
pagi hari.
jalanan yang basah karena terjadi hujan deras pada malam hari.
embun-embun masih terlihat di dedaunan yang hijau.
udara sejuk bisa terhirup dimana pun kalian berada.
tapi..
suasana saat itu sedang tidak bersahabat dengan suasana yang sangat indah seperti ini...
ya, sekarang adalah hari dimana perang akan dilangsungkan.
di sebuah tanah lapang yang sangat luas, terdapat jutaan orang di sini.
mereka berdiri bersimpangan dan saling menatap satu sama lain.
kedua kubu menyimpan amarah dan dendam yang besar satu sama lain.
dan perang ini,akan menjadi penentu dari semua kemarahan mereka dan takdir dari berandalan di seluruh wilayah Jepang.
apakah akan menjadi era perdamaian atau kekacauan?
tidak ada yang tau,dan tidak ada yang berani menebak hal itu.
kiyoki,dan orang-orang dari kubunya berjalan mendekat ke arah kubu pemberontak.
sedangkan disisi lain,kubu pemberontak yang dipimpin oleh kajo sama-sama berjalan ke arah kubu kiyoki.
"oi sialan,kita selesaikan disini juga"
kajo berteriak kepada kiyoki dengan keras.
"heh ya,kalian semua..."
kiyoki menarik nafas panjang.
"maJUUUUU!!!"
"WOAHHH!!!!"
semua orang dari kubu kiyoki berteriak dan berlari mendekati kerumunan kubu pemberontak.
"jangan ragu-ragu disini sialan,MAJU!!!"
"ahaha itu baru pemimpin kami!"
dan orang-orang dari kubu pemberontak juga berlari.
guncangan dan suara tepakan kaki terdengar sangat keras.
sekarang,perang yang menjadi penentu takdir.
dimulai.
.......
'hah-hah'
aku berlari dengan cepat maju kedepan,melompat ke depan dan langsung memukul wajah salah satu orang yang ada di depan ku.
setelah itu,dengan membabi buta terus dan terus aku memukuli orang yang ada di depan ku dan terus maju kedepan.
"oi sialan, apa-apaan ini kau ini monster atau apa hah?!"
salah satu orang,yah mungkin dia cukup terkenal mungkin,berbicara dengan ku dan ingin memukul ku.
"hah?"
aku menghindari pukulannya dan langsung menyerang balik ke arah perutnya.
saat terkena pukulan ku,dia langsung terlempar jauh ke belakang.
'memangnya aku memukul dengan keras ya?'
yah,aku tidak berpikir bahwa pukulanku tadi akan sangat kencang dan kuat sehingga mudah untuk melempar seseorang sejauh itu.
'lupakan saja,lebih baik aku maju ke depan agar perang ini cepat selesai'
perang terus berlanjut hingga beberapa jam kemudian dan belum ada yang bisa mendominasi di dalam perang ini.
ya,mereka masih setara dalam hal jumlah dan kekuatan.
kiyoki dan kajo, sama-sama terus membabi buta menghabisi musuh-musuh yang ada di depannya.
sedangkan yang lainnya,juga melindungi kiyoki dan kajo dari serangan dadakan dari musuh.
dan akhirnya,perang ini mencapai puncaknya.
shiki,dan kazaki berhadapan dengan perwakilan Tokyo dan juga petinggi lainnya.
"heh,aku tidak menyangka akan berhadapan dengan petinggi dari musuh mari kita lihat seperti apa kekuatannya"
"aoda-san,biar aku yang mengurus si sialan ini lebih baik kau pergi saja duluan"
"yah baiklah,kau juga hati-hati--"
tiba-tiba perwakilan Tokyo dan juga petinggi lainnya terlempar ke atas oleh kiyoki.
"kalian para sialan,kau tau ini bukan permainan berandalan melainkan perang jangan bermain-main seperti itu disini"
"da-dasar sialan"
satu pukulan,membuat para petinggi itu langsung pingsan dan tidak bisa bergerak lagi.
"dan sekarang.."
kiyoki melihat ke arah kajo,yang sudah menghabisi seluruh bawahannya dan hanya tersisa petingginya saja.
"ahahaha kau ini memang monster ya"
"kau juga,dari kabar yang beredar memang sama dengan kenyataannya"
mereka berdua saling menatap satu sama lain.
di langit senja ini,pertarungan antar pemimpin dan menjadi penentu perang ini.
dimulai.
.......
di sebuah gedung pencakar langit lantai teratas.
"apakah dia sudah memenangkan perang itu?"
seseorang dengan rambut pirang berbicara kepada pria besar yang ada di belakangnya.
"tidak,belum tuan"
orang berambut pirang itu melihat kembali ke arah kaca tembus pandang itu dan berpikir sejenak.
"siapkan mobil dan kita akan ke sana setelah perang itu selesai"
"baik"
.......