
Alin dan Naya menatap benci kepada Rara yang menertawakan mereka. Naya terduduk lemas saat mendengar kata-kata Andreas dan Rara, sedangkan Alin menahan emosi dengan apa yang dikatakan Andreas dan Rara.
"Ra.. aku mohon maafkan aku ya, kita buka lembaran baru. Aku janji, setelah ini aku tidak akan pernah bermain-main lagi. Aku cuma khilaf Ra.."
Andreas terus memohon di kaki Rara, sedangkan Nia menatap Andreas dengan jijik.
"Kamu mau maaf dari aku?"
Tanya Rara kepada Andreas.
"Iya sayang, maafkan aku ya sayang. aku mohon, kita buka lembaran baru ya sayang"
Ucap Andreas memelas. Rara menatap lelaki itu dengan datar, dan kedua sahabat nya yang telah mengkhianati dirinya.
"Aku tidak bisa memaafkan kamu"
Andreas terhenyak saat mendengar kata-kata Rara. Sedangkan Alin Tersenyum tipis dan Naya hanya tertegun dan mengusap bekas cakaran di lengan nya yang ia terima dari Alin.
"Sayang aku janji, aku tidak akan mengkhianati kamu lagi. Aku tidak akan punya hubungan lagi dengan wanita mana pun termasuk mereka"
Andreas melirik Naya dan Alin. Alin menggertakan gigi lalu menghampiri Andreas.
Gadis itu menarik Andreas dengan kasar dan menampar wajah tampan Andreas.
"Kurang ajar kamu..! Kamu sudah meniduri ku terus kamu mau lepas tanggung jawab begitu saja..! Tidak bisa Andreas, aku tidak mau tahu. Kamu harus tanggung jawab..!"
Bentak nya.
"Tanggung jawab apa? Apa kamu hamil? Tidak kan? Apa nya yang harus aku pertanggungjawaban?"
Mendengar kata-kata dari bibir Andreas, Alin semakin menggila, ia mengayunkan tangan nya kembali untuk menampar lelaki yang ia cintai itu. Dengan cepat Andreas menahan tangan Alin lalu mendorong tubuh Alin hingga terjatuh di lantai.
Alin terkejut saat Andreas mampu memperlakukan dirinya seperti itu. Alin kembali berdiri dan kembali hendak memukuli Andreas.
Dengan cepat Andreas menangkap tangan ramping Alin dan mendorong gadis itu sampai ke tembok kamar nya.
Sedangkan tangan kanan nya mencengkeram dengan kuat leher Alin.
"Kalau kamu berani memukul ku, aku habisin kamu...!"
Ancam Andreas seperti orang yang sedang kesetanan.
Rara dan Nia hanya saling berpandangan, lalu senyum kecil tersungging dari sudut bibir Nia. Nia sangat menikmati drama di depan mata nya.
"Le... lepasin..!"
Pinta Alin dengan suara tercekat.
Andreas melepaskan tangan nya dari leher Alin. Lalu ia merapikan gulungan lengan kemeja nya yang terlepas.
Rara mengigit sudut bibir nya yang mungil. Ia baru mengerti sifat asli Andreas yang tidak segan-segan akan berlaku kasar kepada wanita.
Suasana menjadi hening, kini Andreas duduk tertunduk di pinggir ranjang nya.
Rara pun hanya terdiam melihat sahabat-sahabatnya dan lelaki yang masih menjadi tunangan nya itu. Sedangkan Nia sedang berdiri di ambang pintu kamar, untuk mengamankan tidak ada satupun orang yang akan pergi dari ruangan itu.
"Aku baru tahu ternyata kamu tidak mencintai aku, setelah satu tahun kita lalui bersama yank..dan aku baru tahu ternyata bukan hanya aku yank.. tetapi Alin juga"
Dengan suara bergetar Naya mengatakan itu kepada Andreas. Air mata mengalir deras di pipinya. Ia menunduk kan pandangan nya saat dirinya tidak sengaja menatap mata Rara.
"SATU TAHUN?!"
Alin terkejut mendengar pengakuan Naya.
"Ya, satu tahun. Tepat nya saat kita berlibur bersama-sama satu tahun lalu. Saat itu gue ketemu Andreas di pantai dekat penginapan. Kami berbincang-bincang, lalu minum di cafe tidak jauh dari penginapan. Lalu kami terbawa suasana dan semua terjadi begitu saja!"
Pengakuan Naya membuat Rara tercengang. Ia begitu mengingat kejadian itu, saat di tengah malam ia terbangun dan mendapati Naya tidak ada di samping nya. Kebetulan Rara dan Naya saat itu sekamar. Sedangkan Alin dan Nia sekamar di cottage yang lain.
