H -

H -
ch 38. H-7 (Bridal shower)



Alin menatap dendam kepada foto di tangannya. Ia melihat satu persatu wajah sahabatnya yang ada didalam ponsel.


"Gue harus kasih pelajaran sama kalian semua" Ujarnya.


Hari ini acara bridal shower Rara yang di adakan di villa milik Ibunya Rara.


Rara, Naya dan Nia serta beberapa orang teman-teman dekat Rara pergi menginap di Villa.


"Gue heran lihat Fathur, masa gak mau ikut sih..! nyebelin banget"


Ucap Nia yang lagi menyetir.


"Positif aja lah, mungkin dia malu karena semuanya perempuan"


Sahut Farah yang sedang asik dengan ponselnya. Sedangkan Rara tidak menanggapi ucapan Nia.


"Ra... Lu lagi gak musuhan sama Fathur kan?"


Celetuk Nia lagi.


"Hah..? Ya enggaklah"


Rara melirik malas kepada Nia.


"Kok kayaknya lu sekarang menjauh dari Fathur, Apa terjadi sesuatu di antara kalian berdua?"


Farah menimpali.


Rara hanya memutarkan kedua bola matanya dengan malas.


"Jujur aja deh Ra, ada apa sih lu sama Fathur?"


Desak Nia.


"Ya sudah biar lu pada percaya, gue telpon Fathur ya.. biar nyusul kita."


Rara langsung menghubungi Fathur sambil melirik Farah dan Nia. Kedua sahabatnya pun tersenyum penuh kemenangan.


"Aneh, bridal shower kok laki-laki ikutan..!"


Rara mengomel sambil menghubungi Fathur.


"Bukan begitu ra, gak asik aja tanpa anak itu. Dia tuh lucu, kalau gak ada dia gue gak ada teman berantem..!"


Ujar Nia sambil tersenyum geli.


"Tapi sorry nih ya Ra, gue tanya sekali lagi. Lu yakin mau nikah sama Andreas? setelah apa yang dia lakukan sama lu?"


Tanya Farah dengan menatap Rara yang duduk di depannya.


"Gesss.. gue udah bilang sama lu berdua, gue tetap menikah. Sudah paham ya..?"


"Susah kalo bucin.., kayak gak ada laki-laki lain aja lu Ra. Lu cantik, lu menarik.. Laki-laki mana aja lu bisa dapat. Malah milih Andreas yang kayak sam..........


Farah langsung menutup bibir Nia dari belakang. Rara hanya tersenyum melihat kedua temannya.


"Fathur gak ngangkat nih, sibuk kali dia"


Rara menaruh ponselnya di dashboard mobil.


"Nanti gue paksa dia datang"


Ucap Nia sambil membelokan setirnya masuk kedalam gerbang villa.


Pukul tujuh malam, Acara Rara dimulai.


mereka bermain games dan makan malam bersama dengan teman Rara yang lainnya.


Di sela acara, sebuah mobil memasuki pekarangan Villa Rara.


"Mang Ujang, Rara mana?"


Tanya Naya kepada mang Ujang yang sedang menutup gerbang kembali setelah membukakan untuk Naya.


"Di halaman belakang neng Naya"


Sahut mang Ujang sambil mempersilahkan Naya untuk masuk.


Naya tersenyum kepada mang Ujang, lalu ia melangkah masuk kedalam villa.


"Malam"


Sapa Naya kepada semua orang yang disana.


Farah dan Nia tertegun saat melihat kehadiran Naya yang tak di undang. Lalu mereka berdua melengos tak memperdulikan kehadiran Naya.


Gadis itu tampak kikuk, lalu melangkahkan kaki nya mendekat ke kerumunan teman-temannya. Rara berdiri menyambut kedatangan Naya, lalu tersenyum kepada gadis itu. Sikap Rara membuat kedua sahabatnya yang mengetahui kasus Naya dan calon suami Rara terperanjat. Mereka tidak menyangka sikap Rara begitu terbuka kepada Naya.


" Ra, selamat ya.. semoga lu bahagia"


Ucap Naya dengan tulus sambil memberikan sebuah kado yang telah ia kemas dengan rapi untuk Rara.


"Terimakasih ya Nay"


Ucap Rara dengan ramah.


