From No Body To Hero

From No Body To Hero
Episode 40



Bern tersenyum seperti selalunya.


'Dia bisa tersenyum selebar itu!?' Kleio terkena mental beberapa detik.


Tentu, itu adalah senyuman ketika dia melakukan kesepakatan. Ketika melakukan kesepakatan yang sihat, tersenyum adalah hal yang pertama perlu di lakukan. Tentu, jika membuat kesepakatan dengan musuh, maka hal pertama yang perlu di lakukan adalah menyiksa mereka hingga mereka setuju.


"I, itu kesepakatan yang bagus! Tapi itu bukan untuk mu melainkan kerajaan. Aku akan senang membahasnya juga. Jadi, ungkapkan saja apa yang ada di pikiran mu." Felix masih mencoba.


Bern memegang dagunya merenungkan apa yang dia inginkan.


"Bagaimana dengan kamu membangun Villa untuk ku? Pemandangan di bawah laut indah, bagus untuk ku bersantai santai." Bern terlihat serius memikirkannya.


Felix tersenyum cerah mendengarnya. Walau itu bukan hadiah yang bisa membayar jasanya, itu bermakna Bern masih ingin kembali ke Sebasta di masa depan.


"Maka aku akan memberikan seorang elf untuk pergi bersama mu. Semua elf bisa membuka jalan ke Sebasta, jadi kamu bisa datang kapan saja!" Felix berbicara dengan senang hati.


Bern menatap Kleio.


"Leo, di academy bisa membawa elf?" Bern bertanya.


"Huh? Kamu akan menggegerkan satu sekolah! Elf adalah makhluk yang sukar di temui, dan kamu membawa satu bersama mu!? Bukankah kamu membaca hampir semua buku di perpustakaan!" Kleio tidak percaya mendengar soalan itu.


Bern memikirkannya lagi, Steven bahkan bisa ada di sekolah kerana dia melayani Kleio.


"Maka, aku serahkan dia pada mu, yang mulia." Ucap Bern dengan nada menghormati.


"Ohho, sekarang kamu melempar bom ini pada ku! Kamu adik yang tidak berguna!" Kleio mengelus kepala Bern keras.


Mereka mula mendiskusikan kesepakatan mereka dan memberikan banyak permata dan emas pada Kleio dan Calistia mengingat mereka ketua dari 2 kumpulan itu.


Mereka kembali ke daratan dan mengucapkan selamat tinggal pada sesama mereka.


Ada banyak hal yang perlu di lakukan Calistia untuk membangun kembali kota Narda.


"Kita harus menikmati hari yang tersisa!" Anton berteriak sambil memegang kayu bakar.


"Mari bermalam di pinggir pantai!" Ucap Steven sambil membawa pemanggang.


Yah, walau cuman sehari, mereka ingin bersenang senang.


"Zion, mari kita mengambil angin. Aku sudah berjanji pada mu."


Zion tersenyum cerah mendengar itu dari Bern. Bern mengambil sapu yang dia modifikasi seperti sepeda motor dalam perjalanan kembali. Sepeda motornya berwana hitam dengan garis emas menghiasinya.


"Itu keren!" Zion memuji.


"Aku juga meletakkan sapu polos jika aku perlu bertempur." Ucap Bern itu sambil menerbangkan penyapu polos dari penyapu yang di modifikasi.


Semuanya menganggap penyapu yang di modifikasi Bern keren. Namun, selain dari penyapu polos, ada banyak fitur yang di berikan pada penyapunya.


"Penyapu ini bahkan bisa di kendalikan oleh mereka yang bukan penyihir." Sambung Bern sambil matanya terlihat bangga dengan karyanya.


Semua temannya menganga mendengar itu. Penyapu yang bisa di gunakan oleh mereka yang bukan penyihir!? Jika itu di jual, mereka akan kaya.


"Bagaimana kamu membuatnya!?" Kleio bertanya kaget.


"Sulit. Aku kehabisan mana gara gara membuatnya."


Mendengar itu, mereka pasti, beberapa penyihir yang bergabung tenaga pon belum tentu bisa membuatnya.


"Jadi, apa namanya!? Jangan guna awalan A lagi untuk menamai sesuatu!" Ucap Anton riang.


Bern mula memikirkannya.


"Kerana dia memiliki semua mana ku ketika aku membuatnya, mari pergi dengan Ben Kailyth."


Bern menyentuh penyapu sepeda motornya.


"Kamu hanya membuang 'R' dari nama mu." Ucap Anton kurang tertarik.


"Ben bermaksud anak laki laki, aku menciptakan penyapu ini dengan semua mana ku, jadi bisa di bilang ini putra ku, bukan?" Bern bercanda, dan semua tahu itu.


Zion dengan bersemangat menaiki Ben, duduk di belakang Bern.


.


.


.


"Zion, mari kita melakukan beberapa percobaan dengan Ben. Kerana aku baru membuatnya, aku tidak tahu apakah itu berfungsi dengan baik." Ucap Bern ketika sudah berada 100 meter dari tanah.


