
Kelopak mata Bern bergetar dan perlahan membukanya. Cahaya memasuki matanya dan mula duduk.
Dia melihat lengannya yang tersambung dengan paket dengan cairan biru. Itu adalah alat transfer mana yang berbentuk seperti transfer darah.
Bern merasa sedikit aneh melihat itu ketika dia selalunya melihat transfer darah.
Crash!
Bern melihat ke arah bunyi sesuatu yang pecah. Dia bisa melihat Anton yang berdiri di depan pintu dengan kantong mata hitam dan matanya merah.
"Bern!!!"
Anton langsung kearahnya dan memeriksa keadaannya. Untung saja Bern baik baik saja.
Dia keluar sepantas kilat dan kembali dengan gelas baru yang berisi air juga Beberapa biskut untuk mengisi perut.
Dia menyerahkan itu pada Bern dan Bern menerimanya. Kleio juga masuk dengan rambut yang cukup berantakan kerana kasus binatang iblis itu.
"Apa kamu tahu kamu tidur untuk 3 hari! 3 hari! Aku pikir kamu akan mati kerana terlalu banyak berdarah!"
Anton meninggikan suaranya tidak senang. Bern mengabaikan itu dan melihat Kleio.
"Mengapa binatang iblis bisa ada di sana?"
Bern bertanya sambil mengambil seteguk air.
"Di jumpai bekas mana taliportasi di dekat pintu masuk ruang jamuan."
Bern mengambil satu tegukan lagi. Itu maknanya semuanya sudah di rencanakan seseorang. Mereka mengambil masa yang bagus untuk membunuh pahlawan muda.
"Namun dari mana puncanya tidak di ketahui. Itu masih di selidiki untuk masa ini."
Kleio dengan tenang membicarakan itu. Dia terlihat tidak peduli tentang Bern. Nmaun matanya tertuju pada transfer mana yang di salurkan ke lengannya.
"Juga nama mu akan berada di senarai pertama dalam pemberian hadiah."
Kleio berpikir itu tidak cukup hanya memberikan medali dan hadiah uang pada Bern untuk aksi heroiknya.
"Yang mulia."
Kleio tersentak dan melihat ke arah Bern yang masih hanya minum air.
"Apa pon yang berlaku di masa depan, semuanya akan berada di bawah nama anda."
Bukan Anton saja membelalak tidak percaya. Kleio juga meragukan kupingnya.
"Apa kamu bercanda!? Kamu hampir mati! Mati!!! Kamu malah ingin menolak hadiah!!?"
Anton berteriak frustasi. Kleio hanya mengerutkan kening.
'Apa yang aku lakukan?'
Namun Bern bingung.
"Apa yang saya lakukan tidak perlu di berikan hadiah. Sebenarnya apa yang saya lakukan adalah tindakan bahaya. Jika saya tidak bisa membuka perisai, semua orang akan mati. Dari di beri hadiah, aku lebih memilih hukuman."
Anton ternganga kehilangan kata. Kleio juga kehilangan kata namun masih mempertahankan wajah tidak pedulinya.
"Baiklah, jika itu yang kamu mau. Namun kamu tetap harus di hadiahi kerana kamu sudah melakukan sesuatu yang bagus. Di mana aku ingin meletakkan wajah ku jika aku hanya mengeluarkan nama mu begitu saja?"
Bern berpikiran untuk 10 minit. Dia tidak menginginkan apa pon. Apa lagi ketika dia merasa dia tidak layak untuk menerima hadiah. Namun dia melihat tongkatnya di sudut.
"Apa aku bisa menukar tongkat sihir ke tongkat sihir yang lebih kecil?"
Kleio dan Anton diam seketika kerana mereka gatal ingin memukulnya menjadi bubur.
"Tidak. Itu aturan sekolah."
Tentu saja Kleio bisa. Namun dia ingin Bern memikirkan hal lain. Sangat sulit memikirkan hadiah untuk orang yang tidak memiliki keinginan seperti Bern. Dia seorang yang tidak metarialistis atau tamak kekuasaan. Bagaimana dia bisa memberikan hadiah pada orang seperti itu?
Tiba tiba Bern mengingat sesuatu.
"Kamu tahu kondisi ku, kan. Aku menginginkan rumah. Tidak perlu besar. Kecil juga bagus. Hanya tempat yang nyaman dan tenang untuk di diami."
Anton dan Kleio mengerutkan kening. Melihat mereka diam, Bern merasa canggung dan merasa apa yang dia minta berlebihan.
"Jika itu terlalu banyak tidak apa. Aku tidak memerlukan hadiah."
Bern jujur dengan itu.
"Itu terlalu...... Ahem."
Terlalu sikit. Itulah yang ingin Anton katakan. Namun dia diam ketika Bern terlihat merasa itu terlalu banyak. Namun Kleio tersenyum seperti siap memainkan pedang di bawah lidah.
