
Niel yang melihat semua orang putus asa mendapatkan sebuah Ide.
"Bern, bagaimana jika kamu mengambil apa yang kamu inginkan terlebih dahulu?"
Bern tersentak mendengar itu. Semua bangsawan yang datang bersama mereka sudah melihat Bern dengan sangat tajam.
"Tidak, saya tidak bisa melakukan itu. Kita datang bersama dan kita harus membagi dengan sama rata. Juga saya tidak begitu peduli dengan harta di sini. Saya membuat banyak masalah dalam perjalanan kerana kondisi saya. Jadi saya tidak punya hak untuk mengambil apapon di sini."
Niel terkaku seketika. Semua orang sedang tergiur dengan betapa banyaknya harta di sana, namun anak di depannya berpikir untuk membiarkan itu lewat seolah itu batu yang tidak berharga.
"Ah, pergi saja ambil apa yang kamu mau!"
Steven frustasi membuat Bern tersentak dan pergi melihat lihat. Dia akhirnya melihat cincin yang terlihat berkarat dan tidak berguna.
"Aku akan mengambil ini."
Anton dan Ailen siap mengambil senjata mereka. Mereka paling tidak suka melihat Bern menolak mengambil apa yang seharusnya dia ambil. Sedang bangsawan lain puas seolah Bern tahu tempatnya untuk tidak mengambil sesuatu yang berharga.
Namun mereka di hentikan Alastair.
"Apa mau mu?"
Anton bertanya dengan kesal. Kerana Alastair menyentuh mereka, tentu saja mereka bisa memahaminya.
["Ada kekuatan pada cincin itu, mungkin itu kekuatan roh penyembuhan yang tertidur. Suruh dia memakainya."]
Wajah keduanya terlihat cerah setelah mendengar itu.
"Pilihan yang menarik Bern. Bagaimana jika kamu memakainya?"
Ailen mengangguk seolah menunjukkan persetujuan. Bern tersenyum hanya berpikir mereka mengolok olok dirinya. Dia kemudian memakainya tanpa banyak pikiran.
Wiiiing....
Cincin itu tiba tiba bercahaya dan berubah. Dari cincin yang terlihat tidak berguna, itu menjadi cincin perak dengan permata hijau yang indah. Angin kuat menghembus menerbangkan rambut dan mantel semua orang.
Dari cincin, muncul seorang wanita kecil dengan gaun bawah lutut berwarna putih. Rambutnya berwarna perak sedang matanya berwarna hijau. Wanita itu hanya seukuran telapak tangan dan terlihat sangat indah.
Munculnya wanita itu, Bern merasa kehangatan mengalir ke dalam tubuhnya. Sangat melegakan hingga dia merasa ingin tidur.
"Berikan nama mu Bern!"
Syarat untuk terikat dengan roh penjaga, itu adalah menyebutkan nama mereka.
{Tidak perlu!}
Semua orang tersentak ketika mendengar suara melengking wanita kecil itu.
{Dari yang aku lihat, kamu terluka kerana bertarung. Aku tidak pernah melihat tubuh sehancur ini selama aku hidup! Bahkan mayat tidak memiliki tubuh seperti ini! Bagaimana kamu masih bisa berjalan dengan normal!? Aku akan menghantui mu bahkan jika kamu tidak ingin menjadi tuan ku! Baik kamu pergi berehat sekarang!!!}
Dengan begitu, wanita itu menghilang dan hanya orang yang memakai cincin bisa melihatnya.
Namun Bern juga tidak melihatnya. Dia melihat ke arah cincin yang sekarang terlihat sangat suci untuk tangan seseorang yang di penuh dengan darah.
Bern mencoba memisahkannya dari jarinya, namun dia bahkan tidak bisa membuat cincin itu bergerak.
"Bern, kamu pergi berehat saja. Serahkan bahagian ini pada kami."
Kleio mengatakan itu setelah mendengar betapa kristis keadaan Bern dari roh penyembuhan.
"Tapi...."
Bern seseorang yang tidak bisa tidak melakukan apapon ketika semua orang sedang melakukan sesuatu.
"Pergi. Rehat."
Setelah tatapan maut Kleio terlihat dengan suara yang dingin, Bern mengalah dan keluar dari goa.
["Aku akan melakukan bahagian kakak."]
Kleio tersentak ketika dia mendengar Alastair.
"Bagaimana aku bisa memahami mu? Aku tidak menyentuh mu."
Kleio bingung lalu Alastair menunjukkan pergelangan tangan Kleio yang sepertinya ada kain hitam melingkarinya terlihat seperti gelang yang terbuat dari kain.
["Itu milik ku."]
Kleio melihatnya seolah tertarik lalu mengangguk dengan apa yang di minta Alastair.
"Alastair, ya. Aku akan mengambil bahagian Bern dan kamu hanya perlu menyimpannya dalam tas sihir ini."
