
"Serang."
Hanya satu kata, namun membuat situasi yang penuh air mata dan perjuangan di sisi kota Sebasta.
Darah melimpah di mana mana dan banyak teriakan juga bunyi senjata saling bertabrakan. Itu terlihat seperti medan perang sesungguhnya dengan skala kecil.
Walau musuh mereka hanya 100 orang, sisi mereka memiliki warga yang harus di pertahankan juga banyak prajurit yang terluka dan tidak bisa bertarung. Rakyat di kota Sebasta tidak lebih dari 2,000 orang.
Umumnya, kota itu tidak di datangi oleh manusia kerana di dalam air. Juga bagi orang di dunia itu, mandi di pantai adalah hal yang cukup tabu. Tidak mungkin ada orang yang akan sengaja menyelam untuk menjatuhkan harga diri mereka.
"Sial!"
Anton berteriak frustasi ketika pedangnya di potong menjadi dua oleh musuh. Anton belum ingin mati, jadi dia mengambil tombak dari lantai yang jatuh dari korban yang tumpas.
'Tidak! Aku masih bisa bertarung!'
Namun yang paling di rugikan adalah Lewis yang tidak mahir dengan serangan jarak dekat. Dia terus di lindungi Anton dan masih bertahan hingga saat ini.
Anton memiliki luka kecil di sekujur tubuhnya. Lewis juga memiliki banyak luka kecil. Ini pertama kali bagi mereka bertempur tanpa Bern di sisi. Dan rasanya sangat, sangat berat.
Yang bisa mereka lakukan hanya bertahan. Sedikit pon tidak berpikir untuk mempertahankan orang di samping mereka.
Anton hanya sesekali melindungi Lewis dan nyaris tidak menyelamatkan hidupnya sendiri.
'Aku terlalu berpuas hati.'
Anton dan Lewis menggertak gigi. Hanya dengan satu kemenangan di hutan hujan hitam. Mereka pikir pertempuran kali ini akan mudah seperti waktu itu. Semua itu mudah kerana adanya Bern yang dengan tenang mengendalikan segala situasi.
"Brengsek! Ini bukan liburan lagi namanya!"
Anton sangat frustasi. Tujuan liburan adalah untuk bersenang senang, bukan membawa hidupnya ke kematian! Sial!
.
.
.
"Mengapa mereka sangat kuat?"
Ailen mengerutkan keningnya sambil bergumam. Pedang peraknya yang agung sekarang kehilangan sinarnya dengan darah yang melekat di atasnya.
Tangannya kebas dan kakinya ingin menyerah kapan saja. Medan tempur di depan sangat berbeda dengan saat ketika di hutan hujan hitam walau medan tempur di sini lebih baik dari tanah lumpur dan hujan hitam yang membuatkan jarak penglihatan memburuk.
Lengannya terluka, pahanya terpanah dan pandangannya kabur akibat kurangnya darah.
Uen tidak kurang dari Ailen. Dia juga kelelahan juga memiliki banyak luka ringan dan beberapa luka berat. Dia juga di rugikan kerana dia tidak bisa menggunakan teknik assasin nya. Itu di keranakan ada beberapa assasin di pihak musuh yang menghalangi jalannya juga banyak dari pengkhianat kota Sebasta yang tinggal di laut memiliki indra yang sangat tajam.
Sekarang dia benar benar ingin berlari kembali pulang ke rumah.
'Sial, tekad ku goyah.'
Uen tersenyum mengejek dirinya sendiri.
Di sisi lain, Alastair bertarung dengan organisasi sendiri. Itu kerana dia yang paling kuat di antara yang lain. Dengan sabit besarnya itu, dia bertarung dengan 4 pejuang organisasi dengan otot yang terlihat bagus. Kekuatan mereka tidak bisa di remehkan.
Alastair harus menyembunyikan identitasnya sebagai iblis, jadi dia hanya bisa menyerang secara fisik tanpa menggunakan kekuatan iblisnya.
Teeesss....
Serangan menembusi bahu Alastair.
Alastair menggigit bibir bawahnya menolak untuk berteriak kerana bahasa nya akan langsung di deteksi organisasi di depannya. Melihat logo organisasi Satan, dia ingin merobeknya dan menghancurkannya menjadi debu.
Namun, dia hanya di kalahkan dengan telak dengan di rugikan 4 vs 1. Dia benar benar kesal.
Di sisi Althea, wajahnya tidak lebih baik. Merasakan kondisi Bern sendiri juga semua orang yang satu persatu kehilangan nyawanya membuatnya frustasi. Sebagai roh penyembuhan, tentu saja yang dia inginkan adalah untuk menyembuhkan sebanyak orang yang bisa dia sembuhkan.
Namun di banding semua orang yang mati di depan matanya, kondisi Bern lebih mengerikan. Dia tidak mengerti bagaimana Bern masih bisa hidup dengan kondisinya yang menyedihkan itu.
Wajah Kleio yang berada di garis belakang juga tidak baik baik saja. Walau dia tidak terluka, pasukan pemanah sedikit demi sedikit kehabisan anak panah. Itu akan menjadi kekalahan mereka jika penyerang jarak jauh mereka mati tanpa di bunuh.
Di tempat di mana ada gangguan mana, siapa yang akan gunakan sihir sebagai serangan jarak jauh?
Kleio menggertak giginya dan tangannya mencengkram pagar pembatas dengan frustasi. Jika organisasi Satan bisa memulai perang dengan kota Sebasta, cepat atau lambat, kerajaannya akan menjadi target juga.
