Hakai

Hakai
[chapter 41-pengakuan kiyoki]



aku telah menaklukkan semua sekolah yang ada di distrik ini.


aku juga telah memiliki semua koneksi dari tempat hiburan,rumah sakit, hotel hingga pabrik.


aku melihat pengaruh yang aku punya di website tertentu yang bisa menunjukkan pengaruh seseorang,dan aku berada di urutan pengaruh terbesar ke 2 setelah shiki-san.


saat ini aku sedang menuju ke rumahku untuk mengganti baju dan makan malam bersama awa.


aku melewati sebuah gang dekat rumahku dan tiba-tiba ada orang yang berada di depan ku.


"siapa?"


karena sudah malam,dan gang di dekat rumahku agak gelap karena tidak ada nya lampu di jalan.


"asada kamu ingin kemana?"


aku memajukan wajah ku dan melihat shiki-san yang tepat berada di depanku.


"wah!"


aku terjatuh karena terkejut melihat shiki-san yang tiba-tiba muncul.


"ahaha kamu ini mau bagaimanapun kamu,kamu tetap ceroboh seperti itu ya"


shiki-san tertawa dan mengulurkan tangannya ke arahku


aku memegang tangan shiki-san dan berdiri di depan nya.


"ah shiki-san kamu ini mengejutkan aku saja"


"ehehe maaf ya,aku ingin mengejutkan mu dengan tiba-tiba ada disini tapi kamu tidak ada di rumah"


"ah maaf shiki-san,aku pergi sebentar tadi,sebagai permintaan maaf mau kita bergandengan tangan seperti biasa?"


aku mengulurkan tanganku ke shiki-san untuk mengajak shiki-san untuk bergandengan tangan.


"kamu masih bertanya,aku sangat rindu bergandengan tangan denganmu kamu tau"


shiki-san menerima tawaran ku dan kami berjalan bersama.


kami tertawa dan bercanda dengan sangat heboh seperti biasa.


kadang-kadang shiki-san mencolek-colek pipiku,dan lain sebagainya.


ahh sudah berapa lama aku tidak merasakan hal membahagiakan seperti ini?


sebentar, bukankah aku tidak pernah merasakan seperti ini selama seminggu?


rasanya seperti sudah berbulan-bulan aku tidak merasakan ini.


lupakan saja lebih baik aku menikmati saat-saat bersama shiki-san seperti ini.


.....


aku dan shiki-san sudah sampai ke rumahku.


dan awa menunggu di depan pintu rumahku,dengan memasang wajah seram.


eee mungkin dia marah karena aku sering pulang telat lagi?


"yahoo~ awa-chan lama tak jumpa"


"halo onee-chan,silakan masuk duluan aku ingin bicara dengan onii-san"


"ah awa-chan~ aku membawa banyak cemilan loh"


"ah ehm baiklah,ayo kita masuk"


awa berubah pikiran dan masuk ke dalam duluan.


eee, nampaknya benar, cemilan adalah segalanya bagi awa.


bahkan jika dia sekesal apapun kepadaku jika ada cemilan semuanya akan selesai.


aku ingin sekali bisa seperti awa.


.......


setelah makan malam,aku dan shiki-san berada di ruang tamu untuk menonton televisi.


di malam hari banyak sekali tontonan berkualitas yang bisa kau tonton di sini.


dari film hingga anime.


awa sedang ke minimarket untuk membeli beberapa bumbu masak dan lauk untuk sarapan besok.


ya,jadi.... aku sedang berduaan dengan shiki-san tanpa ada seorang pun disini.


jangan berpikiran aneh-aneh ok,ini adalah novel gangster dan bukan novel H.


"anu asada,aku ingin bertanya sesuatu,apa.. boleh?"


"ehm mau bertanya apa?"


wajahku yang tadinya fokus ke televisi,menoleh ke arah shiki-san yang ada di sebelahku.


shiki-san terdiam sebentar dan melanjutkan ucapannya tadi.


"kenapa kamu menyembunyikan kekuatanmu itu.. dan kenapa kamu malah jadi seperti ini?... apa karena.. aku?.."


