Hakai

Hakai
[chapter 7-kehidupan yang mulai berubah]



Ke-kenapa aoda-san pindah ke sekolah ini?


yah Kesampingkan tentang itu,yang lebih penting,kenapa dia masuk ke kelas yang sama dengan ku???


bukankah jika kau pindah tidak akan satu kelas dengan orang yang kita inginkan?


meskipun kebetulan sekalipun itu kesempatan nya hanya kurang dari 10-5%


jadi apa ini kebetulan? atau bukan?


hmmmm membingungkan.


lebih baik aku tidak berpikiran yang aneh-aneh sekarang ini.


Aoda-san berjalan menuju ke... Sebelah ku??


Aku melihat bangku kosong di sebelah ku,tapi bukankah ada orang yang menempati bangku itu?


Kenapa dia tidak ada sekarang ini?


kalo tidak salah yang duduk disitu adalah orang yang merundung ku 2 minggu kemarin dan membuat ku masuk ke rumah sakit,aku kesal dengan dia,tapi tanpa dia aku tidak akan bertemu dengan aoda-san


gakh Pertanyaan-pertanyaan aneh muncul di kepala ku dan mulai mengitar di kepala ku,hahaha aku mulai gila.


Jika kalian bertanya kenapa aku bingung tentang pertanyaan yang mudah seperti itu?


Bukannya aku bodoh atau apapun itu, tapi memang itu adalah pertanyaan yang mustahil aku jawab, kenapa? Ya karena jawaban dari pertanyaan itu memang yang tahu hanya beberapa orang atau bisa kusebut minoritas yang tahu,aku tidak termasuk dari beberapa orang atau minoritas itu.


memang kenapa seperti itu?


jawabannya sederhana saja, pertanyaan itu adalah pertanyaan umum, seperti dimana letak gunung? jawabannya pasti akan di jawab berdasarkan dimana wilayah kau tinggal atau kau berada,pasti ada yang menjawab A dan ada yang menjawab B.


itu terlalu umum untuk di jawab dan memang bisa dijawab tapi tidak ada jawaban pasti,dan lebih buruk nya lagi,tidak ada yang akan menentukan apakah jawaban itu benar atau tidak.


"yahoo~ kiyo-kun,mohon bantuannya selama semester ini~"


Dia membuat ekspresi yang sangat tidak bisa ditahan oleh lelaki biasa, segitu saja penjelasan ku,jika lebih lanjut aku jelaskan,novel ini akan masuk label dewasa.


"Eee ya,baiklah mohon bantuannya juga"


Aku tersenyum dan membuat ekspresi tidak peduli agar dia menyerah mendapatkan apa yang dia mau.


aku juga tidak tau hal apa yang aoda-san mau,jadi lebih baik ambil aman saja untuk sekarang ini


Kalian bertanya lagi kenapa aku tau dia menginginkan sesuatu? Gampang,kau tidak akan didekati jika ada maunya,sekian.


"Ah baiklah, berkenalan nya nanti saja,kita akan lanjut di buku halaman-------"


----


Bel istirahat berbunyi,yah..... aku menunggu hal itu,saat bel berbunyi ,aku ingin belajar dan makan untuk mengisi tenaga ku.


Tapi tampak nya itu tidak akan terjadi.


kau pasti tau kenapa itu terjadi.


"Nee~ kiyo-kun,mau ikut makan siang dengan ku?ah.. jangan khawatir aku membawa bekal ku sendiri jadi kita bisa langsung makan bersama"


Yah aku tidak peduli,asal cepat selesai.


"Baiklah... Kalau bisa,kau mau belajar bersama denganku?"


"Ah kau memperbolehkan nya? Terimakasih,ehm~ ayo kita belajar bersama"


Saat-saat itu,aku sangat menikmatinya,bohong jika aku tidak menikmati nya, meskipun tadi aku bilang aku tidak peduli tentang apapun. Di poin ini,aku seakan berbicara omong kosong.


Perasaan yang bahagia ini,apa namanya perasaan ini?


Yah siapa yang peduli aku menikmati saat-saat ini,lebih baik,aku Nikmati selagi bisa.


jika aku terus berlama-lama dan tidak peduli dengan perasaan dan keadaan saat ini,aku akan menyesal seumur hidup


------------