
Andreas Howard Jr , nama pria itu. Ia lahir di Melbourne, tiga puluh tahun yang lalu. Ibunya berdarah Jawa yang menikah dengan pria asing asal Australia.
Wajah nya yang belasteran Indonesia dan Australia, membuat pria itu sangat tampan. Ia melanjutkan perusahaan Papa nya yang bergerak di bidang expor mebel jati asal Indonesia. Usaha Papa nya sangat sukses karena mebel jati asal Indonesia sangat terkenal di mancanegara.
Selain mebel, Papa nya juga memiliki hotel dan rumah sakit swasta atas nama Ibu nya yang tersebar di berbagai provinsi.
Memang, tiga usaha itu tidak ada hubungan nya. Tetapi darah bisnis keluarganya sangat kental, hingga semua peluang dapat di pegang oleh Mama dan Papa Andreas.
Andreas adalah anak yang nakal saat masih remaja. Ia sudah mengenal alkohol dan sex saat dirinya masih duduk di bangku SLTP.
Hal-hal seperti itu tidak pernah diketahui oleh Rara, yang notabene adalah anak baik-baik dan lurus-lurus saja.
Rara mengenal Andreas saat dirinya duduk di cafe Alin.
Saat itu Andreas bersama teman-teman nya sedang berkumpul di cafe Alin.
Begitupun dengan Rara yang juga sedang berkumpul dengan sahabat-sahabat nya.
Karena wajah Rara yang begitu memikat hati Andreas, akhir nya Andreas memberanikan diri untuk berkenalan dengan Rara.
Saat itu Rara sedang ke toilet dan Andreas sengaja menunggu Rara keluar dari toilet hanya untuk berkenalan dengan gadis itu.
Mereka pun berkenalan lalu saling bertukar nomor ponsel.
Semakin hari mereka pun semakin dekat, hingga akhirnya Andreas berani menyatakan cintanya kepada Rara.
Rara yang saat itu sedang tidak ada kekasih, menerima Andreas untuk menjadi kekasih nya.
Andreas memang langganan tetap di cafe Alin. Sejak Alin baru saja merintis cafe tersebut.
Karena letak lokasinya yang strategis, tata ruangan dan suasana nya juga nyaman. Cafe milik Alin pun langsung menjadi primadona di kalangan eksekutif muda.
Cafe itu juga lah yang menjadi saksi saat awal-awal Andreas dan Rara menjalin kasih.
.....
"Beb.. udah dong marah nya"
Andreas menggenggam tangan wanita yang duduk di sebelahnya.
Wanita itu menatap Andreas dengan wajah yang sedih.
"Kamu mau menyuruh aku sabar lagi? kamu mau menikah, kita putus saja. Lupakan semua yang sudah kita jalani selama satu tahun ini Dre.."
Wanita itu menyeka air matanya.
"Aku gak bisa beb.."
"Terus, kamu mau apa? kamu sebagai lelaki juga tidak bisa mengambil keputusan..!"
Wanita itu membentak Andreas.
"Keluarga ku akan malu beb, bila pernikahan ini batal. Kasih aku kesempatan ya beb, aku akan mencari cara untuk bercerai nanti setelah menikah"
Andreas kembali memohon kepada wanita itu.
"Aku tidak bisa Dre... lagi pula seperti nya Rara juga sedang curiga kamu berselingkuh, ya sudah jujur saja sebelum pernikahan kalian terjadi"
Andreas terkejut lalu menatap wajah kekasih nya.
"Kamu serius?"
Tanya Andreas masih dengan wajah nya yang galau.
"Iya, kemarin dia meminta kita semua untuk berkumpul. Dan membicarakan kamu. Gara-gara noda lipstik ku di tissue yang aku buang di tempat sampah toilet mu"
Andreas menarik napas dengan berat.
"Terus bagaimana?"
Tanya nya lagi.
"Yah, untung saja dia di tenangkan oleh Fathur, jadi dia sudah tidak memikirkan nya lagi sepertinya. Tetapi, lebih baik jujur saja bila kamu mencintai wanita lain. Lalu kalian putus dan kita pergi ke luar Negeri dan menikah di sana"
Sorot mata wanita itu sangat memohon dan penuh harap kepada Andreas.
"Sabar ya, aku pikir-pikir dulu"
"Sekarang percayalah suatu saat kita pasti bersatu"
Andreas mencoba meyakinkan wanita itu.
"Lebih baik, Rara tahu saat ini Dre. Dari pada saat pernikahan terjadi dan dia mengetahui hubungan kita bagaimana?
