
"Hemp, kalian hanya iblis. Mengapa kalian begitu emosional antara satu sama lain?"
Penyihir itu mengejek dan ingin menyerang Alastair.
Panah yang terbuat dari anergi iblis menuju ke arah Alastair. Alastair tidak berniat untuk mengelak sama sekali.
Tang! Tang! Tang!
Namun sebuah perisai gelap muncul di depannya. Semua orang kaget melihat perisai gelap dan melihat ke arah Bern. Bern di kelilingi mana berwarna ungu kehitaman.
"Bern?"
Kleio bergumam tidak percaya. Mana Bern adalah putih, tidak mungkin untuk mengubah warna mana seseorang. Bahkan jika menggunakan anergi iblis, mana yang di hasilkan tetap sama hingga itu menyatu dengan anergi iblis.
"Tsk."
Penyihir itu mendecakkan lidahnya dan menatap assasin yang datang bersamanya. Para assasin itu mengangguk dan mula bergerak menyerang Bern.
Alastair menatap Bern dengan tidak percaya.
['Mengapa dia menyelamatkan ku?']
Alastair melihat para assasin yang mencoba menyerang Bern mengubah tangannya menjadi bentuk sabit berdiri di depan Bern.
Penyihir itu tersenyum melihat Alastair berdiri di depan Bern menurunkan kewaspadaannya pada dirinya sendiri.
"[Hancurkan segala yang menghalangi jalan ku!]"
Penyihir itu merapal mantra lagi dan bebola hitam terbentuk dalam jumlah yang banyak. Itu akan membunuh semua musuhnya termasuk assasin yang pergi menyerang Bern.
Bern perlahan berdiri membuat semua orang tersentak. Semua orang tahu bagaimana kondisi Bern dan pasti dia tidak akan bisa berdiri lagi. Alastair adalah yang paling tahu kondisi Bern kerana dia meminjamkan jubah hitam yang akan menekan kesakitan pengguna pada tahap tertentu.
Bern menarik pedangnya keluar. Matanya dingin seolah tidak ada kehidupan dalam tatapan itu.
"[Biarkan musuh tahu, betapa mengerikannya malaikat maut.]"
Suara Bern sangat dingin ketika merapal. Mana ungu kehitaman mengelilingi pedangnya.
Buk, buk.
2 orang assasin jatuh ke tanah berlumpur tanpa tahu bagaimana mereka mati. Kepala mereka terpisah dari tubuh. Semua orang kaget melihat adegan berdarah itu. Tidak ada yang melihat bagaimana gerakan Bern dalam menjatuhkan kedua assasin itu.
"Hei, waspada! Anak itu bahaya!"
Seorang assasin mengatakan itu.
Tusk.
Namun dalam sepersekian detik dia melihat Bern hanya berdiri diam, Bern sudah di belakangnya menusuk jantungnya.
Bern menarik pedangnya membuat assasin ketiga jatuh ke tanah. Pedangnya di penuhi dengan darah menitik ke tanah.
Assassin yang tersisa ketakutan dan memilih untuk melarikan diri. Namun,baru saja dia berbalik, kakinya terpotong membuatnya jatuh ke tanah penuh lumpur.
"Aaaaarrrgggg!!!!!"
Assasin itu berteriak kesakitan. Namun itu hanya bertahan beberapa detik ketika kepalanya terpenggal dengan baik.
Kaki Bern berada di punggungnya dan akhirnya menatap sang penyihir yang siap melontarkan bebola sihir hitam.
"Mengapa kamu selalu ada di jalan? Tapi sayangnya kamu akan mati di sini."
Penyihir itu tersenyum melontarkan beberapa bola sihir hitam ke arah Bern dan Bern dengan santai membelah semua bola sihir itu menjadi 2 bahagian.
Semua orang tersentak melihat itu. Hanya seorang master pedang yang bisa memotong serangan mana, tapi Bern adalah penyihir, bagaimana dia melakukannya? Itu membuat semua orang tidak bisa berkata kata.
Kemudian, mereka merasakan seluruh tubuh mereka kaku juga kedinginan. Sesuatu sangat lain dari rasa yang mereka rasakan tadi.
Aura membunuh Bern benar benar lain dari yang mereka rasakan tadi. Itu juga berlaku pada Steven yang sudah merasakan aura membunuh Bern dua kali.
Yang pertama dia rasakan adalah aura membunuh dengan rasa marah dan sedih. Yang kedua dia rasakan seperti bermain main saja namun kuat hingga melumpuhkan semua orang.
Namun aura membunuh kali ini benar benar mengancam hingga dia tidak bisa bernafas dan ingin tunduk menyerahkan lehernya dengan suka rela.
