
Andreas membuka daun pintu apartemen nya, lalu melangkah masuk sambil merangkul tubuh indah Naya. gadis itu menciumi Andreas dengan penuh nafsu sejak berada di dalam Lift hingga di depan pintu apartemen Andreas.
Andreas sudah tidak memperhatikan sekitarnya. Termasuk ia tidak menutup pintunya dengan baik. Andreas langsung membopong tubuh Naya menuju kamar nya, tanpa ia sadari ada seseorang yang mengganjal daun pintu apartemen nya dengan sebelah kaki, untuk menahan pintu agar tidak tertutup dan terkunci. Dengan cepat sosok itu masuk tanpa menutup pintu.
Andreas meletakkan tubuh Naya diatas ranjang. Andreas dan Naya sudah terselimuti nafsu, mereka bercumbu dengan panas saat di atas ranjang.
klikkkkkk, klikkkk ,klikkkk..!
Bunyi suara kamera ponsel milik Alin.
Sontak saja Naya dan Andreas menoleh ke arah suara kamera tersebut.
"Ups.. sorry.."
Ucap Alin yang tersenyum kepada Naya dan Andreas.
"Apa-apaan sih kamu..!!!"
Bentak Andreas, lalu ia menghampiri Alin bermaksud akan merebut ponsel milik Alin dan menghapus gambar yang telah di ambil oleh gadis itu.
"Apa-apaan?!!!! Kamu yang apa-apaan..!!!!!"
Teriak Alin dengan matanya yang memerah dan melotot.
"JANGAN MENDEKAT ATAU FOTO INI AKU KIRIM KEPADA RARA...!!!!"
Ancam Alin, saat Andreas mendekatinya. Andreas pun terdiam berdiri mematung.
"A...A...Al, gue bisa jelasin..."
Ucap Naya sambil membenahi bajunya yang terlihat berantakan.
"Jelasin apa?!!! dasar p*r*kkkk..!"
Maki Alin. Lalu gadis itu menghampiri Naya dan menampar gadis itu dengan keras.
PLAKKKKKKK....!!!!!
Lalu Alin menjambak rambut indah Naya, ia tarik sekuat tenaga hingga Naya terjatuh dari ranjang.
"Kamu itu udah g*l* kali ya..!!!"
Ucap Andreas dengan panik lalu mencoba memisahkan Alin dan Naya.
"Gue sudah curiga sama lu cewek munafikkkk...! Lu tukang nusuk dari belakang...!!! b*st*rd...!!!!
Maki Alin sambil terus menendang Naya dengan membabi buta.
Sedangkan Andreas memeluk tubuh Alin dan mencoba untuk menjauhkan Alin dari Naya.
"SUDAH CUKUPPPPP....!!!"
Andreas berteriak dengan lantang, yang membuat Alin menghentikan aksinya.
Ia menatap kedua mata lelaki itu dengan tatapan kecewa.
"Jadi ini? ini alasan kamu..!!"
Tanya Alin sambil menunjuk Naya yang mencoba berdiri sambil membenahi baju dan rambut nya.
"Alasan apa?!!!"
Tanya Andreas dengan napas yang tersengal-sengal.
"Alasan kamu tidak lagi mencintai aku....!!!!!!!"
Seru Alin tak terkendali.
Naya yang mendengar ucapan Alin pun terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja Alin ucapkan kepada Andreas.
Suasana menjadi hening.
"Mencintai?"
Tanya suara yang bergetar tepat di belakang Andreas.
Lelaki itu menoleh ke sumber suara tersebut.
Matanya terbelalak saat melihat Rara dan Nia yang sedang menatap dirinya.
"Ra...Rara..!"
Seru Andreas panik.
"Ra... a.. a...aku bisa jelasin..!"
Ucap Andreas terbata-bat, lalu menghampiri Rara yang melihat kedua sahabatnya dengan tak percaya.
"Mencintai apa maksud nya?"
Tanya Rara sambil menepis kedua tangan Andreas di pundaknya.
Sedangkan Alin dan Naya hanya mampu terdiam dan mematung tanpa sepatah kata pun.
"Ra, ini tidak seperti yang kamu pikirkan Ra...!"
Andreas memelas.
"Setelah apa yang aku lihat, terus aku tidak boleh berpikir seperti yang ada di pikiran ku?"
tanya Rara dengan suara yang bergetar menahan emosi.
Teriak Nia kepada Naya dan Alin.
"Diam lu Nia...! Lu gak tau apa-apa!!! yang penghianat itu Naya..!!"
Seru Alin dengan penuh emosi.
"Barusan elu yang bilang Andreas berselingkuh dengan Naya sehingga tidak mencintai lu lagi. Gitu kan?"
Alin terdiam mendengar ucapan sinis Nia.
"E...elu bisa diam gak Nia.. biar gue urus masalah gue"
Dengan kesal Andreas menunjuk Nia dengan jari telunjuk kirinya.
"Oh.. lu berani nunjuk gue ya..! Lu sama B*ST*RD nya...!!!"
Maki Nia penuh dengan benci.
