
'enghh'
'hwahhh'
akh badanku sakit semua.
setelah bangun,ingatan-ingatan di hari kemarin langsung membanjiri otakku.
'ah dimana shiki-san apa dia masih tidur?'
aku bangun dan berjalan sedikit mencari shiki-san.
ah dia masih tidur.
hehehe dia sangat imut saat tidur.
bahkan aku seakan lupa kalo shiki-san itu sangat kuat dan bukan perempuan seperti pada umumnya.
tapi tetap saja aku adalah pacarnya,aku menyayangi nya bahkan jika seluruh dunia membenci nya.
aku melihat wajah shiki-san yang sedang tidur dari seluruh sudut pandang yang ada.
kanan,kiri,atas,depan dan lain-lain.
setelah itu aku duduk di sebelah shiki-san,dan mengelus rambut pirang yang sangat lembut itu.
dan kembali memikirkan masa lalu,dan masa yang akan datang.
'eh kenapa tangan ku tidak bisa di gerakkan?'
aku melihat ke arah shiki-san,dan....
"hayo kamu mengelus rambutku tanpa sepengetahuan ku ya"
shiki-san berbicara cukup pelan dan tersenyum nakal.
meski dia baru saja bangun tidur,tapi shiki-san masih sempat-sempatnya menggoda ku.
"eh maaf shiki-san aku tidak..."
shiki-san malah menggenggam erat tangan ku.
"ah asada tolong seperti ini dulu untuk sementara"
"ah baik shiki-san"
aku menuruti keinginan shiki-san.
meskipun begitu,aku cukup puas karena di genggam tangan mungil dan lembut itu.
.........
setelah beberapa saat shiki-san bangun dan dia memutuskan untuk mandi.
"ah sebentar asada,ini baju mu aku sudah keringkan tadi malam"
bukankah baju ku tadi malam sangat basah?
"eh sudah kering? bukankah tadi malam baju ku itu sangat basah?"
"ah itu tadi malam aku mengeringkan nya menggunakan hair dryer dan menjemur nya,oh ya sebelum mengeringkannya aku mencuci nya terlebih dahulu"
heh kapan? tadi malam? jadi dia bangun untuk hal itu?
"eh beneran? kenapa kamu harus melakukan itu saat malam hari? kan bisa kita beli pakaian dulu saat pagi hari"
"tidak-tidak dan tidak,aku melakukan ini untuk pacarku yang sangat aku sayangi,jadi aku ingin berusaha untuk membahagiakan mu,apa tidak boleh?"
dia membuat ekspresi bersalah karena aku memarahi nya,tidak bukan aku tidak memarahi shiki-san,hanya saja aku tidak ingin shiki-san sakit hanya karena ingin aku bahagia.
"ah tidak maaf shiki-san,aku tidak bermaksud seperti itu,hanya saja aku tidak mau kamu kenapa-kenapa hanya karena ingin membahagiakan.... engh"
mulutku di sumpal dengan kertas lagi.
"sudah jangan cerewet,turuti aku saja ok,aku ini kuat jadi tidak akan sakit hanya karena itu saja,dan tujuanku adalah membuat pacar kesayangan aku ini bahagia hanya itu"
dia berbicara dan mendekati muka ku.
aroma harum dari tubuh shiki-san tercium.
meskipun shiki-san mandi sudah lama sekali,tapi aroma harum masih tersisa bahkan aku tidak bisa membedakan apa yang kurang dari aroma harum ini.
aku mengangguk iya dan shiki-san tersenyum puas dan menuju kamar mandi.
'uhuk'
aku memuntahkan kertas yang di sumpal oleh shiki-san.
aku menunggu sambil melihat smartphone ku.
ah ada pesan.
'oh kakak lagi bersenang-senang ya,tentu'
dilihat dari pesannya, nampaknya awa marah karena aku menginap dengan shiki-san.
'ahh lebih baik nanti saat pulang aku belikan cemilan untuknya,kalian tahu cemilan itu untuk membujuk dan menyogok nya.
aku juga melihat percakapan dari grup chat yang dibuat natsu, kyaka dan Natsu ribut sekali saat malam tadi.
mereka membahas ingin liburan ke mana saat akhir pekan depan dan karena aku offline mereka terus me ngetag name akun ku ratusan kali dan membuat notifikasi blank.
aku menonaktifkan data saluler dan mematikan smartphoneku.
