Hakai

Hakai
[chapter 33-kemalangan]



sudah dua hari sejak pertandingan pertarungan fisik itu dimulai.


banyak yang terjadi,dari kazaki yang menjadi bawahan ku dan lain sebagainya.


tapi ada hal yang membuat aku sedikit risih.


shiki-san terlihat seperti sedang menjauhiku,dan kadang-kadang di kelas ia sering melamun seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat sedang terjadi.


padahal biasanya shiki-san sangat optimis bahkan menghadapi masalah sulit sekalipun.


sepulang sekolah aku memutuskan mengikuti shiki-san.


aku mengontak kazaki,natsume dan kyaka untuk mengikuti shiki-san juga seusai pulang sekolah.


aku mengikuti shiki-san dari sudut pandang belakang dalam jarang 20 meter,dan yang lain berada di sudut pandang lain dengan jarak kurang lebih 30-35 meter.


ah kemana ini?


aku terus mengikuti shiki-san hingga ke prefektur yang dipenuhi bangunan kumuh dan tidak terawat sama sekali.


shiki-san berhenti di salah satu gang dan aku memanjat tembok di salah satu rumah dan berada di balkonnya.


aku bersembunyi di salah satu tembok di sudut balkon.


yang lain bersembunyi di atap yang lebih tinggi dan sudah mempersiapkan pistol angin untuk jaga-jaga.


...


selama beberapa puluh menit shiki-san tetap berdiri di situ tanpa bergerak sedikit pun.


sebenarnya ada apa ini,dan shiki-san sedang menunggu siapa?


ah kazaki mengechat ku.


'tuan aku melihat segerombolan orang berjalan ke arah shiki-san,mereka berjumlah 7-11 orang dan berumur lebih dari 18 tahun dan mereka semua adalah pria"


7-11 orang,dan mereka semua adalah laki-laki yang berumur lebih dari 18 tahun.


aku memikirkan masalah yang shiki-san hadapi,dan aku mendapatkan satu kesimpulan.


mereka semua adalah gangster atau mafia.


'bagaimana ciri-ciri fisik mereka semua?'


'aku melihat dengan samar,kulit mereka putih dan berambut pirang semua,dan seseorang yang paling depan yang nampaknya merupakan pemimpin mereka nampak seperti paman berusia 32 tahun'


seperti yang sudah aku duga,mereka semua gangster atau mafia yang berasal dari negara eropa.


'terus awasi mereka'


aku melempar alat penyadap ukuran mikro ke arah shiki-san dan tepat mengenai bajunya.


bahkan seseorang seukuran shiki-san tidak mungkin ia bisa mendeteksi adanya alat penyadap yang ukurannya sekecil itu.


aku memakai earphone untuk mendengarkan percakapan mereka.


ah mereka sudah sampai.


[note\=pembicaraan shiki dan gangster atau mafia asal Eropa itu akan aku gunakan tanda baca yang berbeda]


-aku sudah mengatakan bukan jangan menggangguku-


-terus? kau berani mengatur-atur ku seperti kakak mu yang bodoh itu ahahaha-


mereka semua tertawa dengan terbahak-bahak seolah-olah mereka berkuasa atas shiki-san.


akh aku ingin sekali langsung memukul mereka saat ini.


'tahan bos,kita harus mengetahui semua rahasia dan informasi mereka sedetail mungkin'


natsume berkata seperti itu,dan yah ia seakan bisa membaca pikiran ku sekarang.


-a-aku mohon Alberto-


shiki-san menunduk dan memohon kepada pemimpin orang-orang itu yang bernama Alberto.


mendengar itu,alberto langsung tertawa dan langsung memasang wajah datar.


HAH?!


orang sialan itu langsung mencekik leher shiki-san.


-shiki-shiki kamu itu meminta hal tanpa ada imbalannya ya,kamu kira aku adalah penggalang amal baik hah?!'


si sialan itu malah makin mencekik leher shiki-san.


-a-a maafkan aku Albert,j-j-jadi kamu mau meminta a-apa?-


shiki-san berbicara dengan terbata-bata.


aku mengepalkan tangan ku dengan sekuat tenaga hingga telapak tangan ku berdarah.


-aku mau meminta apa? aku ingin meminta kau ingin manjadi pasangan ku-


'dasar bajingan tengik!'


-a-ku minta ma-maaf...-


shiki-san langsung di pukul dengan kencang...


ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.


aku langsung berlari dengan cepat dari atap ke atap dan langsung menghajar salah satu dari mereka.


"hah siapa bajingan ini?!"


aku melihatnya dengan mata dan wajah yang datar.


'ma-maaf a-asasa'


"kau bertanya tentang siapa aku? aku adalah seseorang yang akan menghajar bajingan yang berani mengganggu shiki aoda!"


"apa ini? cepat hajar dia dasar tolol!"


mereka semua mendekati ku dengan tampang mengerikan.


"keroyokan? ahahaha baik"


aku tersenyum dengan senyum sangat senang.


ahhh aku sangat senang sekali sekarang,jadi perasaan apa ini?


ehehehehe hahahaha!!!


aku menghajar mereka semua dengan perlahan tapi aku mulai dengan sedikit demi sedikit menyiksa mereka.


ini sangat menyenangkan!


"a-eh... si-siapa sebenarnya bajingan gila ini?"


"ha-hah?"


aku menengok ke arahnya dengan wajahku yang penuh darah dan senyum yang sangat lebar yang aku buat.


"eeee ah---"


dia lari terbirit-birit.


"a-yo kita bermain lagi"


sayangnya kecepatan itu adalah kecepatan yang bisa aku kejar dengan mudah.


aku langsung menangkap nya dan langsung meninju dengan pelan tapi pasti.


terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus terus.


apa ini.


kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?


"hentikan tuan jika terus di lanjutkan ia akan mati"


"ya bos mohon jangan gegabah"


mereka bertiga memegang badan,tangan dan kakiku dengan cengkraman yang sangat kuat.


ah iya lebih baik aku tenangkan diri ku.


aku melihat ke arah bajingan itu,dia terjatuh,babak belur dan tersungkur lemas tidak bisa bergerak sedikit pun.


"maaf aku gegabah"


mereka melonggarkan cengkraman nya.


aku langsung berjalan ke arah shiki-san dan berhadapan dengan nya.


"ma-maaf asada..."


"sudah shiki-san,lebih baik kamu istirahat saja aku akan mengurus sisanya"


aku tersenyum dan menutup mata shiki-san.


aku mendekatkan wajah ku ke arah telinganya dan mengucapkan...


'shiki-san aku sangat mencintaimu'


shiki-san langsung tertidur pulas.


aku menggendong shiki-san layaknya bayi yang sedang tidur.


"kazaki aku minta tolong urus sisanya,aku akan mengantarkan shiki-san ke rumahnya"


"ya tuan,kami akan mengurus sisanya,silakan antarkan saja pasangan tuan ke rumahnya"


"terimakasih kazaki,aku berhutang Budi kepada kalian,aku akan membalasnya nanti"


aku meninggalkan mereka dan membawa shiki-san keluar dari prefektur ini.


dan hujan turun dengan sangat deras.


aku menurunkan shiki-san dan mencopot jaket yang aku pakai,dan memakaikannya ke shiki-san agar ia tidak sakit.


setelah itu aku kembali menggendong shiki-san dan lanjut berjalan.


aku berjalan dengan datar tanpa ada perasaan sedikit pun.


marah,sedih aku tidak lagi merasakannya.


aku merasakan perasaan yang tidak pernah aku rasakan selama ini.


ya, perasaan hampa tanpa ada perasaan lain di dalam hati ku.