From No Body To Hero

From No Body To Hero
Episode 22



Tang! Tang! Tang!


Bern terus melagakan pedangnya bahkan jika dia tidak bisa melihat apapon di depannya.


Banyak pohon yang tertebas di dekat tempat dia melagakan pedang. Bern hanya bisa mendeteksinya dengan aura membunuhnya.


"Bern, dia di mana!? Biarkan aku membantu!"


Kleio turun dari kudanya dan mendekati Bern.


"Tidak tahu. Aku hanya fokus pada aura membunuhnya saja."


Kleio terdiam seketika. Aura membunuhnya sangat tersembunyi dan bahkan Kleio yang sehari hari bisa merasakan aura membunuh tidak merasakan apa apa.


Steven juga merasa aneh. Mengapa hanya Bern yang bisa merasakan aura membunuh yang sangat tersembunyi itu.


"Apa dia mengincar mu?"


Bern menggeleng tanda ketidak tahuannya.


"Yang mulia, tolong menjauh sedikit."


Kleio bingung namun masih menjauh yang sangat jauh. Kleio pasti, jauh sedikit itu seharusnya menjadi jarak antara hidup dan matinya jika itu berkaitan dengan Bern.


"Kamu ingin bermain dengan aura membunuh? Mari lihat, aura siapa lebih kuat."


Dari tadi, Bern di tekan niat membunuh seolah memintanya menunjukkan niat membunuhnya. Dia sadar akan itu ketika Kleio mengatakannya


Aura membunuh yang Bern keluarkan untuk membunuh iblis tingkat 9 rendah itu pasti menarik minatnya.


Bern menutup matanya sebentar dan tidak ada yang bisa menggerakkan tubuhnya. Aura yang sangat mencekam lebih dari sihir menggertak yang pernah dia demonstrasikan di kelas.


Bahkan iblis tingkat 1 kelas rendah itu terhenti seketika dengan aura Bern lalu bergerak ke arahnya setelah menerima rasa ancaman yang bahaya.


Semua orang melirik Bern dari mata mereka. Aura membunuh Bern tidak seperti itu milik seorang anak yang berumur 16 tahun.


Bern menutup matanya kembali menghilangkan auranya. Walau begitu, kengerian masih berada di sana.


"Ku rasa ini cukup membuktikan aku layak melihat sosok mu."


Seperti yang Bern katakan, sosok iblis itu terlihat. Iblis yang memakai jubah hitam dengan salah satu tangannya berbentuk pedang yang cukup besar. Ada rantai aneh di lehernya juga.


Rantai berbentuk satu mata dan banyak permata tergantung di bawah yang terlihat mewah.


[Поздравления мне]


Iblis itu mencoba mengatakan sesuatu. Namun tidak ada satupon di sana dapat memahaminya. Bahkan Bern mengerutkan kening kerana suaranya terdengar seperti bisikan yang menyeramkan.


Iblis tingkat 1 rendah menyerangnya dari belakang dan Bern melompat menghindarinya.


Serangan dari iblis yang terlihat seperti malaikat maut dari urban lagent yang terkenal menyerangnya pula. Bern menghindari itu di udara.


Para iblis itu hanya menyerangnya.


"Hah...."


Bern menghela nafas dan berpikir hanya akan menjadi perjalanan yang nyaman. Walau sesuatu yang buruk berlaku, para ksatria dari istana itu bisa membantu. Siapa tahu bahwa mereka juga akan membeku dari aura membunuhnya.


"Mari mulakan pertarungan sesungguhnya."


Walau itu membebani dirinya, dia tidak bisa melihat sisinya terluka. Mungkin orang di sekelilingnya terlihat seperti beban pada Bern, Bern hanya bisa menjadi kuat dengan adanya orang yang harus di lindungi. Dan itulah bagaimana dia bisa mati.


Bern menutup sebentar matanya dan membukanya. Semua orang tidak bisa mengatakan apa yang berubah di sana.


Tang!


Pedang Bern bertembung lagi. Namun suara dentingan itu semakin kuat dan memekakkan kuping siapapon yang mendengarnya.


Aaaaawwoooo!


Iblis tingkat 1 rendah itu mengaum kuat membuat gerakan. Namun Bern seolah tuli hanya menghindarinya dan menyerang.


Tang! Tang! Tang!


Yang di lakukan Bern dalam 20 menit semua orang membeku kerana aura membunuhnya hanya menghindar dan menyerang.


Namun semua orang bisa melihat betapa jago Bern dalam hal bertarung. Seolah bertarung adalah hidupnya nya sendiri.


Mungkin dia merasa bersalah kerana dirinya semua orang membeku. Kekuatan aura membunuhnya bisa di bilang makan tuan kerana semua sisi tidak akan bisa bergerak jika mereka tidak cukup kuat.


Mata Bern sedikit melebar dan mengambil tongkat sihir di punggungnya. Semua orang bingung melihat Bern membuat lingkaran sihir di bawah kaki mereka.


