
setelah wilayah kinki,busan dan wilayah sekitarnya di kuasai oleh kiyoki.
berandalan yang berada di kota lain di haruskan membuat pilihan antara bergabung dengan rullers of world atau memberontak terhadap nya.
wilayah-wilayah kecil di sekitar busan dan kinki sudah di taklukkan tapi ada beberapa yang sudah menyerah dari awal dan tidak melakukan perlawanan sama sekali.
sedangkan wilayah-wilayah besar seperti Tokyo,shibuya,kyoto dan Yokohama membuat aliran dan memberontak terhadap rullers of world.
tapi tetap saja,jika mereka melawan gangster paling berkuasa di dua wilayah dengan berandalan kuat di dalamnya,sama saja bunuh diri.
meskipun keempat wilayah besar membentuk aliansi,tapi itu tidak cukup untuk membuat mereka runtuh selamanya.
dan.. akhirnya mereka memutuskan untuk mengajak seseorang untuk menjadi pemimpin dalam kubu pemberontak.
.......
di suatu malam, keempat perwakilan dari empat wilayah datang ke sebuah apartemen yang cukup kumuh untuk dibilang ini adalah tempat tinggal umum.
"oi sialan,apa ini benar tempatnya"
"ya,menurut mata-mata ku memang disini tempatnya"
"ck baiklah kita coba saja dulu"
kedua orang lainnya terlihat canggung mendengar mereka berdebat di tempat seperti ini.
setelah beberapa menit mereka berjalan, akhirnya sampai di salah satu kamar urutan 66.
"eeh ah halo,apakah ada orang di dalam rumah?"
"...."
mereka menunggu beberapa menit dan akhirnya ada suara pintu terbuka.
"woahhh.... ya siapa"
dibalik pintu itu,terlihat seorang pria berbadan cukup kecil dan ia terlihat seperti neet.
"e-eh.. kami ingin berbicara dengan Anda,apakah boleh?"
salah satu dari mereka bertanya dengan sopan agar tidak langsung di usir olehnya.
"hwamm... ya ya baiklah masuk"
setelah berbicara,ia langsung masuk ke dalam dan menggaruk kepalanya dengan menguap panjang.
"eh..."
"yah.. baiklah ayo kita masuk"
........
"jadi,apa yang ingin kalian bicarakan?"
'deg'
suasana yang tadinya tenang,menjadi berat hanya karena satu orang.
"ah anu,kami ingin meminta bantuan mu untuk melakukan sesuatu"
dia membuat wajah bingung untuk sesaat dan kembali tenang dengan sekejap.
"aku ingin memastikan, apakah ini ada urusannya dengan ku dan apa yang aku dapatkan dari aku ikut campur dalam masalahmu"
mereka terkejut,dari sikapnya yang cukup kekanak-kanakan dia menyimpan kepintaran yang luar biasa"
"ah silakan,lihat berkas yang aku bawa ini dan tolong berikan jawaban setelah nya"
salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah berkas dari sebuah tas lalu memberikannya kepada nya.
"...."
dia membaca berkas itu dengan tenang tanpa membuat suara sedikitpun.
"jadi.. ada ancaman di dalam dunia berandalan Jepang saat ini ya... dan setelah aku membaca berkas itu aku akan terlibat dengannya cepat atau lambat.."
"iya begitu,jadi daripada anda terlibat dengannya di masa anda susah,jadi lebih baik anda bergerak saat ini sebelum semuanya sudah terlambat"
" .... ya.. memang benar apa katamu,hah baiklah aku akan membantumu dan.. nampaknya aku akan menemukan lawan yang akan membuat ku terhibur sepanjang hidupku!"
'glup'
mereka berempat menelan ludah membayangkan bagaimana pertarungan antara dua monster itu.
"hahahaha baiklah,kalian belum tau namaku kan?"
"ya,kami kesini hanya karena kami tau anda adalah orang terkuat di era the blood dan tidak ada hal lain yang kami temukan selain itu"
"ya memang.... aku menyuruh orang-orang yang ada di era itu untuk menyembunyikan segala sesuatu tentang ku,dan perkenalkan namaku Takayama kajo"
....