Di waktu seperti itu, dia hanya bisa berharap Bern datang tepat waktu.
"Bern, kamu banjingan! Di mana kamu sekarang!?"
Kleio berkata sedikit keras kerana frustasi.
"Siapa banjingan?"
"Bern, tangan mu!"
Kleio ingin melihatnya namun Bern tentu saja tidak akan memberikan kesempatan itu. Dia melempar penyapu pada Kleio dan mengambil tongkat sihir seorang penyihir peribadi Kleio.
Bagi seorang penyihir, tongkat sihir adalah hidup mereka dan sangat penting. Namun bagi Bern, tongkat sihir tidak lebih dari pengganggu gerakannya dan selalu dia lupakan di kamarnya.
"Untuk apa kamu mengambil tongkat? Tidak ada gunanya di tempat gangguan mana seperti ini."
Kleio mengatakan itu mengingat Bern tidak masalah menggunakan magic di tempat seperti itu.
"Itu tidak berguna untuk mereka yang takut akan kesakitan, tapi apa aku seperti orang yang takut dengan hal itu? Leo, untuk setengah tahun ini, bukan ke kau yang paling mengenal ku?"
Bern mengatakan itu dan sedikit tersenyum membuat Kleio terdiam. Bern jarang tersenyum, dan senyuman Bern bisa di hitung dengan jari setiap harinya. Dan sekarang senyuman lembut itu benar benar membuat Kleio kalah telak.
"Persetan! Lakukan saja yang ingin kamu lakukan selagi kamu pulang hidup hidup! Aku di sisi mu bro!"
Kleio mengatakan itu dan senyuman lembut Bern menghilang menyisakan tatapan penuh niat membunuh.
Melompat di pagar pembatas, berjongkok, mata Bern bersinar putih.
"[Angin mengikuti alam, bantu aku dengan gerakan cepat.]"
Dengan begitu, Bern melompat dari pagar pembatas langsung ke tempat Alastair berada.
["Kakak!"]
Kerana melihat Bern, dia secara refleks membuka mulutnya. Namun dengan cepat menutupnya dengan tangannya.
"Kembalikan grimoir ku."
Setiap kata yang keluar dari mulut Bern sangat dingin dan jika itu sebuah tebasan, maka itu akan membunuh seseorang.
Penyihir yang memegang grimoir Bern menatapnya dengan dingin. Dengan tempat gangguan mana, datang ke sana dengan taliportasi saja sudah menghancurkan 6 penyihir yang ada dalam organisasi. Tidak mungkin untuk menggunakan scroll sihir untuk lari.
Dia menggertak giginya dan mengangkat tongkat sihir yang di curi dari Bern ke arahnya. Seperti yang Kleio katakan, tidak ada gunanya sebuah tongkat sihir di area itu.
Penyihir adalah existensi yang paling lemah di dunia itu. Bagaimana mungkin mereka bertahan dengan gangguan mana itu.
Penyihir itu akhirnya hanya bisa berlutut dan memuntahkan darah kerana menggunakan sihir.
Bern berjalan dengan santai ke depan penyihir itu.
"Kau keparat! Bagaimana mungkin seseorang bisa menggunakan mana di sini! Kamu orang gila! Aku benar benar membenci orang berbakat seperti mu!"
Penyihir itu mengutuk Bern dengan marah. Alasan dia bergabung dengan organisasi Satan, tentu saja untuk menjadi kuat! Dan orang di depannya mengacaukan segalanya!
"Orang berbakat menginjak orang tidak berbakat seperti mu. Dan kamu menginjak orang tidak bersalah untuk menjadi kuat, jadi, apa bedanya kalian?"
Bern mengatakan itu membuat penyihir itu terdiam.
"Aku bukan orang berbakat, tapi orang yang mampu menahan rasa sakit. Jika tidak, aku tidak akan mempu menggunakan sihir."
Bern mengatakan itu dengan tatapan dingin dan menikam penyihir itu dengan tongkat sihir di tangannya. Jika dia menjadi jahat untuk menjadi penyihir terkuat, maka, biarkan dia mati oleh existensi yang paling penting bagi penyihir itu sendiri.
Dengan sihir iblis yang menghilang kerana kematian sang penyihir, grimoir yang menjadi hitam kembali ke warna asalnya yaitu putih dengan permata hijau di tengahnya.
"[Perisai]"
Bern melemparkan perisai pada warga kota dan prajurit yang tidak bisa bertarung. Rasanya lebih segar melemparkan mantra dengan adanya grimoir di sisinya. Sekarang dia tahu mengapa para penyihir tidak akan meninggalkan grimoir bahkan jika itu hanya mengganggu gerakan mereka.
Melihat perisai putih Bern, yang lain terlihat lebih cerah. Entah mengapa, bagi mereka, dengan adanya Bern, semuanya akan selesai dengan baik.
"Sekarang, mari kita mulakang pertarungan yang lebih baik."
Sisi mereka sudah lama di rugikan. Ini sudah waktunya untuk memberikan serangan balasan.
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...**Bersambung**...
Maaflah lama tak update. Gak ada ide soalnya 😭. Otak gue lelah di perah hanya untuk memikirkan berbagai hal ಥ‿ಥ. Apa pon, thanks yang udah baca dan fav ya! Like dan komen biar lagi semangat updatenya 🙇♀️.