Hakai

Hakai
[chapter 62-keluarga]



'suara helaan nafas'


aku sangat kelelahan akhir-akhir ini.


melatih anggota,melihat perkembangan petinggi mengurus keuangan rullers of the world dan lain sebagainya saat siang hari.


saat malamnya,aku harus mengerjakan tugas yang sekolah kirimkan kepadaku.


ah,pasti kalian selama ini bertanya-tanya kenapa aku tidak bersekolah saat ini?


aku meminta kepada sekolah untuk tidak hadir untuk setengah tahun.


sempat ditolak memang oleh pihak sekolah,tapi untung saja setelah dibujuk oleh shiki mereka semua mau menerima permintaan ku,dengan syarat bahwa sekolah akan mengirimkan tugas selama waktu pembelajaran dan cuti yang diambil.


yah,itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.


"kakak,kamu mau makan? aku sudah membuat sup kari untuk kita makan malam.bukankah sudah lama.... sekali saat kita berdua makan malam bersama"


ah,setelah aku pikir-pikir lagi.sudah cukup lama aku tidak meluangkan waktu untuk keluargaku satu-satunya,adikku sendiri.


"ya, baiklah aku mandi dulu sebentar dan mengganti bajuku dulu ini sudah bau keringat kau tau"


"ya-ya cepatlah,jika kau lama maka akan aku habiskan semua makanannya"


"heh kau ini.."


aku langsung mencubit pipinya karena sudah meledekku tadi.


.......


'selamat makan'


aku memakan kare yang dibuat oleh awa,rasanya mungkin masih sedikit terlalu pedas dan sedikit asin tapi ini akan tetap kumakan.


"bagaimana caramu memasak kare ini,padahal sebelumnya kau tidak tau cara memasak apapun?"


"hehe,aku meminta bantuan dari shiki-nee san untuk membuat kare ini"


'ah..'


meminta bantuan shiki ya,pantas saja.


aku mengelus rambut awa untuk memberinya semangat dan ucapan terimakasih atas kerja kerasnya.


ah aku baru ingat.


"oh ya awa,besok pagi kita akan langsung membereskan rumah ini untuk pindah ke rumah yang baru"


"eh-- ke-kenapa terlalu mendadak seperti ini?"


"maaf,aku lupa untuk memberitahumu kemarin tapi jika kau mau aku bisa undur untuk pindahan be---"


"bu-bukan seperti itu,kau tau kan kak.ini adalah rumah peninggalan ayah tidak mungkin kita pindah dari sini, apalagi..... ini adalah satu-satunya peninggalan ayah yang tersisa.."


awa sangat menyayangi ayah,bahkan saat kematiannya dia sangat histeris sampai ingin menuju ke hutan.tempat ayah meninggal.


jadi, hal-hal yang berhubungan dengan ayah.sekecil atau sebesar apapun dia akan tetap menjaganya dan aku tidak keberatan dengan hal itu.


"aku mengerti akan hal itu,tapi tenang saja saat kita pindah aku akan mengamankan rumah ini agar tidak dirusak siapapun.aku juga melakukan hal ini karena... aku sudah mendapatkan banyak uang dan kali ini aku ingin membahagiakan kamu dan ibu.."


aku sudah mendapatkan banyak uang dari usaha yang dilakukan anggota rullers of the world.


tapi,jika uang-uang itu tidak bisa mendatangkan kebahagiaan pada keluarga apa gunanya.


"kakak berjanji?"


"ya,aku janji akan melindungi rumah ini yang merupakan satu-satunya peninggalan ayah jadi tidak usah khawatir ya"


"terimakasih kak"


setelah itu kami makan malam dengan canda tawa.


meskipun banyak hal yang terjadi,ntah itu senang atau sedih.


aku melewati itu semua.


untuk hal-hal lain,akan kupikirkan nanti.


dan saat ini,aku hanya fokus untuk kebahagiaan awa.


dan membawa ibu kembali kepada kami,agar awa tidak sedih lagi untuk saat ini dan seterusnya.