Hakai

Hakai
[chapter 28-keluarga]



kami turun di halte kyanko.


halte yang urutannya dua di depan halte dekat rumah ku.


kenapa aku malah turun di halte yang jaraknya jauh dari rumah ku?


karena aku ingin membeli cemilan untuk awa, shiki-san ikut menemaniku karena rasa bersalahnya kepada awa.


yah memang shiki-san tidak ada salah dengan awa,tapi karena dia cukup dekat dengan awa dan shiki-san agak 'sedikit' terlalu panik akan suatu hal,karena itulah dia ikut dengan ku membeli cemilan sampai bertemu awa di rumah.


toko cemilan yang akan ku tuju adalah toko favorit awa,dulu ibu sering membeli cemilan untuk awa di toko ini.


yah itu sangat membuat ku nostalgia dengan masa-masa dulu itu.


ah pemilik toko ini,paman ban adalah teman ayah ku.


paman ban juga dekat dengan ibuku,dan karena itu aku dan awa dekat dengan paman ban,dia baik meskipun agak serakah,tapi dia tetap semacam berbagi makanan ke awa dan aku.


"ah kiyoki tumben sekali kamu kesini"


"ara~ kiyo-kun kamu sudah lama belum kesini ya~"


ah itu bibi fiwa istri dari paman ban.


dia sangat baik berbanding terbalik dengan paman ban yang cukup serakah terhadap uang.


awa tidak pernah bertemu dengan bibi fiwa karena bibi fiwa tinggal di luar kota dan pulang 2 bulan sekali.


bibi fiwa tinggal di tokyo untuk berkerja sebagai model.


yup model.


dia adalah model terkenal di tokyo,tapi aku penasaran apa alasan kenapa bibi fiwa menyukai bahkan menikahi paman ban?


"ah halo paman,halo bibi"


aku membungkuk dan mengucapkan salam.


"ara~ kamu masih tetap saja seperti dulu ya"


"ah kamu ini tidak tau saja kiyoki tidak akan berubah sampai kapanpun ahaha"


sial aku diledek lagi.


"ah itu siapa yang ada di samping mu kiyoki?"


bibi dan paman menengok ke arah samping ku tempat shiki-san berdiri.


ah akhirnya mereka menyadari sekitarnya.


kadang-kadang mereka tidak menyadari sekitarnya dan asik dengan urusan mereka sendiri.


"ah ini pacarku shiki aoda"


"salam kenal paman dan bibi~ aku adalah pacar dari kiyoki ini shiki aoda~"


"heh!"


mendengar hal itu mereka berdua terkejut.


"eee anu aoda-san kamu beneran pacar dari kiyoki?"


"iya aoda-chan kamu beneran?beneran kah?wah ini sungguh mengejutkan apalagi yang kita bicarakan ini kiyo-kun~"


"oi sebentar bibi dan paman ku yang aku hormati,kenapa ucapan kalian seakan meledekku bahwa aku ini tidak bisa mendapatkan pacar?"


hah kenapa orang-orang selalu bicara seperti?


meskipun aku cukup pesimis dan yah seperti ini,tapi aku tetap akan mendapat kesempatan yang sama seperti orang lain.


"ah paman dan bibi,tolong jangan bicara seperti itu,aku memang menyukai asada dan kami berpacaran tanpa ada paksaan sedikit pun"


"ah maaf kiyoki aku tidak bermaksud begitu"


"ah... iya aku juga minta maaf kiyo-kun,aku tidak bermaksud seperti itu maaf jika kami terlalu keterlaluan bercandanya"


mereka membungkuk dan meminta maaf dengan tulus.


"ah tidak apa paman,bibi aku tidak apa lagian aku tidak peduli dengan hal itu"


itu memang benar,aku tidak peduli apa yang dipikirkan oleh orang lain.


mau buruk atau tidak aku tidak peduli,aku hidup karena diri aku sendiri,bukan karena orang lain.


yang aku maksud disini bukan aku bisa hidup sendiri,tapi aku akan tetap hidup bahkan jika mereka menganggap aku sebagai sampah.