Penyihir itu bertahan dengan sokongan anergi iblis, menggertak gigi ketika dia mendukung dirinya dengan tongkat sihir.
Setiap langkah Bern, semua orang merasakan betapa beratnya itu dengan kekuatan yang meledak darinya. Tidak ada yang bisa berbicara ketika itu.
Penyihir itu marah dan menyerang Bern dengan semua bola sihir hitamnya. Bern dengan cepat bergerak dan memotong bola sihir seperti itu hanya sebuah kue yang lembut.
Bern semakin dekat membuat penyihir itu takut dan mundur beberapa langkah.
Tess...
"Aaarrrggg!!!"
Darah menyebar kemana mana. Tangan penyihir itu di potong dari bahagian bahu. Teriakan menyedihkannya terdengar. Dia dengan cepat melangkah mundur dan memecahkan rantai yang dia pakai. Itu adalah item yang dia buat dengan sihir taliportasi.
Dalam beberapa detik, dia menghilang. Aura membunuh Bern menghilang begitu saja setelah orang yang di target menghilang. Tidak ada gunanya marah pada orang yang tidak ada kene mengena dengan kemarahannya.
["Apa yang kamu lakukan!? Tubuh mu hancur seperti ini!? Jantung mu, apa itu bahkan masih berdetak!?"]
Alastair dengan cepat menuju Bern. Walau itu bisa menekan rasa sakit, itu tidak maha kuasa untuk menekan semuanya. Bern bergerak seperti dia baik baik saja atas kekuatannya sendiri.
Buk.
Bern terbaring ke tanah setelah segalanya baik baik saja. Seperti yang Alastair katakan, jantung Bern tidak berdetak.
Kleio dengan cepat mencoba yang terbaik memberikan pertolongan dengan menekan bahagian dada Bern.
"Bern! Yang benar saja! Kamu jangan mati di sini! Kamu bahkan belum melihat rumah mu!"
Kleio berteriak. Niel mendorong lembut Kleio dan melakukan hal yang sama, kerana dia lebih kuat dari Kleio.
"Bern! Kita ke sini untuk roh penyembuhan! Bukan untuk mati!"
Anton berteriak frustasi. Mengapa selalu harus Bern yang mempertaruhkan segalanya?
Alastair yang mendengar roh penyembuhan, menggigit bibirnya.
['Mari kerahkan segalanya hingga dia bisa bertahan sampai menemukan roh penyembuhan.']
Alastair tidak pernah berpikir dia akan menggunakan kemampuannya untuk manusia. Namun itu lebih baik dari menggunakannya pada orang yang menyakitinya.
Mata Alastair bersinar merah terang. Ailen memegang pedangnya jika sesuatu yang buruk terjadi. Dia tidak bisa mempercayai iblis semudah Bern. Iblis dan manusia sudah lama menjadi musuh dari generasi ke generasi.
Bern terbatok ketika jantungnya berdetak semula.
"Bern!"
Kleio dengan cepat memeriksa Bern. Namun Bern dengan mudah duduk seolah jantungnya tidak pernah berhenti lalu melihat Alastair.
"Ku pikir kamu berlebihan."
Bern mengatakan itu dan Alastair tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
["Aku hanya bisa menunda jantung mu dari berhenti. Kamu mengenakan jubah ku, jadi kita bisa saling berkomunikasi. Tubuh mu benar benar hancur."]
Bern mengabaikan itu dan berdiri dengan mudah membuat Alastair ternganga tidak percaya.
["Woi!!!"]
Alastair bangun ingin marah. Namun jubahnya di tarik Kleio.
"Apa kondisi Bern sangat teruk?"
Kleio bertanya dengan wajah yang terlihat cemas. Alastair pasti Kleio menyentuh jubah yang di kenakan Bern ketika dia ingin memeriksanya. Manusia bisa memahaminya jika mereka menyentuh jubahnya.
Alastair perlahan mengangguk.
["Aku menunda kesakitan Bern hingga setidaknya jantungnya bisa berdetak. Seluruh tubuhnya hancur. Jika kita tidak menemukan roh penyembuhan dalam 3 jam, jantung Bern akan kembali berhenti berdetak. Aku hanya mampu menundanya sampai 3 jam."]
Kerana Kleio menggenggam jubah Alastair, tentu saja dia memahaminya. Tangannya bergetar dan menarik nafas menenangkan dirinya.
"Apa berlaku?"
Steven bertanya mendengar Kleio bertanya tentang kondisi Bern.
"Dia punya 3 jam."
Anton dan Ailen yang mendengarnya tersentak. Walau mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan, mereka tahu 3 jam itu adalah waktu Bern akan bertahan dengan kondisinya.