Kleio melempar tas sihir yang mungkin harganya ratusan koin emas dengan santai pada Alastair.
["Kamu mempercayai ku?"]
Kleio mengejek pada pertanyaan itu.
"Jika Bern mempercayai seseorang, maka sebagai seorang teman, aku juga mempercayainya. Untuk pengetahuan mu, Bern tidak pernah membiarkan siapapon dekat dengannya jika dia tidak mempercayainya. Aku percaya dengan siapa saja yang Bern percaya."
Alastair terlihat agak sukar mempercayainya.
"Itu kerana, walau Bern baik, dia bukan seseorang yang naif mempercayai siapapon tanpa pandang bulu. Jika dia mempercayai seseorang, mereka pasti bisa di percayai. Seperti pria besar di sana."
Kleio menunjuk ke arah Steven. Dulu Steven adalah musuh, namun Bern bahkan tidak membuat dirinya sebagai musuh dari awal dan membiarkannya hanya kerana dia tidak mengambil kekuatan iblis.
Steven bukan pengikut Kleio melainkan pengikut Bern. Namun dia harus mengikuti perkataan Kleio kerana Bern berkerja di bawahnya. Tapi percayalah, Steven pasti tidak akan sungkan untuk mengambil pedangnya jika dia melakukan sesuatu untuk mencelakai Bern.
"Aku lebih baik percaya pada orang yang di percayai Bern dari sampah bangsawan yang tergiur dengan harta di sana."
Alastair akhirnya paham situasinya. Walau Bern tidak memiliki posisi, secara tidak langsung, dialah yang mengetuai perjalanan itu. Apa yang di lakukan Bern tidak pantas di pertanyakan kerana dia adalah ketua dalam perjalanan itu secara tidak langsung.
Semua orang kuat di sana tunduk dan hormat pada Bern. Itu kerana, orang terkuat di sana adalah Bern walau dia mencoba menyangkalnya. Jika Bern tidak bersama mereka dalam perjalanan itu, mereka mungkin bahkan tidak akan kembali lagi dan Alastair tidak akan terbebas dari kendali organisasi Satan.
["Saya akan melakukan yang terbaik!"]
Alastair dengan semangat memegang tas itu. Kleio mendengus puas dan melihat ke pintu goa di mana Bern keluar.
****
Bern keluar dari goa dan bersandar di dinding luar goa.
{Tuan, bisakah aku mendapatkan nama mu sekarang? Maaf aku terlalu kesal dengan kondisi mu...}
Penjaga roh itu terlihat malu sekarang. Bern tidak berharap roh penjaga yang memarahinya akan menjadi begitu lemah dan takut untuk berbicara dengannya.
"Mengapa kamu menyembunyikan diri mu?"
Bern bertanya dan suara dari cincin itu diam untuk beberapa detik.
Suara wanita itu terlihat sedih.
"Nama ku Bern Kailyth. Nona, bisakah aku mendapatkan nama mu juga?"
Cincin itu diam beberapa detik lagi seolah tidak mengharapkan soalan itu.
{Aku sudah melupakan nama ku. Sudah sangat lama sejak terakhir kali nama ku di panggil seseorang.}
Bern bisa tahu hanya dengan itu bahwa roh penyembuhan itu sangat kesepian dan menderita.
"Althea, itu nama mu mulai sekarang."
Cincin itu diam lagi.
{Althea?}
"Iya, itu bermakna penyembuh. Apa kamu tidak suka? Hei, bisakah kamu keluar sekarang?"
Dengan panggilan lembut Bern, Althea keluar dari cincinnya dan duduk di lutut Bern. Dia bisa melihat senyuman lembut di bibir Bern. Itu terlihat sangat hangat.
"Kamu melihat ke arah yang salah. Lihat belakang mu."
Althea tersentak dan langsung membalik tubuhnya. Kerana mereka di atas gunung yang mana tidak ada yang menutup pemandangan mereka, mata Althea langsung menemukan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Dia sudah lupa kapan terakhir kali dia melihatnya.
"Aku tidak perlu menggunakan kekuatan mu. Aku adalah penyihir, aku bisa menyembuhkan siapa pon yang aku mau jika aku mempelajarinya. Kamu bebas mau mengikuti ku, juga kamu bebas bergerak kemanapon kamu mau."
Pemandangan matahari terbenam sangatlah indah. Namun Althea hanya ingin melihat wajah dengan senyuman lembut yang tidak terlihat indah seperti matahari terbenam di belakangnya.
{Mengapa?}
Althea tidak merasa dia bisa menerima kehangatan itu. Dia sudah di ikat dalam cincin itu ribuan tahun dan hanya untuk menderita ketika kekuatannya di ambil secara paksa dan di larang untuk berbicara sama sekali.