"ah aku kira ada masalah penting apa... aku jawab pertanyaaan pertamamu tadi,jawabannya sederhana shiki--san aku hanya tidak ingin aku menerima beban dan tanggung jawab yang berat karena aku menunjukkan kekuatanku itu"


shiki-san sedikit terkejut dengan jawabanku,setelah itu aku melanjutkan ucapan ku.


"pertanyaan kamu yang kedua... jawabannya juga sangat sederhana,aku tidak ingin menundukkan kepalaku pada orang lain lagi,dan.. memang alasan utama mengapa aku melakukan ini adalah kamu shiki-san... tapi ada alasan lain..."


shiki-san kembali terkejut dengan jawabanku.


aku berhenti berbicara sejenak dan memikirkan,betapa munafik nya aku dulu.


aku lebih munafik dari orang yang ingin menyelamatkan dunia dengan mengorbankan nyawanya...


sedangkan aku.. aku itu pengecut munafik yang tidak ingin menunjukkan kekuatanku hanya karena tanggung jawab yang besar.


tapi tidak lagi.. aku tidak ingin sifat munafik ini menguasai ku.


"alasannya adalah... aku ingin sekali bertemu dengan pembunuh ayahku"


shiki-san sangat terkejut dan berkata..


"hah?! jadi ayahmu itu dibunuh?! oleh siapa??"


aku telah menduga shiki-san akan berkata seperti itu.


"tenang shiki-san,aku akan ceritakan jadi tenang lah dulu"


aku memegang pundak shiki-san dan menurunkannya ke bawah.


shiki-san terlalu menggebu-gebu.


"baik.. jadi ceritakan sekarang!"


ah ehm sebentar.. aku mulai dari mana ya..


"awal ceritanya seperti ini..."


.......


ayah kiyoki adalah ayah yang baik bagi anak-anak seumuran kiyoki saat itu.


dia tampan dan juga sangat serba bisa.


tapi itu adalah menurut sudut pandang dari orang-orang yang melihat sekilas ayah kiyoki.


ibu dan kiyoki sendiri mengetahui masa lalu ayah kiyoki yang merupakan..


pembunuh bayaran.


pada tahun 1990-2005 banyak negara yang menyewa pembunuh bayaran untuk menyingkirkan orang-orang penting dan pemerintah di negara musuh.


saat itu juga masih negara-negara eropa dan asia banyak yang masih mengalami perang dingin.


jadi pembunuh bayaran menjadi pekerjaan gelap paling menguntungkan saat itu.


ayah kiyoki sangat terkenal di antara pembunuh bayaran lainnya.


kemampuannya pun tak bisa dipungkiri,banyak tokoh-tokoh terkenal yang penting dalam suatu negara,ia berhasil membunuhnya tanpa terluka sedikitpun.


ayah kiyoki juga mendapatkan julukan dari pembunuh bayaran lain yaitu...


the god silent night hunter.


julukan itu di dapat karena ayah kiyoki bisa membunuh tanpa ada suara sedikitpun,dan merupakan pemburu di antara pembunuh bayaran lainnya.


meskipun begitu,banyak pembunuh bayaran lain yang menyukai ayah kiyoki karena sikapnya yang baik dan terbuka,masih ada pembunuh bayaran yang iri dengannya.


suatu hari saat misi membunuh sekolompok tentara elite suatu negara.


ayah kiyoki dikhianati oleh rekan-rekannya dan langsung mengalami pendarahan hebat karena tembakan di badan dan kakinya.


rekan-rekan ayah kiyoki mengira dia sudah mati,dan ayah kiyoki dinyatakan telah gugur dalam misi itu...


ayah kiyoki harus bertahan hidup di hutan untuk bersembunyi sementara waktu dari rekan-rekan nya itu.


meskipun hampir terbunuh oleh mereka,ayah kiyoki tidak menyimpan dendam kepada mereka.


akhirnya setelah beberapa tahun,ayah kiyoki bisa hidup dengan normal dan bertemu ibu kiyoki.


mereka menikah dan hidup bahagia.


meskipun begitu...


ada masalah yang menerpa keluarga kiyoki.


masalah yang sangat fatal dan membuat keluarga kiyoki menjadi seperti sekarang ini.


.....