H -

H -
ch 20. H-33



Fathur mengendarai mobilnya menuju rumah Rara, hari ini ia masih dalam masa cuti nya. Maka dari itu, pagi-pagi sekali ia sudah tiba di rumah Rara.


Dirinya disambut oleh Ibunya Rara dengan senang hati. Tetapi betapa terkejutnya Fathur saat Ibunya Rara mengatakan, bahwa Rara semalam tidak pulang ke rumah nya.


Ibunya pun tidak tahu Rara berada dimana. Fathur berusaha berkali-kali menghubungi Rara, tetapi nomor ponsel gadis itu tidak kunjung aktif.


Akhir nya Fathur mengambil tindakan sendiri, ia berniat menyelidiki siapa gadis selingkuhan Andreas. Ia mengendarai mobilnya menuju rumah Naya. Mobil gadis itu masih terparkir di halaman rumah nya. Sambil mengunyah roti yang baru saja dia beli di supermarket sedangkan Fathur terus mengawasi rumah Naya.


Tidak lama kemudian gadis itu keluar dari rumahnya. Naya tampak begutu cantik hari ini, ia menggunakan blazer berwarna hitam dan celana panjang bahan dengan model pipa lurus berwarna senada. Sedangkan blouse yang ia pakai berwarna kuning hambar dengan syal di lehernya. Tidak lupa ia menggunakan high heels yang berwarna senada dengan blazer nya.


Gadis itu sungguh cantik, wajah nya terpoles make up tipis namun elegan.


Rambut nya yang berwarna cokelat gelap, ia sanggul seperti seorang pramugari. Ia terlihat sangat rapih pada pagi ini.


Sambil menenteng tas bermerk nya dan beberapa berkas di tangan nya, Naya masuk kedalam mobil dan langsung menjalan kan mobilnya menuju kantor Firma hukum tempat nya bekerja.


Setelah sampai di kantornya, ia terlihat turun sambil berbicara kepada seseorang dari ponselnya. Fathur tidak sekalipun melepaskan pandangannya kepada gadis itu.


Naya masuk kedalam kantor nya.


Cukup lama Fathur menunggu gadis itu. Sampai saat nya makan siang, ia melihat mobil Andreas masuk kedalam parkiran kantor Naya. Dengan terburu-buru, Fathur meraih ponselnya dan merekam mobil Andreas yang baru saja tiba.


Setelah sepuluh menit ia menunggu, akhir nya Andreas dan Naya keluar dari kantor itu.


Dengan sigap pula Fathur merekam keakraban mereka.


Andreas membukakan pintu mobilnya untuk Naya. Sedangkan Naya tersenyum manis kepada tunangan sahabat nya itu.


Mobil Andreas beranjak dari halaman parkir kantor dan dengan cepat Andreas mengemudikan mobilnya.


Fathur tidak ingin membuang-buang waktu, ia langsung mengikuti mobil Andreas dari belakang.


Mobil Andreas berhenti di salah satu restoran ternama di kota mereka.


Sama seperti saat di kantor Naya, Andreas membukakan pintu mobilnya untuk Naya. Dan menggandeng tangan Naya untuk masuk kedalam restoran tersebut.


Perlakuan Andreas kepada Naya semua Fathur rekam di ponselnya. Gelagat mereka memang pantas di sebut sepasang kekasih.


Fathur geram sekali melihat pemandangan di depan nya. Ingin sekali ia menghampiri Andreas dan Naya. Dan memberi pelajaran kepada Andreas di depan umum. Tetapi, niat nya itu ia urungkan.


Fathur mencoba sekali lagi menghubungi Rara tetapi ponsel gadis itu tetap tidak bisa di hubungi.


Entah dimana ia berada kini, semua orang sibuk mencari nya.


Tiba-tiba ponsel Fathur berdering. Ia melirik nama yang tertera di layar ponselnya.


"Nia, ngapain dia telpon gue?"


Gumam Fathur sambil menggeser tanda menerima panggilan di layar ponselnya.


"Ya Nia..?"


Sapa Fathur kepada Nia.


"Dimana lu Fat? Lagi sama Rara gak?"


Tanya Nia dari seberang sana.


"Lagi di jalan, gak lagi sama Rara. Kenapa Nia?"


Tanya Fathur sambil matanya tetap mengawasi pintu restoran dimana Andreas dan Naya sedang berada di dalamnya.


"Enggak ini nyokap nya si Rara telpon gue. Nanyain Rara, katanya dari semalam belum pulang. Sebenarnya ada apa sih Fat? Rara mau nikah malah pake drama ngilang gini sih..!"


"Panjang ceritanya Nia, gue ribet juga mau cerita nya. Udah ah, gue tutup dulu, gue lagi konsentrasi nyetir ini"


Jawab Fathur dengan malas.


