From No Body To Hero

From No Body To Hero
Episode 27



"Wouh!!!"


Semua orang terlihat senang setelah melihat laut di depan mata mereka. Angin yang bertiup sepoi menerbangakan rambut dan pakaian mereka. Aroma asin juga membantu menenangkan pikiran mereka.


"Bagaimana jika kita melihat rumah mu dulu?"


Kleio mengatakan itu ketika dia memakai kemeja putih biasa dan topi jerami yang selalu di pakai banyak orang di pantai.


"Ya, mari lihat rumah mu dulu!"


Anton terlihat teruja. Mereka semua sudah sepakat untuk menginap di rumah barunya.


****


"......"


Bern terdiam melihat betapa besarnya rumah yang baginya terlihat seperti sebuah villa mewah dari sebulan rumah sederhana.


"Leo, ini bukan rumah sederhana...."


Bern mengatakan itu membuat semua orang menahan tawa mereka.


"Tidak, ini sederhana dari sudut mata ku. Maaf, aku di besarkan di istana, jadi aku agak bingung dengan sederhana yang kamu maksud."


Bern berhenti berdebat hanya dengan sekali perbalahan. Tidak ada yang bisa dia lakukan jika Kleio ingin melakukannya. Pada akhirnya, Kleio tetaplah bosnya.


"Jadi, di mana kamar ku? Dan siapa yang akan membiayai semua karyawan di sini?"


Bern bertanya dan Kleio tersenyum.


"Aku membayar mereka. Karyawan di sini semuanya adalah tunawisma yang tidak memiliki arah tuju. Jadi anggaplah aku sedang mencoba membantu mereka dengan tempat tinggal."


Jika memang begitu, Bern tidak punya hak atau alasan untuk menolak. Tidak perlu menolak seseorang jika mereka berniat membantu orang lain.


Mereka di hantar ke kamar mereka masing-masing dan mengemasi barang mereka. Mereka semua akan di sana untuk 2 minggu.


.


.


"Leo, apa kamu yakin untuk tinggal di sini?"


Bern bertanya dengan khawatir.


"Apa kamu tidak suka aku berada di sini?"


Bern menggeleng.


"Aku kurang tenang melihat 10 dari 15 tas yang kamu bawa adalah kertas kerja."


Kleio tertawa mengejek pada kekhawatiran Bern. 5 di antaranya adalah milik Uen, jadi miliknya juga hanya 5. Hanya Zion yang menolak hak warisan secara terang terangan yang tidak memiliki sebarang pekerjaan.


"Uen bilang dia akan datang sebentar lagi. Jadi setengah dari kertas ini adalah kerja miliknya. Kamu tidak perlu khawatir."


Kleio mengatakan itu dengan santai. Namun tidak ada siapapon di ruangan itu yang bisa menganggap hal itu sepele sama sekali.


'Itu masih 5 tas besar loh.'


Mereka lebih rela bertarung dengan binatang iblis dari melakukan semua pekerjaan itu.


"Apa perlu kita bantu?"


Anton bertanya dengan nada bercanda. Mana mungkin dia ingin melakukan itu bahkan jika dia adalah pewaris keluarga Baron.


"Mau coba?"


Kleio mengatakan itu dan memberikan dokumen tentang pendapatan sebulan dalam hal bayaran hutang, investasi dan sebagainya.


Alastair mengambil itu dan melihatnya bersama Althea yang berada di pundaknya.


{Apa apaan ini? Aku tidak mengerti sama sekali.}


["Mari tidak meremehkan kemampuan pangeran mahkota kedepannya."]


Keduanya mengalah dalam beberapa detik.


Steven yang melihat angka saja langsung berpaling seolah tidak tertarik.


Anton dengan mudah mengatakan angka bilangannya dan pendapatan juga kadar kerugian yang hampir di capai bulan itu.


"Kamu benar benar memiliki darah seorang pedagang."


Kleio memuji Anton dan Anton hanya meninggikan hidungnya menatap Steven seolah dia menang. Steven menatapnya dengan wajah kesal.


Bern tidak tertarik untuk melakukan pekerjaan seperti itu. Jadi dia hanya diam melihat mereka semua bersenang senang.


****


"Uwah..... Pantai selatan adalah tempat dengan pemandangan yang terbaik!"


Zion mengatakan itu dengan riang. Dia masih tidak berubah bahkan setelah sebulan tidak bertemu. Uen dan Zion mengambil kelas lain untuk sebulan di mana mereka berada di kelas peribadi hingga mereka tidak punya waktu bertemu satu sama lain.


Ratu ketiga juga tidak membenarkan Zion pergi ke suatu tempat tanpa Uen di sisinya. Uen pula adalah seorang yang sangat sibuk hingga membuat Zion kewalahan ingin kemana mana selain istana.