"[Perisai.]"


Perisai terbentuk di atas mereka.


Tang! Tang! Tang!


Kemudian panah sihir entah dari mana menyerang. Darah ingin keluar dari mulut Bern namun di telan kembali. Dari tindakan fizikal, menggunakan mana lebih membebani dirinya ketika ada racun iblis bersarang dalam tubuhnya.


Steven merasakan dia sudah bisa bergerak juga beberapa ksatria istana yang di tingkat sama dengannya.


"Bos, tarik perisai aku!"


Bern mendengarkannya dan menarik perisai di sekitar Steven. Hilang saja perisai, Steven langsung menggerakkan pedang besarnya menebas panah sihir itu.


"Tarik perisai kami juga. Ini memalukan di lindungi anak kecil."


Ketua ksatria kerajaan mengatakan itu dan Bern menariknya juga. Semakin sedikit orang untuk di lindungi, semakin berkurang beban pada tubuhnya.


"Jangan sampai kalah dengan anak kecil! Tarik senjata kalian!"


Ketua ksatria itu dengan tegas menyuruh ksatria lainnya menyerang. Walau mereka masih takut dengan kekuatan kedua iblis itu, mereka harus berjuang juga! Bagaimana ksatria kerajaan ingin menjadi cahaya bagi warga jika mereka sangat mudah menyerah?


Mereka semua menangkis semua panah itu dan merasa tangan mereka mati rasa kerana kekuatan panah itu.


"Wau, anak itu benar benar bukan main main kekuatannya untuk menahan semua serangan ini sendirian."


Seorang ksatria kagum dengan itu. Para penyihir kerajaan pula bisa bergerak. Bern tanpa di suruh melepaskan perisai di sekeliling mereka. Anggaplah sebagai balasan kerana dari awal terus di remehkan kerana tidak menaiki penyapu terbang.


Lagi pula mereka harus bertarung dengan ksatria mereka. Takkan mereka hanya di lindungi dan mendapatkan nama tanpa usaha? Bern tidak menyukai orang seperti itu.


Yah, dia bisa mengabaikannya jika itu anak yang di bawah umur 20 tahun.


[Поздравления мне]


Bern mengerutkan kening ketika mendengar nada yang sama lagi dari iblis malaikat maut itu.


'Apa yang coba dia sampaikan?'


Bern mula menggerakkan otaknya. Dia memfokuskan mana di matanya dan melihat benang halus di antara kedua iblis itu.


'Di kendalikan? Apa dia meminta bantuan?'


Bern mula menoleh melihat Steven. Dia bergerak dengan normal seolah hanya bertarung dan akhirnya punggung mereka mengenai satu sama lain.


Steven tersentak lalu mengangguk dan terus menghilang dengan kemampuan assasinnya.


Dan tidak lama, semua orang bisa bergerak lagi. Bern tidak bisa melindungi mereka semua lebih lama.


"Tuan, perisai ku takkan bertahan lebih lama. Minta penyihir kerajaan melakukan pekerjaan mereka."


Bern meminta ketua ksatria kerana jika dia yang melakukannya, dia hanya akan di ejek kembali.


Ketua ksatria yang tahap tanggung jawabnya adalah setengah dari milik Bern pasti menyetujuinya. Seseorang yang benar benar paham akan beban nyawa adalah orang yang paling di sukai Bern. Dia dan ketua ksatria itu bisa berteman rapat jika dia di dunianya yang dulu.


"Penyihir buka perisai kalian! Jangan membuat kami malu hanya kerana kalian tidak bisa melakukan apa yang anak kecil bisa lakukan! Bahkan anak kecil lebih tahu bagaimana menyakiti dirinya untuk orang lain! Bagaimana kalian bisa mengejek anak sebaik ini! Kalian bahkan tidak layak untuk menjadi sepatunya!"


Ketua ksatria benar benar mengejek para penyihir. Dia diam saja selama ini kerana Bern juga diam dan membuat seolah dia tuli. Juga semua repotasi Bern ada pada rumor yang beredar. Kerana Bern menolak untuk menerima apapon hadiah atas tindakannya yang membuat ketua ksatria itu meragukannya.


Semua orang ingin di ketahui dunia. Dia juga termasuk antara orang yang ingin mendapatkan medali dan tingkat dalam dunia bangsawan.


Tapi Bern yang menerima peluang itu terus menolak. Seolah dia tidak ingin terikat dengan kerjaan itu.


"Salam Duke."


Dia mengingat melihat Duke Zeke yang baru keluar dari ruang kerja Kleio terlihat agak kecewa.


"Ouh kamu, Niel. Bagaimana dengan hari mu?"


Niel mengangguk pada soalan itu.


"Jika saya sakit, saya tidak akan di sini menjadi beban. Tuan, mengapa kamu terlihat kecewa?"


Duke Zeke menghela nafas.