"ah..."


mereka terdiam.


lebih baik aku cepat membeli cemilannya dan pergi dari sini untuk melewati keheningan ini.


"ah paman aku ingin membeli 10 dorayaki dan 5 cemilan lainnya"


"ah iya sebentar aku bungkus kan terlebih dahulu"


paman ban langsung mengambil makanan yang aku pesan dan menaruhnya di kotak.


bibi fiwa melanjutkan menata pajangan dan membersihkan meja.


"ah ini kiyoki aku sudah bungkus kan"


dia memberi cemilan yang aku pesan tadi.


"ah terimakasih paman,ini uang nya paman"


hah?


kelebihan?


bukankah aku memberi uangnya pas ya?


"eee iya terimakasih,kami pergi dulu ya paman,bibi"


"ah iya kiyo-kun sampai jumpa"


setelah berpamitan kami berjalan pulang,tidak maksudku pulang ke rumah ku.


jika aku hanya bilang "pulang' saja itu akan di anggap bahwa kami itu sudah satu atap.


aku memang menginginkan nya,tapi itu akan mustahil terjadi kedepannya.


..........


setalah berjalan beberapa menit kami akhirnya sampai di pos penjaga dekat rumah ku.


yup ini adalah tempat paman hido berjaga.


dan aku melihat paman hido melihat kami dengan muka sinis.


"heh benar benar ya kamu kiyoki"


hah aku memang ada salah ya?


"kenapa paman? memang aku mempunyai kesalahan?"


shiki-san juga bingung dengan maksud paman hido.


"ckckck anak muda zaman sekarang memang seperti ini ya"


"paman bicaralah langsung ke maksud nya jangan bertele-tele seperti itu"


"aku tau kalian itu sedang melakukan rute itu kan? yah wajar saja kalian sudah berpacaran bahkan sangat dekat sekarang ini.."


dia berbicara dengan sangat berlebihan dan membuat pose seperti yang ada di drama televisi pagi hari.


"eee anu shiki-san kita langsung pergi saja,paman hido sedang masa sedihnya jadi lebih baik kita tinggalkan saja dia sendiri"


"ah baiklah aku juga tidak mau mengganggu paman yang sedang sedih itu hihi"


kami pergi meninggalkan paman hido dan langsung menuju ke rumahku.


.....


"kami pulang"


aku dan shiki-san melepaskan sepatu yang kamu pakai dan menaruhnya di rak.


saat aku melihat ke atas,awa sedang berdiri dengan wajah yang sangat menakutkan.


"eee anu awa maaf aku terlambat pulang"


"sebaiknya jelaskan secara terinci mengenai hal ini"


'glup'


aku menelan ludah karena ekspresi menakutkan awa, ditambah dia berbicara dengan suara yang datar dan pelan yang membuatnya menakutkan.


....


awa berdiri di depan ku dengan melipat kedua tangannya.


"sekarang cepat jelaskan,awas saja jika alasannya tidak masuk akal!"


"hih'


butuh beberapa saat hingga aku menjelaskan semuanya,secara terperinci dan sangat jelas.


dari awal sampai akhir aku menjelaskan semuanya.


"hmmm jadi begitu,memang tidak ada pilihan lain"


"maaf ya awa-chan aku tidak bermaksud meminjam kakak mu selama itu"


"e-eh siapa yang peduli dengan hal itu,a-aku hanya tidak mau onii-san melakukan hal aneh kepada onee-san"


dia memalingkan wajahnya ke arah samping, sebenarnya kenapa awa sekarang?


"ah aku minta maaf dengan tulus,dan ini aku berikan cemilan"


"wahhhh cemilan? terimakasih!"


dia langsung merebut cemilan itu dan memakannya.


"fh inw bwvt pnp-swn" (ah ini buat onee-san)


"ah terimakasih awa-chan~"


hah?


sebentar.


awa yang sangat egois terhadap cemilan membagi cemilannya???


tidak ada apa ini!!


.......