"Hei, ada gadis cantik di sana."


Anton mengatakan itu dan Steven tentu saja maju. Sebagai pria, menggoda wanita cantik adalah hal wajar.


"Aku juga...."


Zion di tahan oleh Uen.


"Rakyat jelata tidak setaraf dengan mu. Yang bisa kamu goda hanyalah gadis dari keluarga bangsawan."


Zion menunjukkan penolakan pada ungkapan itu.


"Gadis dari keluarga bangsawan tidak menarik! Mereka semua sangat dingin!"


Uen memijat batang hidungnya.


"Kamu bahkan tidak memberi mereka kesempatan untuk berbicara dengan mu ketika kamu terlalu mengagumi Bern. Kamu bahkan membeli semua permainan yang berkaitan dengannya dan bahkan membayar mahal hanya untuk membuat boneka yang sangat mirip seperti dia."


Semua orang menatap Zion tidak percaya.


"Apa salahnya aku mengaguminya? Dia seorang penyihir sama seperti ku. Dia juga menyelamatkan nyawa kita di hutan hujan hitam!"


Sepertinya kekaguman Zion pada Bern tidak bisa di bendung lagi. Bern tersenyum dan menepuk kepala Zion lembut.


"Mengagumi itu bisa, tapi kamu harus mencari jalan mu sendiri dan jangan membandingkan diri mu dengan orang lain. Jadilah diri mu sendiri yang bisa kamu banggakan di masa depan."


Zion terlihat senang dengan sentuhan sederhana itu. Bagi mereka, menyentuh Bern tanpa ada perlu sangat kekok, apa lagi Bern menyentuh mereka.


Mereka selalu menjaga jarak antara Bern kerana dia selalu duduk dengan jarak yang tetap. Tidak terlalu dekat juga tidak terlalu jauh. Itu membuat mereka tidak tenang untuk menyentuhnya.


Itu juga menjadi alasan Althea lebih sering duduk di pundak Alastair di banding pemiliknya.


Anton dan Steven pergi menggoda beberapa wanita dan gadis yang terlihat cantik dan pulang dengan kekecewaan.


"Bern, bagaimana jika kamu menggoda seseorang?"


Dengan cepat Bern menggeleng menunjukkan keengganannya.


{Bern tidak bisa melakukan itu! Dia adalah pria suci! Jangan kotori dia dengan wanita j*lang sialan itu!}


Alastair mengangguk setuju untuk itu dan Bern hanya tersenyum kekok di sana. Dia tidak punya niat membangun kisah romantis ketika dia sudah berumur 40 tahun. Tidak enak rasanya bersama gadis muda ketika dia sangat tua.


"Apa kamu masih laki laki? Kamu tidak tertarik dengan hal seperti ini."


Bern dengan cepat berpaling dari mereka menghindari subjek perbualan itu.


****


Bern duduk santai di tepi pantai bersama Alastair yang kepalanya di duduki Althea sambil melihat Anton, Steven dan Zion mencari kerang di air laut yang semakin surut.


Walau tidak seperti pantai di dunianya yang dulu di mana banyak orang mandi dengan santai, itu masih menyenangkan.


"Ahh.... Ini tidak menyenangkan.... Mengapa tidak ada kerang sama sekali?"


Anton mengeluh sambil duduk di samping Bern.


"Aku hanya jumpa batu."


Zion duduk di depan Bern terlihat letih.


"Aku ingin membalik seluruh pantai ini!"


Steven dengan marah mula menggali pasir sambil di amati Alastair dan Althea yang penasaran dengan tindakannya.


"Tentu saja kalian tidak bisa menemukannya. Pantai selatan sedang mengalami krisis kekurangan makanan."


Krakum!!!


Mereka yang mencari kerang tadi merasa ada petir menyambar otak mereka dan ingin melempar Kleio masuk ke dalam laut.


"Mengapa kak Leio tidak mengatakannya dari awal!?"


Zion terlihat kesal pada Kleio.


"Kamu tidak bertanya."


Mereka hanya bisa bersabar dengan kelakuan dua orang arogan itu.


"Pantai ini terlihat baik baik saja, jadi, mengapa bisa terjadi krisis kekurangan makanan?"


Bern bertanya dan Kleio mengangguk setuju dengan pemerhatiannya.


"Sebenarnya hal ini masih menjadi misteri. Tidak ada yang tahu mengapa ikan dan semua sumber makanan dari laut menghilang. Bahkan tumbuhan seperti sayuran menjadi layu juga binatang ternak satu persatu mati kerana wabah yang tidak di ketahui."


Bern mula menemukan kejanggalan dalam semua hal itu.


"Bukan ke seharusnya ada bangsawan yang akan di hantar untuk menyelidiki hal ini?"


Anton bertanya dan Kleio mengangguk.


