
"hah apa maksudmu?!"
ayane terkejut dengan apa yang barusan aku katakan tadi.
yah wajar saja.
"yah aku tau kau akan bilang seperti itu"
"lalu??"
ayane membuat wajah marah dan melotot ke hadapan ku.
"kau tau, orang-orang seperti kita tidak punya tempat untuk menuangkan semua pikiran. ntah itu demi menjaga image atau apapun itu"
ayane terdiam sebentar karena mendengar jawabanku itu.
"ya... itu memang benar..."
ayane menerima kenyataan pahit dalam menjalani kewajibannya itu.
aku berpikir bahwa selama ini ayane tidak menerima kenyataan pahit itu dan terus menjalani nya dengan kebohongan.
"ya,dan karena itu juga apakah kamu mau menerima tawaranku itu?"
"...."
ayane tidak menjawab pertanyaan ku.
"tenang saja,aku menawarkan itu tidak ada maksud tersembunyi apapun"
"..... baiklah"
"hmm?"
"kau lihat apa hah?!"
ayane tersipu malu saat menjawab pertanyaan ku itu.
"heee kau kenapa"
"ck diam lah"
ayane berbalik dan diam selama beberapa jam kedepan.
....
di lain tempat.
shiki sedang berjalan menuju tempat kiyoki di rawat.
shiki sedang sangat bahagia karena ia akan merasakan kembali perasaan saat ia pertama kali bertemu kiyoki.
perasaan bahagia dan perasaan cinta yang menggebu-gebu yang ia rasakan pertama kali dalam hidupnya.
shiki juga membawa buah,makanan dan minuman cola kesukaannya.
beberapa menit kemudian shiki sudah sampai di tempat kiyoki di rawat.
dan..
saat ia mau membuka pintunya...
terdengar suara canda tawa yang berasal dari dalam ruangan.
suara kiyoki yang sangat familiar di telinga shiki, terdengar sangat gembira dan senang.
terdengar juga suara perempuan yang juga memarahinya dengan suara tinggi,tapi terdapat kasih sayang di dalamnya.
ia..
terbujur kaku mendengar itu.
perasaan nya..
shiki berlari kencang dan menjatuhkan barang yang ia bawa tadi..
kiyoki yang mendengar itu, langsung merasa bahwa shiki ada di depan ruangan ini dan mendengar ucapan tadi.
kiyoki pun tidak langsung berpikiran jernih,dan langsung merobek semua perban di tubuhnya,dan berlari mengejar shiki.
ayane yang melihat itu,mengalami perdebatan pikiran.
berjuang atau tidak?
hanya waktu yang akan menentukannya.
'hah-hah...'
aku terus berlari dan berlari mengejar shiki-san.
meskipun tubuh ku sangat sakit dan rasa sakit itu tidak bisa aku tahan,dan memaksakan nya untuk berlari.
'akh!'
aku tersandung sebuah meja dan membuat ku jatuh dan terlempar keluar gedung lewat jendela.
'ah...'
tubuh ku berputar-putar di udara.
semua terkesan melambat, perlahan-lahan angin yang sejuk dan kuat menerpa tubuhku.
tubuhku tidak bisa ku gerakan.
perlahan-lahan, kesadaran ku mulai menghilang di antara angin yang dingin ini.
'buk!'
.......
"hah apa yang terjadi ini?"
kazaki,natsume,kyaka dan para eksekutif lainnya terkejut karena terjadi keramaian di sini.
tanpa tau apa yang terjadi,mereka sudah memiliki firasat burik tentang keramaian ini.
"ah permisi paman,ada keramaian apa ini?"
kazaki bertanya kepada salah satu pria di depan.
"ah ini,tadi ada seorang pria yang jatuh dari lantai 3 melewati jendela"
"hah!?"
kazaki dan lainnya langsung berlari menyerobot semua orang yang ada di depan dan melihat, pemimpin kedua wilayah generasi lalu menggendong kiyoki.
"ah kau tidak apa aoda-san?!"
mereka langsung berlari ke arah shiki dan ayane.
"ah tidak apa,mungkin kamu juga lebih baik bertanya kepadanya,karena lukanya mungkin lebih parah daripadaku"
mereka melihat ke arah ayane yang terlihat ngos-ngosan dan terlihat akan pingsan kapanpun.
"apakah kau tidak apa ayane-san?"
"ah ahaha tak apa,aku cukup baik dibandingkan ia"
"hah apa maksudmu?!"
"kau yang memulai duluan kan?!"
kazaki,natsume dan kyaka menggelengkan kepala mereka karena masih sempat-sempatnya bertengkar di situasi seperti ini.
"ah lebih baik kita bawa kiyoki ke ruangan igd terlebih dahulu agar lukanya tidak lebih parah lagi"
"ah lebih baik kita lakukan itu terlebih dahulu"
setelah mengucapkan itu mereka langsung berlari ke ruangan igd.
"eeee nampaknya kiyoki adalah seseorang yang bisa mempengaruhi pikiran seorang musuh bahkan jika mereka adalah rival sekalipun"
......