'hmm'
aku memikirkan berbagai hal sekarang.
karena daripada tidak melakukan apa-apa,lebih baik aku memikirkan hal yang akan terjadi di masa depan.
.......
ntah berapa lama aku memikirkan hal itu.
aku terus saja melakukan hal itu,dan ya shiki-san keluar dan langsung menyergap ku.
pikiran ku langsung buyar ketika shiki-san memelukku.
"ehehe kamu mikirin apa hayo~"
"ah shiki-san,aku sedang memikirkan cara membujuk awa yang sedang marah"
"awa-chan marah? kenapa?"
tentu aku memakai alasan awa marah jika aku memberitahu yang sebenarnya aku pikirkan,dia akan khawatir.
"ah itu awa sedikit marah karena aku tinggalkan di rumah sendirian"
"ehh benar aku lupa tentang itu,jadi kamu mau melakukan apa agar awa-chan tidak marah lagi?"
"aku akan membelikan cemilan,awa sangat suka dengan cemilan seperti coklat dan kue"
awa dari kecil memang menyukai makanan manis,bahkan saat ibu dulu membeli kue atau coklat dia langsung mengambil semuanya padahal ada jatahku disitu.
tapi karena aku cukup tidak suka makanan manis karena sedikit dan kecil, akhirnya aku relakan hal itu dan sampai sekarang aku tidak pernah memakan makanan manis.
"eh benarkah?kalau begitu aku akan ikut dan meminta maaf kepada awa-chan karena meminjam mu seharian"
ehhh jadi aku di samakan dengan barang ya.
"ah iya,aku akan mandi dulu habis itu baru kita melakukan check-out"
"ah iya"
aku bergegas mengambil bajuku dan langsung ke kamar mandi.
ah meskipun kemarin dan hari ini sangat menyenangkan,tapi aku menghabiskan banyak uang untuk ini.
di taman bermain aku menghabiskan 5.207,70 Yen.
itu sudah termasuk biaya ongkos,tiket,dan makanan yang ada di food court.
lalu untuk biaya menginap di hotel aku menghabiskan,4.470,97 Yen.
dan aku hampir menghabiskan,9.678,67 Yen
aku harus menghabiskan satu Minggu untuk mengganti uang yang aku habiskan saat ini.
tapi meskipun begitu aku cukup puas karena shiki-san senang dalam kencan ini.
dan ah iya,cemilan aku belum menghitungnya.
aku harus menghabiskan 3000 Yen lagi untuk membeli cemilan.
hahh aku harus bekerja keras kembali Minggu depan.
setelah memikirkan pengeluaran akhir pekan aku langsung mandi agar menghilangkan pikiran-pikiran itu.
......
setelah check out kami berjalan ke halte untuk menaiki bus.
karena bus nya akan datang lima menit lagi,kami memutuskan untuk menunggu sambil membeli minuman.
"ahh~ nikmatnya,akhir pekan ini yang terbaik apalagi aku di temani oleh orang yang paling aku sayang~"
ugh kata-kata shiki-san memang tidak ada obat.
"ah eee shiki-san tolong jangan mengucapkan hal itu lagi"
"eh kenapa tidak boleh? kamu tidak suka? baiklah aku membencimu asada~"
"kenapa aku malah dibenci?"
"karena kamu tidak suka disayang oleh aku kan?"
heh benar juga,eh ini tidak benar!
"ah bukan begitu,aku suka sangat suka jika kamu seperti itu,tapi shiki-san tolong jangan ucapkan kata-kata itu secara sering atau nanti aku akan...."
"ehmm~? akan apa~?"
"lupakan"
"ehh masa begitu~"
aku mengambil jalan yang salah, shiki-san malah terus-terusan mencolek-colek pipi ku sambil terus bertanya "ehh masa begitu~" dengan nada dan ekspresi yang sangat imut.
shiki-san terus melakukan itu sampai kami berada di toko cemilan.
......