Hakai

Hakai
[chapter 69-pertikaian]



"kau,apa kau adalah emperor?"


kiyoki langsung lantang membicarakan emperor di depan umum.


dia berpikir,tidak perlu untuk takut di situasi seperti ini.


"ka-kau,kenapa kau mengatakan hal itu di depan umum seperti ini hah?!"


"tenangkan dirimu yen,jika tidak aku yang akan menenangkan mu"


"e-eh maaf kan saya nona"


bos besar itu kembali diam setelah wanita itu membuat sebuah kecaman kecil padanya.


"jadi, bagaimana caranya kau mengetahui emperor? dan tolong jangan sebutkan kata-kata itu di depan umum apalagi menanyakan kepada orang apakah kamu---"


"tidak penting aku mengetahui semua informasi tentang emperor atau aku mengetahui emperor dari siapa,aku kesini hanya ingin membawa ibuku pulang itu saja"


wanita itu membuat wajah masam ketika kiyoki menjawab pertanyaan nya.


"ck yah baiklah,tapi ini demi keamanan negara Jepang di China takutnya kamu itu adalah---"


"aku bukan mata-mata,dan aku juga tidak berkaitan dengan negara manapun dan aku murni ke negara ini untuk membawa ibuku pulang. jika aku serius ingin membuat masalah aku akan membawa semua orang-orang ku dan membuat kacau negara China"


"..."


wanita itu terdiam mendengar jawaban kiyoki yang sangat terang-terangan tersebut.


"yah maafkan aku,mari kita bicarakan ini di kantor mari ikuti aku"


"baiklah"


wanita itu,kiyoki,bos besar dan para petinggi rullers of the world menaiki lift untuk menuju ke lantai atas gedung ini.


..


aku berpikir bahwa itu adalah hadiah yang sepadan dengan usaha yang sedikit.


tidak perlu menyebutkan bahwa aku berkeinginan untuk menjadi emperor Jepang,cukup sebutkan bahwa aku tahu ini dari teman atau keluarga yang memiliki hubungan dengan emperor.


"mari kita bicarakan hal emperor dulu,semua yang aku bicarakan setelah ini adalah fakta yang aku ketahui, meskipun aku tidak menjamin 100% apa yang aku sebutkan nanti adalah kebenaran yang sebenarnya"


"baiklah aku menerimanya, singkat saja aku akan bertanya 2 hal.kamu tau emperor itu dari siapa? dan yang kedua..."


hmm? kenapa dia mengehentikan ucapannya?


"apa?"


"kamu musuh,atau kawan dari negara china dan khusus jawaban ini akan menentukan apakah aku akan membantumu membawa ibumu pulang kejepang atau tidak jadi jangan terlalu percaya diri ingat,segala keputusan berada di tanganku"


wow,dia sangat cerdas dengan membuat kecaman dengan kedok pertanyaan.


"bwahagahahaha kau sangat percaya diri,darimana datangnya kepercayaan dirimu ini hah?!"


"hey kau tolong jaga bicaramu kepada nona!"


"CUKUP!"


tiba-tiba wanita itu menggertak keras dan langsung membuat wajah penuh kecaman.


"jangan anggap ini gurauan,aku bisa membunuh mu saat ini juga jadi tolong jangan--"


"aku tanya sekali lagi darimana datangnya kepercayaan dirimu itu? karena kau emperor? jika seperti itu maka aku dengan tegas akan membuat kecaman balik jika kau emperor kenapa kau malah berada di negara lain selam beberapa tahun? ingin membuat perang?"


aku sengaja melakukan ini karena,jika aku terlihat lemah sedikit saja aku bisa jatuh dan hanya dimanfaatkan oleh mereka.


"KAU! AKU SAAT INI SEDANG SABAR KARENA KAMU TADI SANGAT BAIK,AKAN TETAPI JANGAN MEMBUAT KEBERUNTUNGAN ITU HABIS SAAT INI"


"kenapa memangnya?"