Zion bersemangat dan mengangguk.


.


.


.


"Ah, kalian kembali, bagaimana dengan jalan jalannya?" Lewis bertanya sambil memanggang ikan.


Zion hanya diam ketika turun, menjauh dari Ben.


"Apa terjadi?" Tanya Uen khawatir.


"Aku akan memanggil Ben dengan tuan sekarang! Jika tuan Ben bersama Bern, kekuatannya bahkan bisa menghancurkan gunung! Jika bersama orang biasa bisa membuat gunung kehilangan bentuk aslinya!" Zion terlihat ketakutan, namun semakin fanatik.


Mereka semua menatap Ben dengan tatapan berbeda sekarang.


"Bern, jika Ben di curi, maka kita akan kewalahan." Ucap Kleio khawatir.


"Hnm? Tidak usah khawatir. Untuk pencegahan, aku sudah meletakkan mantra di mana hanya ketika aku memberikan izin, mereka bisa menaikinya." Balas Bern.


Ailen terlihat tertarik.


"Apa yang terjadi jika mereka tidak mendapatkan izin?" Ailen bertanya ingin tahu.


Bern mengambil ketam yang ingin di panggang Lewis dan melemparnya ke Ben.


"[Aku tidak mengizinkan ketam menduduki Ben.]"


Bzzzzzzzzz!!!


Semua orang kaget melihat ketam itu sudah menjadi ketam panggang.


"Ini hanya contoh. Itu juga hanya berlaku pada mereka yang memiliki akal." Sambung Bern.


Yap, mereka tidak akan mendekati Ben tanpa Bern di sisi.


-gwoool...


Bern mendengar suara monster dan melihat naga biru yang mendekatinya.


"Ah, kamu bangun?" Ucap Bern sambil mengambilnya masuk ke dalam pelukan.


Walau naga biru itu cerdas, dia tetap perlu tidur yang banyak. Lagi pula, naga biru itu baru lahir.


"Ini bahaya bukan jika di biarkan di luar?" Ucap Lewis sambil menusuk Ben dengan ranting.


Bern menatap Ben dan Ben bercahaya menjadi kecil lalu terbang ke tangan Bern. Itu terlihat seperti hiasan pada gelang yang berbentuk permata ular hitam melingkari pergelangan tangan kanan Bern.


{Itu keren! Bagaimana kamu melakukannya!} Althea terbang menatap gelang yang terlihat sangat keren itu.


["Wau, itu terlihat sangat mahal!"]


Semuanya kaget melihat sepeda motor yang gede itu bisa menjadi sekecil itu.


Namun mereka sudah terbiasa dengan kehebatan Bern hingga mereka hanya kaget sebentar saja.


"Benar, itu terlihat mahal. Bern, kamu tidak suka memakai hal mahal, jadi mengapa itu terlihat mahal?" Anton bertanya.


Bern menatap mereka yang mempertanyakan hal yang sama membuatnya sedikit mengeluh.


Dia mengeluarkan sebuah buku dari tas ruangnya dan membukanya di tengah.


"Hanya ada 3 bentuk yang bisa di buat untuk ini. Itu Scorpio, Ular, dan lipan. Juga semua bahannya adalah, yah sudahlah." Bern sedikit mengeluh mengingat berapa banyak yang dia habiskan hanya untuk mengubah sepeda motor menjadi gelang.


["Jadi ini alasan kamu meminta tas ku."] Alastair lega bahwa semua permata itu pergi ke Bern dan bukannya di donasikan.


Dan kerana Ben di tangan Bern, mereka tidak perlu khawatir tentang kecelakaan yang mungkin berlaku.


"Aku bahkan gagal 5 kali dan menghabiskan banyak permata. Sangat sulit melakukan yang ini." Bern mengeluh sebelum berjalan ke tempat pemanggangan.


'Ji, jika Bern bahkan sampai gagal, apa mungkin penyihir lain bisa melakukannya?' Mereka semua terkadang merasa Bern bukan manusia.


.


.


.


Mereka semua bermain, memanggang dan melakukan apapon yang selalu di lakukan semua orang ketika bercuti.


Ketika malam tiba, mereka semua kecuali beberapa orang duduk di depan unggun api bercerita hantu atau apalah....


"Hei, kami memasak kue untuk mu!" Ucap Zion memberikan kue pada Bern yang datang entah dari mana mengejutkan semua orang yang sedang mendengarkan cerita hantu Anton dan Steven.


Abaikan Bern yang sudah merasakan kehadiran Zion dari awal.


Kue itu terlihat berantakan dan dari baunya saja, itu pasti hangus dan hitam di bawah krim kue yang berbau seperti tumpahan gula.


Alastair, Althea juga naga biru yang pergi bermain dengan Zion tadi menatap Bern di belakang Zion.


'Apa itu bisa di makan?' Pikir mereka semua selain Bern.


'Apa dapor baik baik saja? Koki akan menangis dengan kekacauan yang mereka buat.' Pikir Bern setelah melihat mereka semua di penuhi tepung juga arang.