Ia tidak menyangka bila ternyata Naya sedang tidur berdua dengan lelaki yang baru saja menjadi tunangan nya satu tahun yang lalu.
Bibir Rara bergetar menahan emosi saat ia mendengar pengakuan Naya.
Begitu pun Nia yang terperangah tak percaya menatap Naya saat gadis itu mengakui hubungan nya dengan Andreas.
Ucap Alin sambil menangis.
Andreas hanya terdiam dan mengunci rapat-rapat bibir nya.
"Gue sudah mencintai Andreas dari pandangan pertama kami di cafe lu Lin..! Tapi ternyata Andreas lebih tertarik kepada Rara"
Ucap Naya sambil menatap Rara dengan tatapan cemburunya.
"Saat itu gue beranikan diri untuk mengakui perasaan gue sama Andreas. Gue gak niat menggodanya, gue hanya ingin mengakui perasaan gue. Tapi ternyata kita terbawa suasana lalu gue dan Andreas......."
Naya tercekat, lalu ia tidak bisa melanjutkan ceritanya. Ia menghapus air matanya dengan cepat lalu mencoba untuk meninggalkan kamar itu. Tetapi dengan cepat Nia menghadang Naya.
"Mau kemana lu..! Belum selesai..!"
Ucap Nia sambil mendorong tubuh Naya dengan kasar.
"Nia Izinkan gue pergi, gue udah gak tahan dengan situasi ini"
Naya memohon kepada Nia sambil menangis.
"Kamu pembohong Andreas..! Kamu bilang cuma aku satu-satunya ternyata ada Naya dan wanita ini..!"
Alin menunjukan foto Bella sekretaris Andreas yang sedang masuk kedalam mobil Andreas.
Lelaki itu tampak menjadi serba salah.
Sedangkan Rara kembali tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Ternyata Andreas memang buaya darat yang tidak akan pernah cukup dengan satu wanita saja. Ia langsung membayangkan bila dirinya sudah terlanjur menjadi istri Andreas. Betapa tersiksanya bila mengetahui kelakuan Andreas seperti ini.
"Pernikahan kita batal"
Ucap Rara dengan tegas.
Andreas pun menatap Rara tak percaya. Dengan panik lelaki itu kembali bersimpuh di kaki Rara.
"Sayang jangan sayang, aku tidak mau kita berpisah sayang. Pernikahan ini akan tetap terjadi, aku mohon sayang. Bila aku harus mencium kaki mu akan aku lakukan sayang. Asal kamu mau memaafkan aku sayang"
Andreas mulai menangis tersedu-sedu. Memelas dan mengemis maaf kepada Rara.
"Mencium kaki? Lakukan kalau kamu mau"
Ucap Rara penuh emosi.
Tak disangkanya, Andreas pun mencium kaki Rara. Yang membuat semuanya terperangah tak percaya, Termasuk Rara sendiri. Ia tidak percaya Andreas mencium kakinya hanya demi kata maaf dari bibir nya.
"Aku cinta kamu, jauh dari lubuk hatiku aku cinta kamu. Aku ingin tetap menikah dengan mu. Aku mohon.. maafkan aku"
"Aku tahu ini keterlaluan. Tetapi beri aku kesempatan kedua sayang"
Andreas rela menjatuhkan harga diri nya demi kata maaf dari Rara, wanita yang ia cintai sekaligus tunangan nya tersebut. Asal Rara tidak membatalkan pernikahan mereka. Besar harapan nya untuk membuka lembaran baru bersama Rara dan melupakan semua wanita-wanita nya saat ini.
"Ok, aku beri kamu kesempatan. Asal kamu selesai urusan mu kepada dua orang ini"
Rara menunjuk Naya dan Alin yang masih tertegun tak percaya melihat Andreas yang bertekuk lutut sampai mencium kaki Rara demi sebuah kata maaf. Begitu besarkah cinta Andreas untuk Rara?
Gumam mereka tak percaya.
"Tetapi kamu tidak akan membatalkan pernikahan kita kan sayang?"
Andreas mencoba memastikan bila Rara sudah benar-benar memaafkan nya dan memberikan nya kesempatan kedua.
"Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan lagi"
Andreas berdiri dan langsung menatap Rara dengan seksama.
"Aku beri kamu kesempatan dan aku maafkan kamu. Asal, jangan pernah temui mereka lagi. Kubur masa lalu dan tolong selesai urusan mu kepada mereka"
Ucap Rara sambil melangkah bersama Nia meninggalkan apartemen Andreas.