"Mari bergerak sekarang! Musuh mungkin kembali lagi, jadi kita harus mencapai tujuan segera."
Kleio mengatakan itu dan banyak orang mula mengeluh. Mereka baru saja selesai pertempuran dan ingin bergerak? Itu tidak masuk akal.
"Aku tidak peduli dengan kalian. Kalian bahkan tidak bertarung, jadi, mengapa kalian begitu cerewet? Lihat saja Bern yang hampir mati tidak mengatakan apapon. Siapa yang tidak ingin bergerak bisa tinggal saja di sini."
Kleio sudah lelah untuk mempertahankan senyumannya. Dia tidak peduli mereka ingin mengutuk atau tidak mendukungnya sebagai pangeran mahkota. Dia bisa menyingkirkan bangsawan bangsawan yang tidak tahu malu itu dengan mudah setelah ini.
"Apa kita akan membawanya bersama? Dia adalah iblis!"
Seseorang memprotes keberadaan Alastair. Dia kembali mengenakan penutup kepalanya menyembunyikan wajahnya. Kleio semakin marah. Alasan Bern masih bertahan adalah kerana adanya iblis ini, iblis yang di katakan musuh manusia. Jadi mengapa kalian manusia ingin menjadi lebih jahat dari iblis?
"Tutup mulut kalian atau kalian ingin mati? Sudah beban, jangan buat dirimu jadi sampah."
Namun yang berbicara untuk pihak Kleio adalah Niel. Dia juga mendengar tentang kondisi Bern kerana dia menyentuh jubah Bern ketika memberi pertolongan.
Mendengar 3 jam dari mulut Kleio saja sudah membuatnya tahu betapa kritis kondisi Bern. Namun para sampah yang hanya mengikuti expedisi kerana harta, sangat cerewet. Menyelamatkan sampah seperti mereka membuatnya berpikir dia melakukan tindakan yang salah dengan membiarkan mereka hidup.
"Bern, apa kamu baik baik saja? Aku ingin membunuh mereka. Apa mereka tidak sadar mereka adalah beban? Setidaknya aku sadar aku adalah beban."
Anton mengatakan itu kerana dia tidak bisa melakukan apapon dalam pertarungan tadi selain menahan iblis tingkat 1 itu.
Ailen mengangguk setuju sedang Steven menatap tajam mereka satu persatu.
Bern tersenyum ketika dia menaiki kudanya.
"Setiap nyawa sangat penting. Bahkan jika mereka adalah sampah dan beban, tanpa mereka, dunia ini tidak akan tercipta. Mereka di sisi kita, tidak ada gunanya berdebat untuk saling membunuh."
Niel yang mendengarnya mengingat apa yang Kleio bicarakan beberapa waktu lalu.
'Rasa tanggung jawab atas nyawa mu itu hanya 50 dari Bern.'
Niel sekarang tidak bisa membantah itu. Hanya kerana berada di sisi yang sama, Bern tidak akan membunuhnya dan malah melindungi mereka jika mereka tidak mampu.
"Mari bergerak! Masa itu emas!"
Kleio mengatakan itu dan dengan cepat menunggang kudanya. Bern membawa Alastair di belakangnya.
"Mulai sekarang, aku akan menjaga mu."
Bern mengatakan itu membuat Alastair bingung.
"Itu adalah permintaan terakhir teman mu. Dia menyuruh ku menjaga mu, jadi, aku juga berada dalam penjagaan mu mulai sekarang."
Mata Alastair berbinar mendengar itu. Memang bukan keputusan yang salah untuk menggunakan kemampuannya membantu orang seperti Bern.
["Jadi, mulai sekarang aku akan memanggil mu kakak, kerana teman ku memilih mu sebagai penggantinya. Aku memanggilnya dengan panggilan kakak."]
Bern tidak peduli dengan itu. Panggilan bukan menentukan darjat seseorang baginya.
.
.
2 jam kemudian, mereka tiba di sebuah gunung di puncaknya memiliki goa. Mereka memasuki goa dengan banyak perhiasan dan senjata yang terlihat keren.
Namun roh penyembuhan yang Kleio dan yang lainnya cari tidak ada. Tidak ada tanda tanda roh penyembuhan itu ada di sana.
"Tidak ada."
Anton bergumam putus asa. Namun orang yang sedang dalam krisis kematian itu menatap mereka dengan bingung.
'Apa yang mereka cari?'
Bern hanya tahu tujuan mereka adalah mencari harta karun. Dia sudah melupakan tujuan awal kerana pertempuran yang berlaku.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...**Bersambung**...