"Lu berani maki gue ya...!"
Ucap Andreas dengan geram, lalu bergegas menghampiri Nia.
PLAKKKKKKK...!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Andreas. Lelaki itu terkejut saat menerima tamparan keras dari Rara.
"Kamu...! Kamu tega ya"
Rara menunjuk Andreas. Matanya mulai memerah dan air mata tergenang di pelupuk matanya.
"Kalian...kalian penghianat...!!!! Kalian gak punya otak...!! Kalian bukan manusia..!!!!"
Teriak Rara kepada dua sahabat nya.
"Lu yang b*doh..! Selama ini lu gak tau kalau cowok kebanggaan lu ini selingkuh?"
Ucap Alin sambil menantang tatapan mata Rara. Rara pun menatap Alin tak percaya.
"Terus lu bangga jadi selingkuhan?"
Pertanyaan Rara membuat Alin terdiam.
"Sejak kapan kamu dengan Alin?"
Naya mulai bersuara dan menatap Andreas dengan kecewa. Air mata gadis itu berlinang. Dirinya merasa putus asa saat mengetahui bukan hanya diri nya yang menjadi kekasih Andreas, tetapi Alin juga. Akal sehat nya tidak bisa berpikir mengapa Andreas sampai seperti itu terhadap dirinya dan Rara.
Andreas hanya terduduk lesu di tepi ranjang. Ia menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
"Sejak kapan kamu dengan Naya?"
Tanya Alin mendesak Andreas untuk jujur.
"Ra, aku tidak niat berselingkuh, mereka berdua menggoda aku Ra"
Ucapan Andreas membuat Naya dan Alin terperangah dan menatap lelaki itu dengan tak percaya.
"Ra.. aku cinta sekali kepada kamu. Aku tidak mau pernikahan kita batal Ra. Aku akui aku khilaf dengan mereka, gak ada yang serius. Semua hanya main-main saja. Mereka yang menggoda aku Ra, bukan aku. Aku tidak ada perasaan dengan mereka berdua. Aku berani sumpah Ra"
Andreas berdiri lalu memeluk Rara dengan erat.
"Sumpah aku gak mau kehilangan kamu Ra. Aku tidak mungkin mau melepaskan kamu..! aku cinta kamu. Dan aku tidak mungkin memilih wanita yang g*mp*ngan untuk menjadi istri ku."
Kini Andreas memeluk kedua lutut Rara.
Rara mengangkat kedua alis nya, lalu Tersenyum sinis.
"Ck.. Jadi, kamu hanya mau memuaskan nafsu mu saja dengan mereka karena selama ini kamu tidak bisa menjamah ku?"
Tanya Rara dengan ekpresi wajah yang tak percaya.
Andreas pun terdiam, ia tak mampu berkata apa-apa lagi. Memang benar adanya, selama ia berpacaran dengan Rara, tidak sekalipun Rara mau melanggar prinsip nya. Gadis itu tetap bertahan mempertahankan keperawanan nya. Gadis itu sangat hebat, bahkan seorang Andreas yang tampan dan kaya raya tidak mampu menggoyahkan iman seorang Rara.
Rara tetap berprinsip bahwa keperawanan nya hanya untuk suami, bukan pacar ataupun calon suami.
Hal itu yang membuat Andreas bertekuk lutut kepada Rara. Wanita tegas ini tidak bisa ia taklukkan di atas ranjang. Tidak seperti wanita-wanita yang selama ini ia temui. Hal itu juga yang membuat Andreas yakin akan mempersunting seorang Rara.
Karena baginya, seburuk-buruk lelaki, pasti menginginkan wanita baik-baik untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.
Tetapi Andreas begitu bodoh, saat dirinya tergoda dan tidak bisa menahan nafsu kepada banyak wanita. Andreas merasa, selama ini ia akan aman-aman saja.
Tetapi, tidak kali ini. Andreas terciduk oleh selingkuhan nya dan bahkan calon istrinya. Ia kini sangat kacau dan tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain meminta maaf dengan Rara. Dan mencegah gadis itu untuk membatalkan rencana pernikahan mereka.
"Ra.. itu hanya nafsu Ra.. tubuhku bisa tidur dengan siapa saja, tetapi tidak dengan hati ku. Hatiku hanya untuk mu Ra.."
Andreas terus memeluk erat kedua kaki Rara yang berdiri dengan angkuh di depan nya.
Rara tertawa terbahak-bahak, yang membuat semua orang di ruangan itu menatap nya kebingungan.
"Hei... girls... lu denger... dia hanya nafsu sama lu berdua. Tetapi tidak pakai hati saat meniduri lu berdua, hahahahhaha...
Lu berdua di anggap murah sama Andreas..! Hahahhaa"
Rara tertawa sampai keluar air mata.
Hatinya terasa sakit hingga ia tidak tahu akan bagaimana lagi. Hingga membuatnya tertawa dan menangis secara bersamaan.
"Lu bilang gue bodoh Lin?.. LU YANG BODOH, Lu di tiduri tanpa rasa sama Andreas."
Ucap Rara lagi sambil terus tertawa.