
Akhh,kepalaku sangat sakit sekali.
dan sekarang aku berada dimana?
aku melihat sekitar tapi mataku saat ini sangat buram dan aku tidak bisa menebak dimana sekarang ini?
aku menutup mataku sebentar dan membuka mataku kembali.
aku melihat sekeliling dan melihat banyak sekali obat dan alat medis disini....
bukankah ini di rumah sakit?!
Oi oi aku kan tidak ada uang untuk membayar biaya rumah sakit,siapa yang membawaku kesini?!
"Ah kau sudah bangun? kamu bisa istirahat lebih lama lagi untuk saat ini"
aku mencari darimana asal suara itu.
hmm,jika sekarang ini aku sedang berbaring di tempat tidur,dan aku melihat kedepan dan tidak ada seseorang pun di sana,jadi... dia ada di sampingku?
aku melihat kesamping ku dan...
seorang wanita cantik berambut pirang emas yang sedang membaca buku dan duduk tepat di samping ku.
"Eeeee,kamu kah yang membawa ku kesini? maaf sebelumnya,tapi aku tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit ini,jadi lebih baik akhh--"
saat aku mencoba untuk menggerakkan badanku,tiba-tiba rasa sakit yang luar biasa langsung menyambar ke tubuhku.
ah sial,kalau begini aku tidak bisa keluar dari rumah sakit.
"Ah soal biaya rumah sakit? tenang saja aku sudah membayar semua biayanya jadi istirahatkan lah tubuhmu agar cepat sembuh.
"ah,eh benarkah? baiklah kalau begitu"
Aku mencoba untuk membuat sebuah ungkapan terima,tapi tubuhku tidak mengizinkannya.
"Santai saja santai saja,dan oh ya omong-omong siapa namamu?
"eeee,maaf jika aku lancang,tapi bukankah tidak sopan menanyakan nama seseorang tapi kamu sendiri tidak memberitahu namamu?"
dia terkejut mendengar jawabanku dan tertawa kecil.
"ah maaf-maaf,namaku shiki aoda kamu bisa memanggilku shiki atau aoda terserah kamu saja"
aoda-san menepuk-nepuk pundak ku sambil tertawa kecil.
"Ah salam kenal aoda-san,aku belum memperkenalkan diri,namaku asada kiyoki kamu bisa memanggilku kiyoki atau asada"
"ehehe salam kenal juga kiyo-kun"
aoda-san berbicara sambil tersenyum manis.
ah apakah aku perlu menanyakan hal itu?
"Hmm kenapa?"
aoda-san bertanya karena aku membuat ekspresi rumit karena berpikir keras.
"ah tidak apa,eee-to aoda-san bolehkah aku bertanya tentang beberapa hal?"
"ehm kamu mau bertanya tentang apa? hwahh ekh"
aoda-san berdiri dan duduk menyender di tembok.
"ah itu,ada dua pertanyaan yang ingin aku tanyakan saat ini,kenapa kamu menyelamatkanku dari pembully-an itu dan.. kenapa kamu mau mengeluarkan uang untuk orang yang baru saja kamu temui?
dia tersenyum nakal dan menjawab pertanyaan ku.
"ehh itu kah,alasannya sangat sederhana kamu tahu"
aoda-san kembali menatapku dengan tatapan serius.
eee sebenarnya ada apa ini??
"Haha kenapa wajahmu memerah kiyo-kun?"
eh?
"sial aku dijebak"
"ahaha maaf-maaf aku terlalu asik menggodamu,jawaban dari pertanyaan mu cukup sederhana,pertama aku tertarik kepadamu dan kedua aku menghajar mereka karena mereka semua mencuri di wilayah ku"
dia berdiri sambil berjalan ke arah samping kananku.
"Mencuri?"
mencuri apa dan siapa yang mencuri?
"Ya aku adalah penguasa dari wilayah kinki,ah ehm mungkin orang-orang sering menyebut ku dengan sebutan the queen of kinki?*
HAHHHH??
seriusan? aoda-san sebenarnya adalah orang yang menguasai wilayah kinki ini???
aku sangat tidak bisa membayangkan akan bertemu orang sepenting aoda-san secara kebetulan seperti ini.
The queen of kinki,adalah orang terkuat di wilayah ini,sekaligus penguasa dari wilayah ini, aoda-san bahkan bisa meratakan gangster yakuza,dan gangsters lainnya yang menantang aoda-san.
selain kuat aoda-san punya pengaruh lebih terhadap ekonomi kinki, aoda-san merupakan anak dari presiden perusahaan kyashin yang dipimpin oleh presiden aoda sakata yang bergerak di berbagai sektor perekonomian.
ibu aoda-san juga merupakan model terkenal sekaligus pengacara yang memiliki pengaruh kuat dalam bidang permodelan dan bidang politik.
wow.
"Se-seriusan?"
"Kenapa wajah mu sangat pucat seperti itu?tenang saja kiyo-kun aku tidak akan mengigit kamu kok"
A-ahhh baiklah tenanglah wahai diriku.
"Begitukah? Aku sangat senang bertemu dengan mu,bukan sebagai ratu kinki yang menguasai wilayah ini tapi sebagai aoda-san,aku harap kamu tidak malu bertemu dan berteman dengan ku.
