek karena hanya menutupi setengah dari pahanya yang sangat wow.


dia memakai lipstik tipis berwarna merah muda yang benar-benar cocok dengan wajahnya yang putih dan rambut pirangnya.


apakah aku benar-benar mempunyai pacar seperti ini?


bahkan jika aku bermimpi untuk mempunyai pacar cantik,aku tidak akan berpikiran mempunyai pacar secantik shiki.


"benarkah? aku berdandan cukup lama,aku juga sangat susah memilih baju ini tapi aku cukup puas karena kamu senang"


dia meletakkan tangannya di antara ke dua pahanya itu.


dan tangan satunya lagi berada di dekat mulutnya itu.


"ah.... iya aku cukup senang melihatmu seperti itu, terimakasih telah melakukan nya karena ku"


"tidak apa!"


karena aku yang cukup gugup shiki-san langsung mengandeng tangan ku dan berbicara senang dan cukup keras.


"ehem-ehem paman hido sedang melihat percintaan remaja yang sangat imut untuk dilihat,bahkan masa remaja paman tidak pernah seperti itu"


"ah paman hido halo~ lama tidak bertemu,kami ingin jalan-jalan ke taman bermain yah asada meminta untuk kencan di situ jadi aku terima"


paman hido tersenyum sambil menggerakkan tangannya.


"ah betulkah aku tidak tau jika kiyoki itu cukup mesra seperti itu"


dia kembali menyikut badan ku,tapi bedanya shiki-san malah ikut menyikut badanku sambil tertawa meledek.


"ah ayolah shiki-san ayo kita berangkat cepat ini akan ramai loh"


aku mendesah sebentar dan langsung berbicara dengan datar agar mereka tidak terus meledekku.


"ahh~ baiklah sayang~"


'hihhh'


shiki-san berbicara dengan nada yang menggoda bahkan jika aku berpura-pura tenang tapi tetap aku tidak bisa menyembunyikan bahwa aku sangat malu saat ini.


"ckckck sana pergi dasar pasangan yang sedang kasmaran syuh syuh syuh"


kami pergi meninggalkan paman hido yang merungut itu dan pergi menuju taman bermain.


kencan yang aku alami pertama kali apakah akan normal seperti biasa atau...


yah berhenti berpikiran buruk, apalagi taman bermain adalah tempat umum,mereka tidak akan berani untuk menunjukkan keburukan mereka di mata masyarakat.


-------