Hakai

Hakai
[chapter 29-sekolah]



setelah kejadian awa yang sedang marah itu.


kami melanjutkan perbincangan nya sampai sore hari.


dan setalah itu shiki-san mau pamit pulang dan setelah mengobrol sebentar akhirnya dia pulang.


aku mengantar nya ke depan gang,dan menemani shiki-san hingga di jemput oleh supir nya.


ya supir pribadi.


aku mungkin belum memberitahu bahwa shiki-san berasal dari keluarga yang sangat kaya dan berpengaruh.


ayahnya adalah presiden dari perusahaan yang menguasai semua sektor,yaitu anotilasi'da


mereka adalah perusahaan asal perancis yang menguasai semua sektor usaha,dari pertanian, perkebunan,bahkan hingga ke bidang teknologi seperti game dan lain-lain.


ibunya adalah seorang model terkenal sekaligus pengusaha di bidang fashion.


dan kakaknya sama seperti ibunya,yaitu seorang model dan publik figur di dunia model dan atlet bela diri.


dia sangat tampan dengan rambut pirangnya.


dan ya, shiki-san berasal dari keluarga itu.


aku belum pernah bertemu dengan ayah,ibu,atau kakak shiki-san.


tapi aku ingin menemui mereka suatu hari nanti.


............


setelah kemarin aku menikmati waktu kencan bersama shiki-san,aku beristirahat semalaman karena capek yang luar biasa.


tapi meskipun begitu, sekarang sudah agak lebih baik daripada saat kemarin malam.


aku bersiap-siap untuk pergi sekolah,setelah mandi aku memakai baju ku,dan menyiapkan bekal awa dan bekal ku.


"ah awa ini bekal nya jangan lupa dibawa"


"ara onii-san,harus nya aku yang bilang seperti itu"


hih kenapa dia selalu mengaitkan masa lalu dan masa sekarang.


"ayolah awa itu kejadian saat aku masih sd,jangan banyak omong dan bawa cepat"


"ya-ya"


awa mengambil bekal itu dan menaruhnya di dalam tas.


dan setelah itu dia berangkat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


hahhh dia pasti marah lagi kepadaku.


lebih baik biarkan saja dia seperti itu,dia memang mudah terbawa suasana karena sering menonton drama televisi.


meskipun begitu sebenarnya dia sangat baik mengesampingkan sikapnya itu.


ah sudahlah lebih baik aku berangkat agar tidak terlambat.


.........


sekarang aku berada di halte dan menunggu bus nya datang.


banyak orang yang sama denganku sedang menunggu bus di halte.


dari pekerja kantoran,orang tua hingga anak sekolah dasar ada disini.


'ah mobil siapa itu?'


mata semua orang tertuju pada mobil yang berhenti di depan halte.


kenapa?


karena mobil itu adalah salah satu mobil termahal di dunia,ya mobil Bugatti La Voiture Noire.


harga mobil itu sangat mahal,dalam dolar, harga mobil itu adalah 19 juta usd,atau dalam Yen sekitar,2.050.195.000,00 Yen.


ya banyak sekali angka nol dan angka lainnya yang dapat kau tulis dalam menulis harga mobil ini.


bahkan jika aku,menabung sampai aku mati,aku tetap tidak akan bisa membeli mobil itu bahkan jika aku menjual semua aset yang aku punya sekalipun.


aku melihat sekitar,mungkin saja ada salah satu dari orang-orang yang menunggu di halte adalah sebuah bos dari sebuah perusahaan terkenal?


mungkin saja.


mobil itu terbuka dan terlihat siapa orang yang mengendarai,atau seseorang yang mempunyai mobil itu.


"yahoo~ asada~"


dan...


HAH?!


itu shiki-san?


ah iya itu shiki-san.


dan shiki-san sedang berjalan ke arah ku.


"ah halo shiki-san"


"ehehe~ ayo asada kita berangkat"


"eee anu shiki-san..."


"ehm kenapa asada?~"


aku ingin menanyai hal itu,tapi aku urungkan niat ku itu.


"ah tidak apa ayo berangkat"


"ayo~"


ah sebentar,bukankah mobil sport atau apalah itu hanya memiliki 2 bangku?


tapi saat aku melihat ke dalam,aku melihat 4 bangku di belakang serta depan.


