Hakai

Hakai
[chapter 34-keluarga shiki]



aku sedang menaiki taksi yang kebetulan lewat.


yah aku tidak menyangka akan ada taksi lewat di prefektur itu,tapi ya tetap mau sekotor,sekumuh atau tidak terawat sekalipun itu tetap prefektur yang sama seperti prefektur lainnya.


pak supir taksi nya juga cukup baik dia mau meminjamkan handuk untuk mengelap baju yang basah,hanya saja aku tidak peduli dengan keadaan ku dan lebih memprioritaskan shiki-san.


'ting'


hm ada notifikasi dari smartphone ku.


aku membukanya dan melihat pesan itu.


'tuan,kami sudah membawa albert itu ke sebuah gudang untuk di interogasi,apakah tuan memperbolehkan saya untuk menggunakan cara apapun untuk mendapatkan informasi dari nya?''


hmm albert adalah seorang gangster atau mafia,aku tidak tau dia itu gangster atau mafia tapi hampir sama jadi aku kesampingkan tentang hal itu.


seorang gangster atau mafia,biasanya punya loyalitas tinggi kepada gang nya.


mereka tidak akan melanggar, mengkhianati atau bahkan memberitahu rahasia gang nya sendiri kepada musuhnya.


jadi meskipun aku sudah menangkap nya, kesempatan untuk mendapatkan informasi itu sangat kecil,tapi itu akan berbeda jika ia adalah seorang egois.


'baiklah aku mengizinkan nya kazaki,hanya saja kau coba saja untuk berunding dengan nya agar kita bisa memanfaatkan nya lebih lama'


.


'baik tuan akan ku lakukan'


baik masalah ini sudah selesai.


dan masalah yang tersisa hanyalah mengatarkan shiki-san ke rumahnya.


aku tidak tahu persis seperti apa dan dimana rumah shiki-san.


aku hanya tau alamat rumahnya saja dengan mengingat kembali ucapan shiki-san.


tidak aku sangka ingatan itu akan berguna di saat-saat ini.


"ah tuan kita sudah sampai ke tujuan"


aku melihat maps,dan benar sudah sampai di rumah shiki-san.


"terimakasih pak,ini bayarannya"


aku merogoh kantongku dan membayar uang kepada pak supir itu.


aku membuka pintu mobil dan menggendong shiki-san ke luar.


"ah tuan,ini uang nya kelebihan"


"tidak apa pak,itu buat bapak saja terimakasih sudah mengantarkan kami"


aku langsung berjalan meninggalkannya.


aku memberi uang lebih untuk ucapan terimakasih.


'ah hujannya sudah berhenti'


meskipun masih lembab tapi hujannya sudah berhenti.


aku melihat sekeliling dan mencari rumah shiki-san.


karena disini hanya ada jalanan dan dua tembok tak berujung saja.


"ah kamu butuh bantuan?"


siapa itu?


aku melihat ke belakang untuk melihat siapa orang itu.


saat aku melihat kebelakang, aku melihat pria berambut pirang tinggi.


"ah bukankah itu shiki? kenapa bisa kamu membawanya seperti ini?"


"ah anu,siapa kamu? aku membawa shiki-san karena ia pingsan tadi"


"ah begitu terimakasih sudah menjaganya selama ini"


dia menunduk dan melanjutkan perkataannya.


"aku adalah kakak dari shiki,vasaki aoda"


HIH PRIA INI ADALAH KAKAK SHIKI-SAN!!


.........


aku tidak tau kenapa masalah ini jadi seperti ini.


aku berada di rumah yang besarnya seperti 10x lapangan bola dan di gempur pertanyaan oleh keluarga shiki-san.


seingat aku,kejadian yang menyebabkan terjadinya hal ini, seperti ini.


[ingatan kiyoki]


"eh a-anda adalah kakak shiki-san?!"


"ya itu benar,tapi siapa kamu dan kenapa kamu bisa bersama shiki seperti ini?"