"Wait..Wait... Gue curiga nih.. Sebenernya ada pa sih? Jujur dong.. barangkali gue bisa bantu. Mumpung gue lagi Free nih"


Ucap Nia lagi.


Fathur terdiam sejenak, ia yakin ia tidak bisa berjalan sendiri. Ia butuh bantuan, saat Rara tidak ada, ia butuh bantuan lain yang mampu menyelidiki kasus ini.


Kebetulan Nia adalah orang yang sangat teliti dan cukup tau atas gosip-gosip ter up-to-date. Akhirnya Fathur yakin, Nia adalah orang yang tepat untuk membantu nya.


Masa cuti Fathur tinggal beberapa hari lagi. Setelah cuti berakhir, tidak mungkin ia bisa mengikuti Andreas lagi.


"Ok, temui gue di jalan ini, nanti gue share lokasinya. Tapi ingat, ini cuma rahasia kita saja. Ok?"


"Ok..!!"


Jawab Nia dengan bersemangat.


Nia paling suka tentang gosip dan mencari kebenaran. Ia tidak pernah salah menganalisa setiap kasus.


Nia bisa di bilang tukang gosip dan juga detektif yang cukup berbakat di antara teman-teman nya.


Tidak lama kemudian ia menerima pesan dari Fathur.


Begitulah bunyi pesan dari Fathur untuk Nia.


"Cangkem.. ckckckc.. mentang-mentang gue tukang gosip. Lu meragukan gue..? awas lu Fat.. ini kasar..!"


Gumam nya sambil tertawa kecil,


lalu ia memesan taxi online untuk ia tumpangi.


Tiga puluh menit sudah Fathur mengawasi restoran itu. Sesekali ia melirik jam tangannyanya.


"Ck, lama banget si nenek grandong hhhhhh..!"


Ucap Fathur sambil melepaskan kaca mata hitam nya.


"Nenek grandong siapa maksud loooo...!"


Tiba-tiba saja Nia sudah berdiri di luar jendela mobil Fathur yang memang sengaja ia buka, untuk mendapatkan udara dari luar.


Fathur terkejut dengan kehadiran Nia,


ia langsung tertawa geli melihat ekpresi Nia yang tidak terima di sebut grandong.


"Masuk dah..!"


Seru Fathur sambil membuka kunci otomatis mobilnya. Nia berputar di depan mobil Fathur lalu masuk kedalam kursi penumpang bagian depan.


"Kurang ajar lu Fat...! udah ngatain gue grandong, pake keep your cangkem lagi..!"


Omelnya saat baru saja duduk di sebelah Fathur.


Fathur pun tertawa geli melihat satu-satunya sahabat terlucu nya itu.


"Ngapain sih lu disini?"


Tanya Nia penasaran.


"Lu liat aja deh nanti"


Jawab Fathur sambil menyetel musik di mobilnya dengan volume sedang.


"Rara kemana sih?" Tanya Nia lagi.


"Mana gue tahu, ini aja gue hubungi gak pernah aktif ponselnya"


Jawab Fathur tanpa melirik kepada Nia.


Nia memperhatikan mata Fathur yang tidak pernah lepas dari restoran di depan mereka. Lalu ia pun ikut melihat ke area restoran tersebut.


"Mobil Andreas bukan tuh?"


Tanya Nia sambil menunjuk mobil Andreas yang terparkir di halaman restoran tersebut.


"Nah... pinter lu.. makanya gue butuh elu nih"


Ucap Fathur sambil melirik Nia yang sedang mengernyitkan dahinya.


"Jangan bilang lu lagi membuntuti Andreas"


Nia berusaha menebak.


Fathur hanya tertawa kecil sambil membuka bungkus permen kopi yang baru saja ia ambil dari sakunya.


"Mau?"


Fathur menyodorkan sebungkus permen kepada Nia.


"Lu butuh ini nih.. biar gak ngantuk jalan-jalan sama gue"


Sambung Fathur lagi.


Dengan ragu, Nia mengambil sebungkus permen dari tangan Fathur. Lalu membuka dan memakan nya.


"Thank you ya.."


Ucap Nia sambil tersenyum. Fathur hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Sepuluh menit berlalu, akhir nya Andreas dan Naya keluar dari restoran itu sambil bergandengan tangan.


"NAYA....!!!!! ANDREAS...!!!"


Pekik Nia sambil menatap tak percaya ke arah Andreas dan Naya yang akan masuk kedalam mobil milik Andreas.


"Ohhh... gue tau sekarang kenapa sikap Rara begini dan ngapain lu kayak orang oneng nongkrong disini"


Ucap Nia sambil mengangguk anggukan kepalanya. Fathur hanya tertawa kecil lalu menyalakan mesin mobilnya dan kembali mengikuti mobil Andreas.