"Kenapa memangnya kalau aku bertemu dan berteman denganmu? Memang ka?u itu zombie yang bangkit dari kubur hahaha"
"Oi bukan itu,maksudnya kamu tau kan aku itu mempunyai rumor buruk,jadi takut nya---"
"Takut nya apa??"
aoda-san mendekat ke arah ku dan jarah wajah kami hampir sangat dekat dan sedikit lagi akan bersentuhan dan menatap tajam ku seolah mengatakan
'berikan aku jawaban yang menarik ya kiyo-kun'
"Ya-yah itu kamu tau kan,aku ini si anak lusuh cupu yang bahkan tidak mempunyai teman,ta-takut nya rumor itu akan memengaruhi kamu"
"Heh,kau sangat peduli dengan ku,padahal kita baru bertemu,hmm apa kau suka kepadaku;-;?"
HAHHHH?
"Ya-yah aku hanya khawatir kau tau,tidak ada alasan khusus di balik itu"
"Baiklah-baiklah, omong-omong aku ingin bertanya bila kau tidak tersinggung"
"Hmm tersinggung,itu tidak mungkin aoda-san jadi katakan saja"
"Hmmm? Baiklah aku ingin bertanya,kenapa ada rumor-rumor buruk seperti itu tentang mu? Dan kenapa kamu di bully oleh mereka? Ah tidak ada alasan khusus aku bertanya tentang ini jadi jangan berpikiran aneh-aneh ok?"
"Tidak apa-apa,ah mulai dari mana ya, soalnya baru kali ini ada yang menanyakan tentang hal itu,dan baru kali ini juga aku menceritakan hal ini ke orang lain jadi aku tidak tau untuk memulai nya dari mana"
"Tidak apa-apa,santai saja,aku akan menunggu sampai kamu memulainya"
"Baiklah,eee sekitar 2 tahun lalu,tepat nya saat aku ingin lulus sekolah dasar,ayahku mengalami kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa nya"
aoda-san mendengarkannya dengan seksama seperti penasaran cerita tentang masa laluku.baru kali ini ada yang bertanya alasan kenapa kondisiku sekarang ini bisa sampai seperti saat ini.
"Ibuku,yang putus asa saat itu mendapat tawaran kerja di luar negeri,awalnya ibu berpikir untuk menolak tawaran itu karena apakah dia benar-benar akan pergi meninggalkan anaknya sendirian,tapi aku meyakinkan ibuku,dan ya aku tinggal berdua dengan adik perempuan ku saat ini....."
aku berhenti sesaat dan melanjutkan perkataanku kembali.
"setiap bulan ibu selalu mengirim uang kepada kami,tapi itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari tapi tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup lainnya,jadi untuk menutupi hal itu aku bekerja sambilan setiap pulang sekolah dan karena itu juga aku tidak ada waktu untuk bermain bersama orang lain seperti yang lain"
aoda-san membuat ekspresi seperti
'akh kiyo-kun,dia sangat kasihan sekali'
"ah tidak usah membuat wajah seperti itu aoda-san,aku sudah terbiasa dengan hal itu,lagian aku tidak cukup peduli untuk memikirkan hal itu"
Eh,kenapa dia memegang tangan ku?
"Kiyo-kun?Atau bolehkah aku memanggil asada-kun?"
"Ah boleh saja aku tidak masalah"
"Baiklah,aku salut kepada mu,kamu tidak terikut arus kehidupan remaja,dan kamu memilih berjuang keras di kehidupan,rasanya aku seperti--- ah lupakan..."
aoda-san berhenti berbicara sejenak dan kembali melanjutkan kata-katanya.
"omong-omong aku akan kembali lagi saat makan malam,untuk sekarang kamu istirahat dulu,akan ku panggil dokter untuk memeriksa kondisi mu saat ini,dan untuk adikmu aku akan mengantarkan makan malam tinggal beritahu alamat rumah mu aku akan mengantarkan tepat waktu,jadi tidak usah khawatir"
"E-eh tidak apa apa nih aoda-san,aku banyak merepotkan mu kalau begitu,aku juga mungkin tidak bisa membalas semua yang kamu lakukan saat ini"
"Tidak apa-apa santai saja,kalau begitu silakan beristirahat asada-kun"
"Ah ya,sampai nanti aoda-san"
Aku menggerakkan tangan ku dengan kaku,dan tersenyum
"Yaaa,sampai nanti"
aoda-san pergi, keheningan terjadi di ruangan tempat aku dirawat,aku baru sadar,kenapa fasilitas nya sangat mewah sekali,bahkan kasurnya sangat empuk dan cukup lebar.
"Ah kiyoki-kun,kau sudah baikan? Aku dokter yang bertugas merawat mu saat ini, panggil saja aku geto"
"Ah dr.geto-san mohon bantuannya"
"Ahahh jangan memanggilku dengan sebutan dr, panggil saja aku geto"
"Ah baiklah geto-san,apakah aku bisa keluar rumah sakit dalam waktu dekat ini?"
"Nampaknya tidak,tulang mu hampir semua nya retak,dan kau butuh penanganan lebih lanjut, mungkin 1 bulan,kau bisa sembuh"
"Apa?! Satu bulan"
"Ti-tidak usah teriak begitu,kalau kau ingin sembuh beristirahatlah,ah untuk sekarang tidak ada penanganan jadi tidur dulu sampai makan malam,sampai jumpa ya, panggil aku jika kau butuh bantuan"
"Baik, terimakasih"
Ah, nampaknya aku harus istirahat, pikiran ku mulai tenang, suasana yang sunyi membuat ku cepat terlelap.
ah....