"ah kamu penasaran dengan bangku yang lebih dari dua? itu karena aku memesan edisi khusus ehehe"


HAH?!


edisi khusus?!


itu artinya,harga mobil ini lebih mahal dari harga umum,wo-wow.


"nona muda cepat masuk,dan ah tuan muda masuk saja tidak usah malu-malu seperti itu"


aku melihat orang yang mengendarai mobil ini,dia adalah seorang pria yang berumur sekitar yah 40-45 tahun.


"ah iya, permisi"


aku masuk ke dalam mobil di susul shiki-san yang masuk dan duduk di sebelah ku.


"ahaha tuan muda kamu memang lucu sekali ya"


"hah,anuu lucu kenapa memang nya?"


pintu mobil tertutup dan mobil mulai berjalan.


"ahahaha tuan muda,kamu ingin memasuki kendaraan atau ingin memasuki rumah? ahahaha"


"ahaha paman asada memang seperti itu,bahkan saat menaiki wahana rumah hantu dia mengucapkan permisi dan saat asada bertemu hantu itu,dia juga mengucapkan `permisi selamat malam paman,bibi` ahaha"


dan pembicaraan ini terus berlanjut hingga sampai di sekolah.


.......


akhirnya kami sampai di sekolah 10 menit sebelum bel berbunyi.


aku dan shiki-san turun dari mobil.


aku melihat murid lain dan guru yang sedang berjaga di depan gerbang melihat kami.


yah wajar saja,jika kalian menjadi murid-murid yang melihat hal ini,ada murid yaitu aku dan shiki-san yang turun dari mobil mahal,tidak termahal,kalian akan bereaksi seperti apa?


terkejut? iri? marah?


itu lah yang di rasakan murid-murid itu saat ini.


"ah tuan muda,nona muda sampai jumpa saat kalian pulang sekolah, aku akan menjemput kalian saat itu,dadah"


sebentar-sebentar nama paman ini siapa?


ah lebih baik aku tanya saja namanya nanti ke shiki-san.


"ah iya paman sampai jumpa"


"sampai jumpa paman~"


paman 'itu' langsung menancap gas mobil dan pergi meninggalkan kami.


"ah ayo shiki-san kita masuk ke kelas sebelum bel masuk berbunyi"


"ayo~"


kami bergandengan tangan dan berjalan memasuki kelas.


murid-murid lain, terkhusus murid laki-laki, mereka semua menatapku dan shiki-san.


meskipun mereka menatap dengan aura membunuh,aku menghiraukan mereka dan menikmati waktu bersama shiki-san,aku ingin menikmati saat-saat bersama dengan shiki-san seperti ini.


...........


kami berjalan hingga ke koridor sekolah,dan ya murid-murid lain tetap menatap kami dengan muka masam.


aku dan shiki-san terus berjalan menghiraukan dan terus bercanda gurau dengan shiki-san.


shiki-san terus tertawa melihat dan mendengar tingkah laku aku yang konyol.


mungkin kalian bertanya dari dulu tentang kenapa aku terlalu konyol dan terlalu bodoh saat ini.


aku punya alasan.


aku punya sesuatu yang aku harus jaga,dan senangi kapanpun dan di manapun.


karena itu juga aku sering menghiraukan pendapat orang lain dan lebih memikirkan keadaan orang yang harus aku lindungi itu.


bahkan jika aku dianggap bodoh,pengecut,atau sampah sekalipun aku tidak peduli.


yah mungkin ada dari kalian yang sama sepertiku.


melakukan hal yang mempunyai makna meskipun buruk itu lebih baik,daripada melakukan hal yang baik tapi tidak mempunyai makna sama sekali.


..........


"bos kami sudah membereskan semua yang menghalangi dan membuat masalah dengan 'ia' "


"kerja bagus,aku sudah berbicara dengan 'ia' 'ia' juga mengucapkan rimakasih kepada kita karena telah melindungi pasangannya dari bahaya yang ada"


"iya bos,aku mempunyai hutang Budi kepada 'ia',dan aku rela akan melakukan apapun untuk 'ia' bahkan melakukan hal kotor sekalipun"


"bagus aku tidak ingin 'ia menjadi marah dan murka karena itu"


pembicaraan di akhiri dengan bahagia karena tujuan mereka tercapai.


tapi tujuan apa itu?


apakah tujuan mereka benar atau salah?


siapa sebenarnya mereka?


...........