"Bangsawan yang bertanggung jawab atas hal ini tidak lain adalah bangsawan wilayah barat. Penduduk selatan meminta bantuan pada wilayah barat kerana kebanyakan bangsawan di wilayah selatan tunduk pada bangsawan di wilayah barat. Dan orang yang di hantar tidak lain adalah Ailen Theor."


Steven menumbuk pasir setelah mendengar itu.


"Bukan ke itu bermakna para bangsawan itu ingin menyingkirkan Ailen dari posisinya?"


Uen mengangguk setuju pada penilaian Steven. Seberapa jenius pon Ailen, mengemban tugas misterius seperti ini adalah hal yang buruk.


"Bangsawan barat benar benar licik."


Anton dan Zion hanya bisa mengutuk. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk membantunya.


"Ini juga di luar kekuatan kita sebagai pangeran. Kita masih terlalu muda untuk memecahkan misteri seperti ini."


Uen mengeluh ketika melihat beberapa keluhan dari penduduk setempat yang terdengar tidak masuk akal.


"Erk!!!"


Bern tiba tiba mengerang kesakitan membuat semua orang tersentak memecahkan topik pembicaraan.


["Kakak! Apa yang terjadi!?"]


Alastair dengan panik bertanya pada Althea ketika mendukung Bern yang meringkuk ke depan.


{Ah, apa dia pernah kehilangan grimoir miliknya?}


Alastair mendengar itu menanyakan hal yang sama pada yang lain. Dengan cepat, mereka mengangguk.


{Ini terjadi kerana grimoir ingin memberitahu pemiliknya bahwa dia berada di dekatnya. Grimoir adalah buku hidup dan mati penyihir di mana hanya bisa mendapatkan satu grimoir selama hidupnya.}


Mata Bern mula menjadi gelap mendengar itu. Namun dia segera menghilangkan rasa amarahnya. Tidak ada gunanya marah ketika orang itu tidak ada di depannya.


Segera, kesakitan itu menghilang dan Bern berdiri.


"Sepertinya misteri kali ini ada kaitannya dengan organisasi Satan."


Wajah semua orang menjadi gelap. Tidak ada siapapon di sana kecuali Althea tidak tahu organisasi itu. Namun mendengar bagaimana Alastair di kendalikan, Althea tahu betapa teruknya organisasi itu.


"Grimoir ku di ambil oleh penyihir yang mengendalikan mu."


Bern memberitahu Alastair di awal supaya dia tidak kehilangan kendali nantinya.


Amarah Alastair semakin besar mendengar itu. Orang yang membunuh temannya, dia tidak akan bisa melupakannya.


Pat.


Bern menepuk kepala Alastair lembut.


"Kendalikan amarah mu. Amarah hanya akan menjadi sesuatu yang tidak berguna. Jangan sampai kamu kehilangan sesuatu yang berharga lagi hanya kerana di kendalikan amarah."


Alastair mendengarnya dengan seksama dan mencoba mengendalikan dirinya.


['Benar, aku tidak bisa membiarkan amarah mengendalikan ku.']


Bern tersenyum dan menepuk kepalanya sekali lagi sebelum melangkah ke depan.


"[Getaran melintasi samudra, suara adalah komunikasi.]"


Mana putih mengelilingi Bern seolah sedang menari dan membuka sebuah layar di depannya. Itu mengejutkan Aalstair dan Althea yang tidak tahu Bern bisa mengendalikan mana tanpa tongkat sihir.


Itu masih mempesona walau yang lain sudah melihatnya banyak kali.


Terlihat orang lalu lalang seketika sebelum orang dengan jubah cokelat muncul. Orang itu adalah Ailen yang mencoba menutupi rambut peraknya.


Ailen tersentak melihat layar itu dan langsung serius kerana Bern tidak akan melakukan sesuatu seperti memanggilnya dengan sihir hanya untuk bersenang-senang.


-"Apa yang kamu inginkan?"


Ailen bertanya tanpa basa basi.


"Bisa kita berjumpa? Ini tentang tugas yang sedang kamu lakukan."


Ailen tersentak mendengar itu.


-"Apa kaitan mu dengan tugas ku hingga aku harus menemui mu?"


Ailen terlihat waspada. Tentu saja, seorang teman bisa menjadi orang yang menikamnya jika dia tidak berhati hati.


"Tentu saja ada kaitan dengan ku. Aku harus mendapatkan kembali grimoir ku."


Hanya dengan itu, Ailen tahu bahwa tugasnya ada kaitan dengan organisasi Satan.


-"Di mana?"


Panggilan itu selesai dan Ailen berjalan dengan langkah yang lebih ringan. Dia merasa segalanya akan baik baik saja setelah mendengar Bern akan membantunya.


'Ini akan menjadi misi yang sukar.'


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...**Bersambung**...