Anton mengambil 1 langkah menjauh.
"Di mana? Kota? Hutan? Taman sekitar kota?"
Kleio menanyakan lokasi rumah yang Bern inginkan.
Bern memikirkan impiannya untuk hidup dengan suasana yang tenang setiap dia kembali ke rumah.
Aroma asin dan bunyi burung di laut yang mendatangkan rasa sangat tenang memasuki pikirannya.
"Lautan. Aku ingin itu di dekat lautan."
Anton sedikit membulat matanya melihat wajah lembut Bern yang memikirkan rumah masa depannya.
'Sederhana, tenang dan damai.'
Itulah rumah yang dia impikan.
Kleio tersenyum puas melihat Bern sepertinya sangat menyukai pemandangan indah dan tenang mengetahui kepribadiannya.
"Baiklah. Aku akan ingat itu. Aku pergi untuk mengurus hal lain. Makan yang benar."
Kleio keluar dengan wajah yang berniat lain. Anton pasti Kleio tidak akan menunaikan hajat Bern untuk rumah yang sederhana.
****
2 minggu berlalu dan acara penyampaian pon tiba. Semua warga di kota itu tiba untuk memeriahkan acara juga berjualan. Dan lebih dari 10 ribu pelajar Luxana hadir.
Para pelajar magang juga datang untuk berjaga dengan pengawal raja dan para ksatria lainnya.
Bang! Bang! Bang!
Drum di bunyikan dan muzik untuk menceriakan suasana bermula. Suasana sangatlah meriah.
[Yang mulia sekeluarga telah tiba!!!]
Seorang pengawal berbicara dan semua orang langsung diam dan tunduk.
Raja berjalan pertama diikuti Kleio sebagai pangeran mahkota. Ratu pertama bersama pangeran kedua. Ratu kedua bersama pangeran ketiga dan Ratu ketiga bersama pangeran kembar.
Dari urutan itu, dapat di simpulkan bahwa pangeran mahkota tidak memiliki kekuasaan memikirkan ibunya sudah tiada sejak umurnya 3 tahun.
Namun Bern tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam keluarga kerajaan. Yang perlu dia lakukan adalah bersama dengan Kleio tidak peduli bagaimana suasananya. Sama ada Kleio jadi jahat atau sesuatu. Sebagai anjing, dia hanya mengikuti tuannya.
Dia mengingat kata kata bosnya. Senyum lembut terukir di bibirnya mengingat dia menjadi anjing orang itu hingga dia mati. Sebagai manusia, kenangan lama tidak bisa meninggalkannya. Walau semenyakitkan apapon kenangan itu, mereka harus berjalan terus kehadapan. Itulah makna hidup.
[Selamat pagi semua.]
Raja memulakan ucapannya yang di besarkan dengan alat sihir pembesar suara. Alen Mark, raja yang terkenal kurang bijak jadi dia tidak dapat mengembangkan kerajaan itu cukup baik.
[Di sini kita ingin berterima kasih pada semua pelajar yang berani melangkah ke depan ketika bahaya muncul. Semua anak muda yang berani layak menerima medali untuk menunjukkan rasa terima kasih dan rasa bangga kita.]
Dan nama pon satu persatu di sebut di sana.
Woooooooo!!!
Clap! Clap! Clap!
Banyak suara sorakan dan tepukan menunjukkan rasa bangga para warga. Namun sebenarnya para warga hanya datang untuk menaikkan suasana. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kerana informasi di blokir dengan cepat. Jadi mereka hanya bisa mendengar sedikit dari rumor yang beredar.
Namun lain dengan para pelajar yang ada di tempat kejadian. Ada beberapa dari mereka cukup kecewa bahwa penyihir dengan tongkat besar itu tidak ada di sana untuk mendapatkan medali. Berkatnya, banyak nyawa yang terselamatkan hari itu.
Banyak juga dari para pelajar kelas penyihir yang merasa putus asa dengan kelas mereka sebagai penyihir mendapatkan semangat mereka dan menjadikannya idola.
Namun mereka juga tidak bisa melupakan jasa mereka yang lain yang bergerak sebagai pembantu mereka tenang ketika itu berantakan. Jadi mereka cukup kuat bersorak pada Anton, orang yang pertama bertindak setelah melihat kejadian itu dalam penerimaan medali.
Bern adalah yang pertama bergerak ke depan. Namun dia tidak hadir menjadikan Anton yang paling berjasa di sana.
Wajah Anton di penuhi senyuman saat mendapatkan medali. Dia bisa melihat ibunya dan juga ayahnya yang berada di barisan depan tersenyum bangga padanya.
Anton tidak percaya bisa melihat wajah mereka yang bangga ketika dia di marahi teruk oleh mereka kerana bergerak dengan gegabah dan mungkin bisa membunuhnya kapan saja di waktu itu.