Aku sahabat Rara Dre.. bagaimanapun, aku juga sayang sama Rara."
Wanita itu menunduk kan kepalanya.
"Sudah, biar aku saja yang urus ini semua. Yang penting saat ini, kamu tenang dulu ya. Jangan pernah berpikir kita akan berpisah."
Wanita itu menatap Andreas dengan mata yang sayu.
"Jujur, aku lelah jadi yang kedua. Aku tidak bebas kemana saja bersama mu. Tidak seperti Rara yang bebas menggandeng mu kesana kemari. Bahkan saat kalian berada di depan ku dan teman-teman. Kamu pernah gak sih berpikir aku cemburu atau hati ku sakit?"
"Iya aku tahu, tetapi please beb... percaya sama aku ya"
Andreas sekali lagi mencoba meyakinkan wanita yang ia cintai itu.
........
Andreas terjebak oleh cinta yang sama besar nya kepada dua orang gadis.
Yang semakin membuat pusing adalah, kebetulan kedua gadis itu bersahabat. Ia tidak tahu kapan ia mulai mencintai gadis kedua ini. Yang ia ingat, saat ia ikut Rara dan geng nya berlibur ke pulau Seram, Maluku satu tahun yang lalu. Waktu itu dirinya baru saja bertunangan dengan Rara. Ia mulai menjalin kasih dengan gadis ini.
Pada malam hari, Andreas keluar dari kamar nya karena dirinya tidak bisa tidur saat itu. Ia pun bertemu dengan gadis itu di tepi pantai. Gadis itu sedang berjalan menyusuri pantai karena dirinya juga tidak dapat tertidur pada malam itu.
Ia dan gadis itu pun mulai mengobrol panjang lebar.
Gadis yang ia kira tidak menarik itu ternyata sangat menarik saat di ajak berbicara.
Memang gadis itu tidak secantik Rara, tetapi gadis ini cukup pintar dan menarik. Mereka merasa sangat nyambung, hingga akhirnya Andreas mengajak gadis itu untuk minum di bar di tepi pantai.
Tidak terasa malam semakin larut. Dengan sedikit mabuk, mereka kembali ke cottage tempat mereka menginap.
Kebetulan cottage Andreas berada di paling depan. Sedangkan cottage para gadis, berada di jejeran belakang memanjang tidak jauh dari tepi pantai.
Andreas menatap gadis itu saat dirinya hendak masuk kedalam cottage yang ia sewa khusus untuk diri nya sendiri.
Gadis itu tersenyum manis kepadanya,
hingga Andreas tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia mencium bibir gadis itu, dan lalu penghianatan itu pun terjadi pada malam itu.
Gadis itu ikut masuk kedalam cottage Andreas, lalu menghabiskan malam bersama Andreas tanpa memikirkan perasaan Rara, sahabat nya.
Mereka berdua memang sedikit mabuk, mereka masih bisa berpikir dengan akal sehat. Tetapi, suasana pada malam itu sungguh membuat mereka lupa diri.
Andreas dan gadis itu sempat berhenti bercumbu saat menyadari yang mereka lakukan itu salah.
Tetapi hal yang tak terduga keluar dari bibir gadis itu.
"Aku mencintai mu"
Ucap gadis itu, bulir air mata pun mulai berjatuhan dari sudut matanya.
"Cinta?"
Tanya Andreas tak percaya.
"Iya.. aku sudah lama mencintaimu, sejak pertemuan pertama kita di cafe. Tetapi kamu lebih memilih Rara. Jadi, aku menahan perasaan ku sampai detik ini.
Kamu pikir mengapa aku malam-malam seperti ini duduk di pantai? aku tidak bisa tidur di samping Rara. Aku menahan sakit sejak kita dari Jakarta, aku terus melihat mu bahagia bersama Rara. Sepanjang perjalanan kalian sungguh mesra, itu yang membuat aku menjadi sedih, aku cemburu pada Rara..!"
Andreas terdiam mendengar kata-kata gadis itu.
Andreas menatap gadis itu cukup lama. tidak ada kata yang terucap dari bibir Andreas.
Ia pun langsung kembali mencumbu gadis itu dan semua terjadi begitu saja,
mereka tidur bersama.
Tanpa ragu, tanpa ada perasaan bersalah kepada Rara dari hati mereka masing-masing. Yang mereka tahu, malam itu adalah malam yang indah.
Terutama bagi gadis itu, akhir nya Andreas jatuh ke pelukan nya setelah sekian lama ia berangan-angan menghabiskan malam bersama Andreas.