Hakai

Hakai
[chapter 38-langkah awal]



mereka semua maju dan berdesakan untuk maju ke arah ku.


'ah sudah ada satu orang yang sampai disini'


murid itu melayangkan pukulan ke arah...?


dia membidik pukulannya di rambutku?


sudahlah.


tanpa basa-basi aku langsung memukul dagu nya dan memukul perutnya.


dia terlempar jauh dan menabrak murid lainnya.


dan setelah itu ada tiga orang yang mendekat ke arah ku dan mulai melayangkan pukulan nya.


mudah sekali menghindari pukulan mereka dan aku langsung menendang bagian tengah leher dan mulai melakukan gerakan yang sangat cepat untuk menyerang siapa saja yang mendekat ke arahku.


beberapa detik di udara aku langsung menapakkan kaki ku,dan mulai berlari menuju ke arah murid-murid itu.


"aku sudah lelah menunggu kalian,jadi jangan salahkan aku jika aku lebih dulu memukul kalian,jadi MARI KITA MULAI GAMENYA"


"ah kalian ini,sudah aku bilang lebih baik tunduk dan takutlah kepadaku,tapi kalian malah melawanku hah..."


aku menghela nafas panjang dan duduk di atas orang-orang yang sekarat karena ku.


mereka membentuk gunung manusia di kelas ini.


aku bangun dan berjalan ke luar kelas untuk melihat apakah tugas kazaki sudah selesai atau belum.


di lorong kelas,murid lain yang melihatku langsung berlari menjauh.


apa karena darah yang ada di bajuku?


banyak darah di baju dan wajahku.


lebih baik aku ke kamar mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan darah ini.


itu membuat noda pakaian kalian tahu.


aku berjalan ke kamar mandi dan melihat murid yang membully murid lainnya.


aku melihat wajah mereka dan mereka adalah murid dari kelas kazaki.


nampaknya kazaki belum menyelesaikan tugasnya hah.


"oi kalian minggir"


aku berdiri di belakang mereka.


hmm?


kenapa murid yang di bully oleh mereka ketakutan saat melihat ku?


"apa ha..."


mereka menoleh ke belakang dan melihat ku dengan ketakutan.


"kenapa?"


"hi-hih!"


mereka lari terbirit-birit setelah melihat ku?


ah lebih baik lupakan saja aku ingin cepat-cepat pergi ke tempat kazaki.


aku berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan melewati murid yang dibully itu.


"pergilah"


aku memegang pundaknya dan mengatakan hal optimis itu.


heh?


kenapa dia malah lari ketakutan?


aku menggaruk tengkukku dan membersihkan baju dan wajahku.


........


aku membuka pintu kelas kazaki dan masuk ke dalam kelas.


eeeee.


aku kira suasana kelas kazaki akan sama seperti kelas ku, ternyata tidak.


semua murid duduk tenang tanpa ada suara teriakan 'hah?!' di dalam kelas.


"ah tuan anda sudah sampai? maaf aku tidak memberi sambutan yang layak"


kazaki dan bawahannya datang ke arahku dan menundukkan kepala mereka seperti bawahan pada umumnya.


dan eeee....


aku agak risih dengan sikap kazaki yang semakin mendalami perang 'bawahan dan tuan'.


"eee kazaki bangunlah,aku agak risih dengan sikap mu itu"


"ah maaf tuan"


kazaki buru-buru bangun dan berdiri di depan ku.


"aku ingin berbicara padamu tentang masalah kekuasaan"


"ah baik,kalian.. cepat"


dia memerintahkan bawahannya untuk membentuk... hah?


bawahan kazaki membentuk meja-meja itu menjadi satu dan menaruh bangku di kedua sisi meja.


"silakan duduk tuan"


bawahan kazaki berbaris menunduk seperti tentara yang menunduk kepada raja di negara Inggris.


"eeee kazaki, tolong hentikan ini"


aku malu dengan sikap mereka yang terlalu mendalami ini!