Yah, keluarganya sangat menyayanginya. Jadi, itu bukan hal yang harus membuatnya malu atau marah. Mereka hanya khawatir tentangnya.
Anton turun dan pergi ke arah Bern yang masih menepuk tangan di samping keluarganya.
'Mereka benar benar menyukainya.'
Anton memikirkan itu ketika melihat Bern di penuhi dengan tas makanan dan banyak barangan lain. Dia banyak menceritakan tentang Bern pada keluarganya melalui surat.
Mereka sangat marah ketika tahu bahwa anak baik seperti Bern yang bahkan menolak medali untuk tindakannya di buang begitu saja kerana dia berhutang. Namun mengapa dia yang jadi subjek di marahi keluarganya?
Anton mengingat dia di ceramah keluarganya untuk 2 jam kerana Bern. Kerana itu, Anton harus menganggap Bern adiknya. Bisa jadi di masa depan jika sebegitu sukanya mereka pada Bern.
Dia menghela nafas dan menanggalkan medali dari dadanya lalu menempelnya ke dada Bern.
"Ini. Aku beri pinjam. Pulangkan nanti."
Beberapa pelajar mengangguk setuju dengan apa yang di lakukan Anton. Bern sangat layak menerima medali yang dia tolak. Namun di mata warga, Anton hanya bersikap sombong dan memamirkan medali miliknya.
[Untuk beberapa alasan, penerima utama dari senarai ini menolak hadiah kerana berpikir dia tidak layak untuk mendapatkannya. Kerana itu, dia meminta pangeran mahkota untuk menukarnya menjadi makanan dan berbagi pada seluruh warga. Kerana itu, acara hari ini di buka untuk seluruh warga tidak peduli kalian dari daerah kumoh atau lebih rendah. Sila nikmati pesta hari ini.]
Alen menyampaikan itu dan semua orang terdiam. Siapa orang yang menolak medali itu? Para pelajar semua sudah menebak siapa itu.
'Bagaimana seseorang bisa terlalu baik?'
Hanya itu yang terpikir di benak warga dan pekajar.
[Berterima kasihlah pada Bern Kailyth.]
Bern membulat matanya.
"Mengapa dia menyebutkan nama ku? Aku sudah bilang untuk tidak melakukan itu."
Bern bergumam dan beberapa warga mendengar itu dan mula menyebarkan itu.
[Baik, itu saja. Selamat bergembira.]
Raja pon turun dan Kleio pergi ke arah Bern.
"Leo....."
Bern berbicara seolah sedang mengerang.
"Apa? Apa aku melakukan sesuatu?"
Kleio tersenyum seperti tidak berlaku apa apa.
Bern menghela nafas dan segera pergi dari jamuan itu. Dia tidak ingin orang orang berterima kasih padanya hanya kerana makanan. Dia tidak berminat menerima terima kasih seperti itu.
Namun dengan melakukan itu, Kleio bisa mendapatkan nama baik dan sokongan warga. Menggunakan nama Bern sebagai bawahannya membuat citra baik pada warga.
Dia tidak memikirkan itu pada mulanya. Namun ketika dia ingin memberikan uang ganjaran kerana apa yang di lakukannya, Bern menolak lagi dan mengatakan 'dermakan saja untuk membuat jamuan yang bisa di hadiri semua kalangan dan memberi mereka makanan gratis.'
Itu membuat Kleio memikirkan rencana untuk mendapatkan sokongan warga dengan menggunakan nama Bern. Yah, walau Bern tidak menyukainya.
Namun Bern tidak punya protes ketika itu keinginan bosnya dan itu hanya menggunakan namanya. Namun Bern dan Kleio salah menghitung sesuatu.
Anton dan keluarganya bukan keluarga yang bisa menutup meulutnya jika tidak ada yang memintanya.
Dalam jamuan, mereka sekeluarga menceritakan apa yang berlaku membuat para warga dari merasa berterima kasih kepada kagum dan akhirnya mula membuat anak kecil mengidolakannya.
Mungkin akan ada mainan berupa tongkat sihir besar seperti milik Bern akan di jual sebentar lagi.
"........."
Kleio yang melihat dokumen yang bertuliskan semua rumor tentang Bern terdiam.
[Anak dari syurga
Pahlawan suci
Anak yang di cintai mana]
Nama panggilan yang terhasil sangatlah mengerikan. Tidak ada satupon yang menunjukkan Bern di sana. Mungkin jika ada kelainan sedikit dari rupa Bern yang seperti rakyat jelata, dia pasti di panggil dengan itu.
Dia meletakkan dokumen itu di dalam laci mejanya paling bawah.
'Aku pasti, Bern akan paham.'
Bern ketika ini melihat banyak tongkat sihir mainan yang besar seperti miliknya dalam sais anak kecil.
'Apa yang terjadi?'
Bern hanya memikirkan itu tren baru dan berjalan tanpa berpikir banyak.
.
.
.
.
.
...**Bersambung**...