
setelah pertarungan itu.
gejolak perang mulai memanas di antara wilayah lain yang mewaspadai geng rullers of world.
ada yang ingin bergabung menjadi sebagian aliansi dengan rullers of the world.
dan ada yang membangun aliansi baru dan memilih untuk melawan rullers of the world.
di pimpin oleh ketiga wilayah besar di Jepang,Tokyo.
shibuya dan osaka.
memimpin wilayah lain mereka memilih untuk memberontak dan mendeklarasikan perang terhadap rullers of the world.
pemimpin sekaligus pelopor berdirinya aliansi ini adalah kawaki oyada.
senior di dunia preman Jepang.
dan orang yang pernah menumbangkan semua preman di insiden perang 17-the blood.
seorang monster di era nya dan semua preman tunduk padanya karena kekuatan yang luar biasa itu.
akan tetapi di umur nya ke 16 tahun dia memilih pensiun dan menjalani hidup normal.
meskipun begitu dia tetap di hormati oleh preman-preman di seluruh Jepang.
dan sekarang.
karena situasi yang memanas di antara semua wilayah,yang berpotensi menjadi perang dan perpecahan besar-besaran.
karena itu dia turun tangan dan memimpin semua preman yang memilih memberontak untuk membentuk aliansi dan melawan rullers of the world.
'akh'
kepala ku.. tidak,semua tubuhku seakan mau lepas karena rasa sakit yang luar biasa ini.
aku perlahan-lahan membuka mata ku dan melihat sekeliling.
karena kepalaku yang tidak bisa di gerakan aku hanya melihat dengan menoleh secara manual dengan menggunakan mata saja.
'siapa itu?'
aku melihat seorang perempuan yang juga di rawat di samping meja tidurku.
"kau sudah bangun,hah"
aku menoleh ke arah suara itu dan terlihat seorang yang tidak asing di mataku.
"ayane..."
dia tertawa dan mengucapkan
"ahahaha kau memang sangat lucu,ya ini aku ayane. kau tidak lupa dengan orang yang pernah kau kalahkan kan?"
"aku memikirkannya,aku sudah lupa dengan orang yang aku kalahkan"
"ck jangan jujur seperti itu juga"
dia membuat wajah tak biasa mendengar jawabanku.
"ayolah,aku hanya bermain saja kamu tau"
dia berbalik dan diam tak menyautku kembali.
'....'
setengah jam berlalu dan ya dia tidak bergerak dan tidak mengatakan apapun.
"hey kau tidak mudah terbawa perasaan kan?"
"..."
dia tidak menjawabnya sama sekali.
"hahhh ternyata orang terkuat di Busan bisa mudah ngambek jika tidak dituruti keinginan nya"
"apa kau bilang hah?!"
dia langsung berbalik menghadapku dan menatap dengan tajam.
"ahaha tuh kan,aku tidak salah"
"bahkan saat kau sedang seperti ini masih saja menyebalkan hah dasar sialan?!"
dia mulai mengoceh selama beberapa menit.
'...'
kenapa?
dia mulai berhenti mengoceh dan terdiam.
"kau tau... kau adalah seseorang yang bisa aku ajak untuk bercanda dan sebagai orang yang aku marahi setiap hari.."
ayane berhenti sejenak dan mulai melanjutkan kembali perkataannya.
"kau tau juga kan... menjadi pemimpin dari grup besar adalah tanggung jawab besar... perpecahan, pengkhianatan,baku hantam tidak bisa aku hindari setiap hari"
hmm..
aku mulai memikirkannya.
orang-orang seperti ayane memang merasakan hal pahit seperti itu.
orang lain melihat bahwa ayane dan orang-orang seperti nya adalah orang-orang istimewa yang mendapat kekuatan spesial dan di atas rata-rata.
tapi yang sebenarnya?
ayane memiliki beban yang sangat berat untuk dia angkat sendirian.
meskipun begitu dia tetap melakukan nya.
kenapa?
jawabannya sederhana,jika sesuatu yang harus kita tanggung,tidak kita lakukan dan terus menghindar.
itu akan semakin berat dan semakin besar jika terus menghindari nya.
"..... aku tahu itu,... jika kamu mau aku akan menjadi teman berbicaramu seperti ini apakah kau mau?"
.....