"Aku datang ingin memberikan hadiah pada anak bernama Bern itu. Dia menolak medali dua kali berturut turut dan bahkan menolak hadiah ku kerana dia mengatakan dia tidak layak. Jika dia tidak layak, aku apa? Aku bahkan tidak bisa melindungi wilayah ku."


Neil berpikir itu hanya rumor dia menyelamatkan wilayah Duke Zeke. Namun sepertinya dia melakukan sesuatu yang hebat.


Dia tidak bisa menyangkal lagi jika rumor itu benar. Dia yang ksatria yang hampir mencapai tingkat menengah master pedang bisa kaku tidak bergerak 20 menit hanya kerana aura membunuh anak itu. Apa lagi, dia melindungi semua orang yang meremehkannya, mengejeknya atau bahkan melecehkannya. Dia tidak membedakan siapa yang akan dia lindungi selagi itu di sisi yang sama. Sama seperti yang dia ucapkan di jamuan penyampaian hadiah kepada mereka yang bertarung menyelamatkan wilayah Duke Zeke.


"Tuan, bisa aku mendapatkan nama mu?"


Bern bertanya dan Neil tersentak sesaat.


"Neil."


Bern mengangguk mendengar itu.


"Tuan Niel, kamu akan menjadi ksatria hebat di masa depan. Bahkan jika satu hari kita menjadi musuh, kamu akan menjadi orang yang aku kagumi."


Niel agak bingung dengan itu. Ada apa dengan pemikiran anak itu?


"Orang yang tahu beratnya beban nyawa adalah orang yang aku kagumi. Tidak peduli mereka di sisi mana. Aku mungkin akan mencoba melepaskanmu jika kamu menjadi musuh."


Niel semakin bingung. Jika mereka musuh, sudah pasti mereka harus memancung kepala lawan mereka.


Kleio, Anton dan Ailen keluar dari perisai penyihir yang meremehkan Bern. Mereka tidak perlukan perlindungan dari banjingan seperti mereka.


"Neil, kamu harus paham, antara kamu dan dia, rasa tanggung jawab atas nyawa itu hanya 50 dari milik Bern."


Mata Niel membelalak. Hanya setengah? Setelah semua rasa tanggung jawab yang dia bawa? Dan itu hanya setengah?


Ailen mendekati Bern dan menekan perutnya dengan gagang pedang lembut. Perut sudah menjadi area sensitif Bern dan dengan sentuhan lembut itu, Bern tidak bisa menahannya.


"Uhuk!"


Bern batok darah dan menatap tajam Ailen. Niel tidak bisa tidak kaget melihat itu.


"Bern, lebih baik kamu istirahat saja."


Niel mencoba meraih Bern. Namun Bern dengan lincah bergerak menolak untuk di paksa mundur hanya kerana kondisinya.


"Apa kalian ingin aku diam ketika situasi ini bisa menjadi situasi hidup dan mati? Alasan kalian masih belum cedera kerana aku menghentikan langkah pertama iblis berjubah itu."


Bern benar benar menolak untuk mundur.Memang benar itu akan menjadi mimpi buruk jika dia tidak menghentikan serangan pertama juga membuat perisai menyelamatkan semua orang dari panah sihir itu.


"Bos, sama seperti yang kamu jangkakan. Ini ada kene mengena dengan organisasi Satan itu. Mereka 5 orang. 4 kelas assasin dan 1 penyihir dan di sembunyikan 4 assasin."


Steven mendekat mengatakan itu dan Bern mengangguk pada itu.


"Jika kamu ingin aku membantu mu, katakan bagaimana. Aku tidak bisa memahami mu sama sekali."


Bern bertanya pada iblis jubah hitam itu lagi.


[Убить темного мага]


Dia bersuara lagi. Namun masih tidak ada yang memahaminya.


"Jangan guna bahasa iblis bodoh! Bagaimana caranya kami paham!?"


Anton frustasi walau tidak tahu situasi apa itu.


Tiba tiba iblis itu menghilang lagi seperti di awal.


"Kalian uruskan iblis kelas 1 itu."


Bern dengan cepat bergerak lagi untuk menahan serangan iblis jubah hitam.


Iblis kelas 1 rendah yang bergerak seperti labah labah namun memiliki cakar panjang, gigi tajam dan berkulit seperti manusia. Itu adalah makhluk yang sangatlah mengerikan.


Tang!


Kulitnya keras tidak bisa di tebas dengan pedang.


"Makhluk apa ini!? Tingkat 1 kelas rendah? Mana mungkin! Apa ini kelas tinggi!"


Anton berteriak frustasi ketika tombaknya bahkan tidak menembus kulit pucat yang terlihat akan hancur tanpa ada yang menyentuhnya.


'Apa yang harus di lakukan sekarang?'


.


.


.


.


.


...**Bersambung**...


Maaf lama gak update kerna aku bingung mau buat adegan fight itu gimana. 😅


Maklum, aku tidak begitu pandai dalam adegan fight dan masih mengasah kemampuan menulis di sini. 😊


Mohon dukungannya! 🤗