Hakai

Hakai
[chapter 64-proses]



sudah dua hari sejak aku pindah ke rumah ini.


aku sudah beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi tetangga di sekitar rumahku cukup baik jadi aku tidak masalah dengan masyarakat sekitar.


akan tetapi,rasanya seperti ada yang kurang dalam rumah ini.


yaitu kebahagiaan.


mau sebesar apapun rumah ini,atau semewah apapun tapi tidak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan dalam menempati rumah ini.


aku berpikiran,rumah sebesar ini mungkin akan terasa meriah jika ayah masih hidup.


tapi tidak ada gunanya.


terus mengucapkan hal tidak berguna dan terlarut dalam kesedihan.


tapi tetap saja,aku ingin membuat ibu bahagia.


dia sedang berada di luar negeri,tepatnya China untuk mencari uang sebagai model disana.


dan sekarang,aku berencana untuk membawa ibu kembali tidak peduli apapun yang terjadi aku akan tetap membawa ibu untuk pulang.


jadi aku bersiap-siap untuk berangkat ke China, seperti mempersiapkan baju dan beberapa alat tambahan.


ah sebentar.


"awa,aku akan pergi keluar negri sebentar.jadi shiki-san akan menemanimu saat aku tidak ada,tak apa kan?"


"ya,tidak apa.tapi kenapa kakak ingin pergi keluar negri? aku lihat kau sangat sibuk akhir-akhir ini tapi malah sekarang kau tiba-tiba ingin pergi keluarga negri secara mendadak"


"itu rahasia,aku akan membawa sebuah kejutan untukmu setelah pulang jadi lihat saja"


"ya-ya baiklah jangan lupa bawa oleh-oleh"


dia pergi ke lantai dua meninggalkan ku sendirian.


"kau kira aku ke sana untuk bertamasya"


yah dia masih anak-anak, meskipun dia sangat pintar tapi tetap saja dia masih anak-anak.


lebih baik aku menelpon shiki-san untuk memberitahu hal ini.


'suara telepon berdering'


'ya halo siapa ini'


'aku adalah seseorang yang sangat tamfan,tidak ada yang bisa mengalahkan---'


'ya maaf salah sambung..'


'salahkan dirimu,kenapa harus mengucapkan omong kosong tadi.apakah kau mengucapkan itu kepada wanita lain hah'


'ya, benar'


'ya-ya baiklah selamat tingg---'


'itu adalah kamu,dan hanya satu-satunya wanita yang aku berikan ucapan seperti itu'


'eh.... begitukah,ya jadi ada apa kamu menelfon ku?'


'itu tentang awa,aku ingin pergi ke luar negri selama dua Minggu,dan aku ingin kamu menemani awa di rumah aku takut dia kenapa-kenapa saat aku pergi nanti'


'eh,kamu ingin pergi keluar negri? kenapa memangnya?'


'untuk lebih jelasnya,nanti akan ku jelaskan saat aku sudah berangkat karena aku ingin membuat kejutan untuk awa,dan ah aku pergi ke sana bersama kyaka dan yang lainnya jadi tidak usah cemas'


'eh sebentar,kamu kenapa membawa para petinggi itu hanya untuk perjalanan keluar negri,padahal jika kamu sendirian juga tidak ada yang bisa melawan mu untuk saat ini'


ya memang seperti itu,tapi aku tidak bisa membantah bahwa China adalah negara yang sangat besar dan tertutup.


aku tidak yakin apa yang aku rencanakan akan berjalan mulus tanpa ada orang yang menghalangi jalanku.


'tidak apa,aku ingin yah membuat mereka refreshing sedikit,mereka juga mau jadi aku ajak saja mereka'


'ehh,kenapa aku tidak diajak padahal aku ingin sekali jalan-jalan bersama mu apalagi sekarang kau selalu sibuk dan tidak ada waktu untukku...'


yah,sudah kuduga shiki-san akan membahas hal ini.


'maaf,tapi untuk sekarang aku tidak bisa.tapi aku janji jika semua nya sudah beres aku akan mengajakmu berkeliling dunia hanya kita berdua'


'kamu janji?'


'ya aku janji'


'yeay~ tapi aka-kun,kamu ingin aku ke rumah mu kapan?'


'besok,saat pagi hari jam 7 aku sudah harus berangkat jadi kamu kesini saat jam 5 pagi jika kau bisa'


'tentu saja aku bisa,ah aka-kun aku dipanggil oleh ibu jadi sampai nanti ya'


'ya sampai nanti'


'suara telepon berhenti'


semua sudah siap,jadi sekarang saatnya untuk istirahat sampai besok agar semuanya lancar tanpa kendala.