"ah baik tuan,semua bubar!"


mereka pergi menjauh dan berdiri di pojok kelas.


aku tidak menyangka bahwa kazaki yang pendiam seperti itu,bisa berubah 180° seperti ini.


aku berjalan dan duduk di bangku yang sudah disiapkan.


kazaki juga sudah duduk di depan ku dengan sikap yang rendah hati.


"jadi tuan,apa yang anda mau bicarakan?"


"aku ingin membicarakan tentang apakah kamu sudah menaklukkan semua kelas 3?"


kazaki bernafas lega dan melanjutkan perkataannya.


"ah saya kira ada masalah yang tuan hadapi,aku sudah menyelesaikan tugas yang tuan berikan,bahkan aku juga sudah menaklukkan anak kelas 1"


wah kazaki selalu saja melebihi ekspektasi yang aku pikirkan.


"begitukah? kalau begitu bagus,aku akan pergi menaklukkan anak kelas dua dan kita akan selesai menguasai sekolah ini"


"ee bolehkah saya bertanya tentang suatu hal tuan?"


ehm bertanya apa? bukankah semua tugasnya sudah selesai?


"iya, silakan bertanya saja"


"saya ingin bertanya,kenapa tidak tuan suruh saja tuan natsume dan tuan kyaka?"


ah tentang itu,aku kira ada hal penting.


"ah itu.alasannya sederhana,aku hanya ingin murid-murid lain tau tentang kekuatan ku dan membuat ketakutan abadi terhadapku"


jika aku menyuruh natsume dan kyaka untuk melakukannya,aku mungkin hanya akan dibilang pemimpin numpang.


yah jika tidak seperti itu, intimidasi yang akan aku buat akan berkurang dan aku tidak mau itu terjadi.


"ah begitu,aku tidak akan menentangnya tuan"


"kalau begitu aku pergi dulu"


"baik tuan"


aku pergi keluar kelas dan pergi menuju ke lorong kelas 2.


belum aku jelaskan tentang ini.


jadi di akademi ryo,tiap kelas dibagi tiap lantai.


kelas satu ada di lantai terbawah,dan kelas tiga berada di lantai teratas sekolah ini.


meskipun di atas sekolah ini ada ruang guru dan ruangan lain, tapi tetap saja kelas tiga berada di lantai teratas.


jadi kelasku berada di pertengahan lantai sekolah,atau lantai dua sekolah ini.


sedangkan kelas kazaki berada di atas kelasku,jadi aku harus turun tangga untuk menuju ke kelasku.


jadi aku lewati saja pembicaraan membosankan ini.


.......


aku berjalan ke setiap kelas dan menaklukkan semua pentolan yang ada di setiap kelas.


dan aku menuju ke kelas terakhir,kelas yang katanya tidak pernah di taklukkan siapapun bahkan kazaki sekalipun.


pastinya sebelum shiki-san datang.


shiki-san itu sangat kuat dan merupakan monster di atas monster.


meskipun begitu masih ada seseorang yang berada di atas monster-monster itu.


ya emperor.


mereka berada di dunia yang berbeda dari dunia yang di tinggali oleh shiki-san.


aku membuka pintu kelas dengan tampak lelah.


"jadi... siapa murid yang memimpin kelas ini?"


aku melihat ke dalam kelas itu dan...


ada banyak orang di dalam kelas dan sedang memegang senjata tumpul dan tajam, seperti mereka sudah menunggu aku datang.


"ahaha cecunguk ini sangat sok sekali menaklukkan cecunguk lain,serang dia dasar bedebah!!"


bawahan orang itu lari dengan kencang menuju arah ku.


"hah lebih baik aku selesaikan dengan cepat"


aku memakai 40% kekuatan ku agar bisa membunuh 3-7 burung dalam satu tembakan.


dalam sekejap aku langsung semua orang yang ada di kelas terkapar tidak berdaya.


"jadi bisa kita mulai???"


aku melihat pemimpin kelas itu dengan muka datar yang aku buat.


aku langsung berlari dan memukul muka pemimpin itu dan dia langsung terlempar ke luar kelas.


"sudah semua kan?"


jadi mari kita mulai langkah kedua.


......