Nia dan Farah hanya bisa saling berpandangan dan mengangkat kedua alis mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat.


Naya langsung membalikan badannya dan hendak melangkah keluar.


"Nay..."


Cegah Rara.


"Perjalanan kesini jauh, kenapa lu gak nginap saja?"


Naya membalikan badannya dan menatap Rara dengan matanya yang mulai berembun. sedangkan Nia dan Farah mengeryitkan dahi mereka saat mendengar tawaran Rara untuk Naya.


"Gue malu Ra, gue gak pantas disini"


Ucap Naya dengan suara yang bergetar.


Rara langsung menghampiri Naya, lalu ia memeluk Naya dengan erat.


"Gue sudah memaafkan elu Nay, gue juga bersyukur semua ada hikmahnya"


Bisik Rara di telinga Naya. Tangisan Naya tidak dapat ia bendung lagi, lalu ia larut dalam penyesalan didalam pelukan Rara.


Rara mengantarkan Naya ke salah satu kamar di villa nya, di susul oleh Farah dan Nia.


Rara mempersilahkan Naya untuk beristirahat, mengingat kandungan Naya yang membuat gadis itu harus banyak beristirahat. Baru saja Naya duduk di atas ranjang, Nia dan Farah langsung menarik lengan gadis itu.


"Heh.. ngapain lu kesini..! gak punya malu lu ya!!!?


Seru Nia dengan penuh emosi.


"Gara-gara lu gue tertuduh, Ternyata elu dan Alin penghianat hubungan Rara dengan Andreas..!"


Farah melotot dan mencengkeram lengan Naya dengan gemas.


"Sudahlah, maafin dia ya"


Ucap Rara dengan pelan. Yang membuat Farah dan Nia melepaskan cengkraman mereka dari tangan Naya.


"Lu gila kali ya Ra.. gara-gara perempuan ini yang sudah menggoda Andreas, menusuk lu dari belakang..!"


Kata-kata Farah begitu menusuk hati Naya, sehingga gadis itu menangis menyesali perbuatannya.


Rara menghela napasnya. Lalu duduk di atas ranjang di samping Naya. Farah dan Nia menatap Rara tak percaya.


"Jangan kasar, Naya lagi hamil anak nya Andreas"


Ucap Rara yang di sambut wajah terkejut dari kedua sahabatnya.


"Hamil..?"


Seru Nia dan Farah bersama-sama. Naya hanya menundukkan kepalanya menahan malu.


"Ih, sumpah gue gak ngerti sama lu Ra..! Setelah di khianati, di tusuk dari belakang sekarang perempuan ini hamil anak calon suami lu, dan lu masih bisa memaafkan dia..!!!!!"


Ujar Nia dengan emosi. Semuanya pun terdiam.


"Please batalkan aja pernikahan lu..! Atau gue gak mau lagi kenal sama lu Ra..!"


Kata Farah sambil memegang kepalanya yang tak pusing.


"Gue gak akan menikah kok dengan Andreas"


Ucap Rara pelan.


"HAH...!"


Seru Nia dan Farah.


"Terus buat apa lu ngadain acara Bridal shower Raraaaaaaa..."


Ucap Nia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Karena gue mau menikah"


Ucapan Rara membuat kedua temannya semakin bingung.


"Tadi lu bilang lu gak jadi menikah sama Andreas..! Terus sekarang lu nikah sama Andreas..! Yang mana yang benerrr Raraaaaa... Lu bikin pusing gue aja..!"


Nia ikut memegangi kepalanya sambil mondar-mandir dihadapan Rara dan Naya.


"Yang gue bilang, gue gak akan nikah sama Andreas.. bukan tidak jadi menikah..!"


Ucap Rara bersungut-sungut.


"Lah terus lu mau nikah sama siapa?? Makhluk halus..? cowok mana yang mau lu ajak nikah Rara...! Lu kan gak ada cowok lain selain Andreas..! jangan bikin pusing deh sama omongan lu yang aneh-aneh begitu..!"


Omel Nia sambil duduk di sofa dikamar tersebut.


"Rara nikah sama gue..!"


Mereka semua langsung menoleh ke depan pintu kamar yang terbuka.


"FATHURRRRRRR....!!!!!"


Seru Nia, Farah dan Naya.