Bern dengan mudah mengambil satu gigitan.


"Ini tidak terlalu buruk." Ucap Bern dengan senyuman lembutnya. Temannya membuatkannya makanan, bagaimana dia bisa mengatakan itu tidak enak? Juga dia sangat tersentuh dengan kegigihan mereka.


Keempatnya tersenyum cerah mendengar pujian dari Bern.


Bern tahu mereka semua tidak pernah masuk dapor selama ini. Zion seorang pangeran, Althea seorang roh penjaga, Alastair seorang iblis dan naga biru yang baru baru ini menetas, bagaimana mungkin mereka bisa memasak dengan baik?


Anton yang berada di samping Bern mengambil satu gigitan dan langsung meludahkannya.


"Apa ini!? Kalian memberikan Bern arang atau apa!?" Ucap Anton tanpa lapik. Steven dari belakang juga mengambil satu gigitan dan meludahkannya.


"Wau, kalian harus belajar memasak lagi." Ucap Steven sambil minum air.


Wajah keempatnya dengan cepat berubah menjadi kecewa mendengar apa yang Anton dan Steven ucapkan.


"Seteruk itu?" Uen tidak terima adiknya di kutuk dan mengambil gigitan. Dia menjadi kaku, tapi masih menelannya.


"Ini enak......" Ucap Uen lemah sambil mengambil air.


Ailen dan Kleio yang melihat itu, tentu saja tidak ingin mengambil bahagian.


Mereka berempat terlihat seperti anak anjing yang sangat kecewa hingga Bern mengeluh.


"Mari, bantu aku memasak kue." Bern bangun dan mata keempat anak anjing itu terlihat cerah.


"Kamu bisa memasak?" Kleio bertanya tidak percaya.


"......."


Bern hanya menatap tajam Kleio hingga semuanya hanya diam. Jika tidak enak, mereka hanya akan makan dengan tenang dan damai.


Bern hanya menatap Kleio untuk membantah, tapi melihat dia langsung diam, Bern memutuskan untuk diam saja.


Keempatnya pergi ke dapor bersama Bern.


.


.


.


'Koki akan pingsan.' Pikir Bern ketika menatap bahkan ada tepung di atap.


Tikd.


Bern memetik jarinya menggunakan sihir membersihkan seluruh dapor juga keempat anak anjing yang kotor itu.


"Mari kita mulakan."


Bern mula membuat 2 kue. Yang lebih besar adalah kue yang kurang manis untuk yang lainnya. Sedang yang ukuran biasa adalah yang manis. Hanya Alastair, Althea dan naga biru yang makan kue manis bersamanya.


Dapor menjadi agak berantakan, namun tidak seperti ketika anak anak di mana Bern itu memasuki dapor.


.


.


.


"Kami kembali!" Zion kembali dengan kue 2 tingkat di tangannya.


["Ini kami punya!"] Alastair memegang kue 2 tingkat yang mulanya ingin membuat lebih kecil, namun akhirnya memiliki ukuran yang sama dengan yang di bawa Zion.


-Grooool!


{Kue kita pasti enak!}


Semua orang melihat keempat anak itu masih di penuhi tepung walau sudah tidak memiliki arang di tubuh mereka.


Namun tidak ada setitik tepung pon pada Bern.


Zion mula memotong kuenya bersamaan dengan Alastair. Meletakkan potongan di piring dan mereka mula menikmatinya.


"Ouh, ini enak!" Anton memuji. Tidak terlalu manis, juga tidak pahit.


"Wau, kamu memang bisa memasak." Kleio juga kagum.


"Bos, berikan resep mu pada ku!"


Steven juga mengambil gigitan besar.


"Benar, ini enak." Lewis juga memujinya. Dia tidak begitu menyukai kue, tapi yang ini enak.


Uen dan Ailen mengangguk menunjukkan mereka menikmatinya. Zion juga berdengung ketika memakannya.


Yang makan kue yang di bawa Aalstair adalah tim pecinta manis, dan mereka semua menikmatinya.


2 kue besar itu habis dengan cepat, dan unggun api semakin padam.


"Hah..... ini percutian yang menyenangkan." Anton bergumam dan semuanya mengangguk setuju. Bahkan ketika mereka hampir mati dan kehilangan harapan, ini adalah percutian yang terbaik bagi mereka.


Bern juga tersenyum lembut.


'Sudah lama sejak aku merasakan yang namanya bercuti. Ini damai.' Pikir Bern ketika melihat bintang.


Hari itu berakhir dengan sangat menyenangkan.


Di kejauhan, seorang anak kecil, duduk di atas pohon, melihat mereka sambil memegang gantungan kunci yang Bern berikan pada penduduk kota Narda.


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...**Bersambung**...


Ok, hope kalian enjoi episode kali ini! Kita akan kembali ke academy next episode!


Baik, semoga kalian semua sihat selalu dan seperti biasa, jika kalian suka, like, komen dan fav ya! tata 🙋