Dia berbaring rendah di kegelapan dan selalu berharap mendapatkan tuan yang baik. Namun ribuan tahun telah berlalu, dan harapan itu hanyalah mimpi yang dia kubur dalam dirinya.
Tertidur kesepian dan terbangun untuk menderita. Hanya itu yang dia alami selama dia hidup sebagai roh penyembuhan.
"Mengapa kamu menanyakan soalan yang jelas? Aku takut akan tempat sunyi, dan kesepian itu menyakitkan. Aku hanya tidak ingin orang yang bersama ku merasakan apa yang aku takut. Juga, jika aku menggunakan kekuatan mu pada orang lain, apa gunanya aku berlatih? Gunakan kemampuan mu hanya untuk menyembuhkan ku, dan hidup dengan ceria, ini permintaan, bukan perintah. Kamu bisa membuat pilihan mu."
Titis, menitis.
Mata Althea mengalirkan air mata. Dia selalu berdoa untuk mendapatkan tuan yang akan menjaganya dengan baik, dan itu akhirnya termakbul.
{Terima kasih.}
Senyuman lembut Bern mula menghilang ketika dia jatuh ke dalam tidur yang lena. Kekuatan Althea benar benar hebat hingga dia merasa sangat selesa untuk tidur dalam beberapa detik.
{'Dari kondisinya, dia benar benar akan mati cepat atau lambat ketika dia mengambil ku. Dia tidak mengharapkan apapon, dan memberikan aku kehangatan.'}
Sebagai roh, Althea bisa mengapungkan dirinya. Dia mengapung dan menyentuh dahi Bern.
{Dengan nama Althea, aku bersumpah setia untuk melindungi mu hingga roh ku hancur.}
Tanda rumit berwarna hijau terukir di dahi Bern sebelum menghilang.
{'Dengan ini, aku bisa memberikan pertolongan bahkan jika aku jauh dari mu.'}
Althea kemudian duduk di pundak Bern.
{Mimpi indah, tuan.}
Kleio keluar untuk melihat Bern yang tertidur dengan santai. Althea melihat Kleio yang terlihat sangat tampan di banding tuannya dan mendecakkan lidahnya tidak puas. Untung saja Kleio tidak bisa melihatnya.
Bern memiliki wajah yang tampan, namun di bandingkan Kleio, Bern tidak lebih dari banyak kentang di dunia itu.
"Kamu tertidur di luar seperti ini? Yang benar saja, apa kamu tidak takut masuk angin?"
Kleio menggerutu sambil mengeluarkan selimut dari tas sihirnya lalu menyelimuti Bern dengan lembut.
"Jujur, kamu membuat ku takut kerana jantung mu berhenti berdetak. Jangan melakukan itu di masa depan, dasar bodoh."
Althea mendengar itu dan yakin bahwa itu benar. Dia menyembuhkan tubuh Bern, dan semua organ tubuhnya hancur berantakan dan jantungnya hanya berdetak sangat perlahan seolah orang yang berada di hujung ajalnya. Tidak ada bahagian dari tubuhnya yang tidak perlu di sembuhkan.
{Bagaimana anak ini menahan semua itu? Benar benar aneh.}
Althea tidak bisa tidak menggerutu melihat kondisi sekarat tuannya sekarang sama seperti Kleio.
"Dan terima kasih, kerana anda, roh penyembuhan, Bern masih bisa meneruskan hidupnya."
Althea terdiam seketika. Dia tidak pernah menerima rasa terima Kasih untuk usaha kerasnya selama ini.
Dan rasanya tidak terlalu buruk untuk di puji.
Althea turun dari pundak Bern ke tanah. Walau dia tidak bisa di lihat, dia bisa menyentuh, makan dan sebagainya.
[Tidak masalah. Dan nama ku Althea.]
Kleio yang melihat itu terlihat kaget namun menenangkan dirinya.
"Baik, terima kasih, Althea. Bern benar benar orang yang baik, bahkan membiarkan roh penjaga berkeliaran. Dia benar benar aneh."
Althea setuju untuk itu. Bern benar benar orang yang sangat aneh di matanya namun sangat baik juga pada masa yang sama.
Mereka bertiga duduk di luar goa sambil menikmati matahari terbenam. Yah, walau seorang sedang lena tidur.
****
"Kamu gagal mengambil roh penyembuhan dan bahkan kehilangan tangan mu? Menyedihkan. Pergi ke misi selanjutnya setelah kamu pulih."
Penyihir itu menggertak giginya dengan perasaan marah ketika dia di marahi.
'Penyihir itu, jika aku melihatnya lagi, aku akan membunuhnya!'
Bahkan jika tangannya hanya tersisa satu, dia bisa membuat tangan baru dengan bantuan anergi iblis.
'Aku pasti membunuh mu!'
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...**Bersambung**...