"aa-anu aku adalah pacar shiki-san,asada kiyoki"


dia terkejut dan tersenyum lebar.


"ahaha kenapa kamu tidak bilang dari tadi,ya yah ayo ikuti aku"


"sudah ayo ikuti aku saja"


yah lebih baik ikuti kakak shiki-san terlebih dahulu.


"jadi kenapa shiki bisa seperti ini..."


dia melihat ku dari ujung rambut hingga kaki.


hmm apakah karena baju yang aku pakai masih basah kuyup?


"ah itu,aku tidak berhak mengatakan itu nanti kakak tanyakan saja kepada shiki-san saat sudah sadar"


dia melihat ku sejenak dan tertawa terbahak-bahak.


"ah kamu ini memang lucu sekali ya kiyoki,santai saja santai tidak usah formal seperti itu"


dia menepuk-nepuk punggung ku dengan tertawa keras.


"ah iya aku tidak akan formal lagi"


kami terus berjalan hingga 20 menit lebih.


dan kakak shiki-san berhenti di gerbang yang besar tidak sangat besar itu,di sela-sela gerbang aku melihat rumah yang sangat besar dan halaman yang bisa kau buat 3 rumah ukuran besar disitu.


kakak shiki-san menempelkan jarinya di sebuah kotak berwarna hitam.


sidik jari?


setelah itu gerbang nya terbuka secara otomatis.


wow,sudah besar gerbang itu adalah gerbang otomatis.


"ayo masuk"


"ah iya"


itulah yang terjadi.


dan ya aku butuh waktu lama untuk berjalan dari pintu gerbang itu sampai ke rumah.


setelah sampai di depan rumah 'yang aku tidak tau itu adalah rumah shiki-san atau rumah kakak' aku langsung di sambut dengan maid.


kesampingkan tentang maid itu,aku sudah tidak terkejut dengan hal itu,hanya saja aku lebih terkejut karena orang tua shiki-san menyambut dan bersikap baik kepadaku.


"ah kamu sudah pulang saki..."


seorang perempuan berambut pirang itu melihat ku dan langsung bertanya kepada kakak shiki-san.


"ah siapa itu saki?"


"dia adalah asada kiyoki,pacar dari shiki-san"


"wah benarkah!?"


e-eh apakah aku melakukan hal yang salah?


"ah tuan muda biar saya bawa nona muda ke kamar nya"


salah satu maid perempuan menghampiriku.


"ah iya ini tolong bawa dengan baik-baik ya"


"tenang saja tuan muda aku sudah berpengalaman,dan terimakasih sudah menjaga nona muda selama ini"


dia tersenyum dan pergi meninggalkan ku.


"ara~ kiyo-kun ayo ikut aku ke ruang tamu,tidak enak berbicara terus di depan pintu masuk seperti ini"


ia menarik tangan ku dan membawa ku keruang tamu.


"silakan duduk~ aku akan mengambilkan minum untuk mu,ah kamu mau minum apa?"


"ah eh,apa saja Tante"


"eh jangan seperti itu,aku akan bingung memilihkan minumannya"


kakak shiki-san mendekat dan membisikkan sesuatu.


'jika boleh kamu pilih saja minuman yang kamu suka,karena ibu punya semua minuman dari air putih hingga sake'


wow.


"ah kalo boleh minuman bersoda saja tante"


"ara~ aku di panggil tante oleh pacar anakku"


eee ibu shiki-san berjalan ke luar dari ruangan tamu.


aku menggaruk kepalaku karena bingung dengan sikap ibu dan kakak shiki-san.


"maafkan sikap ibuku yang seperti itu,karena jika dia sudah menyukai sesuatu dia akan bersikap sangat baik seperti itu"


"ee i-iya tidak apa"


sungguh aku terkejut dengan sikap mereka yang terbuka dengan ku.


aku kira mereka akan seperti keluarga di drama tv pagi hari yang di tonton awa.


tapi aku cukup bersyukur shiki-san punya keluarga yang sangat baik seperti ini.


.....