
"Eh... Kita harus mengejarnya dalam hutan?" Keluh seorang penyihir yang masih bermasalah dalam menerbangkan sapu miliknya.
Mereka bahkan bisa jatuh ketika tidak ada masalah apapon. Itu kerana kurangnya pengalaman dalam mengontrol mana.
"Kalian bodoh atau apa? Inilah waktunya berkerja berpasukan." Ucap Ailen ketika dia berlari masuk ke hutan.
Uen juga menggunakan kemampuan assasinnya, memasuki hutan dengan senyap.
"Lewis!" Panggil Zion ketika menghulurkan tangannya. Lewis mencapainya dan walau tidak stabil, dia masih bisa menarik panahnya dengan baik.
Itu berkat latihan bersama Bern. Kelemahan utamanya adalah dia tidak bisa menembak dalam banyak situasi berbeda. Jadi dia terus meningkatkan hal itu.
"Apa aku harus pergi juga?" Anton menatap tombaknya. Anton dari kecil berlatih menghayunkan pedang, dan dia sangat tidak tertarik menghayunkan tombak.
Bern duduk di sapu terbangnya, menatap Anton.
"Hanya kerana kamu guna tombak, bukan bererti kamu harus membuang gaya berperang mu." Ucap Bern ketika dia mengambil tombak pelajar lainnya.
Bern yang di benarkan menyerang, mula menyerang Anton.
Anton kaget dan tentu saja langsung menepis.
Tang!
"Gunakan teknik pedang mu." Ucap Bern ketika terus menyerangnya.
Hector sudah memasuki hutan ingin membantu Shin. Kerjasama berpasukan adalah hal yang penting ketika dalam pertempuran.
Namun, sebagai anak muda, mereka memiliki kesombongan dan ego tersendiri hingga sukar bagi mereka untuk mendengar pendapat orang lain.
"Angkat tangan mu lebih tinggi. Kencangkan kaki mu di tempat berpijak, lalu menyerang dengan momentum yang tepat." Ucap Bern ketika Anton mendengarkannya dengan cermat.
Anton menggertak giginya ketika terus melakukan apa yang perlu dia lakukan untuk bertahan dari serangan yang tidak serius dari Bern.
"Ack!"
Anton terpempar dan terbaring di tanah ketika menerima serangan Bern.
"Aku berhenti! Aku tidak seperti orang lain! Aku tidak bisa melakukannya!" Keluh Anton ketika dia menatap tanah dengan kesal.
Untuk apa dia bertarung!? Dari awal dia tidak pernah menginginkan hal itu.
Apa yang anak nakal yang malas bisa lakukan? Anton sekarang ingin membuang semua medali yang dia terima.
"Anton, kamu hanya terlalu mengeraskan tubuh mu.Tidak seperti pedang, tombak adalah jenis serangan yang jauh. Jika kamu terlalu keras...."
"Aku tidak mau mendengarnya!" Keluh Anton menutup kupingnya.
Bern yang melihat Anton, hanya bisa mengeluh pendek.
'Yah, tidak semua anak kecil memiliki kekuatan mental yang kuat ketika datang pada hal yang tidak mereka sukai.' Pikir Bern dan menatap ke danau yang luas.
Ada banyak bunyi kegaduhan dari dalam hutan ketika mereka berdua saja yang tersisa.
"Tapi kamu bertahan ketika berada di Hutan hujan hitam, kamu juga bertahan ketika kita mencari harta karun. Kamu juga bertahan dalam perang sipil antara elf dan pengkhianat kota. Anton, kamu hanya takut." Ucap Bern.
Anton tidak menafikan itu. Pertarungan di kota elf benar benar membuka matanya bagaimana pertempuran yang sebenarnya. Kerana ketidakhadiran Bern, semua orang hampir mati. Belum lagi iblis dominated yang memberikannya kerusakan paling banyak.
Dia takut jika dia masuk ke pertempuran selanjutnya, dia akan tamat.
Sebenarnya, peperangan sipil itu cukup membebani kumpulannya yang masih di bilang remaja itu. Namun kerana mereka yang lainnya sudah biasa akan hal itu sebagai bangsawan, juga tinggal di tempat seperti hutan hujan hitam, mereka beradaptasi dengan mudah.
Steven dan anak anjingnya bisa di bilang memiliki pengalaman berdarah yang cukup hingga tidak terlalu memikirkannya.
Nerio juga memiliki insting monster kerana dia adalah naga hingga itu tidak membebaninya.
Namun untuk Anton, yang lahir dalam keluarga harmonis, itu benar benar membebaninya dalam beberapa pertempuran itu.
"Anton, kamu tidak perlu bertarung jika kamu takut. Namun, kamu harus bertarung untuk bertahan hidup. Itulah beda yang membuat mu merasa suasana menjadi lain." Ucap Bern membuat Anton sadar sesuatu.
Bern tersenyum lembut dan membiarkan Anton sendirian untuk memikirkannya.
"Bertahan, hidup?" Gumam Anton.
Bertarung dengan bertahan hidup itu sangat berbeda. Bertarung selalunya hanya untuk bersenang senang dan melihat siapa yang lebih kuat seperti ujian sekarang.
Namun, jika bertarung untuk bertahan hidup....
"Aku perlu melakukan segalanya untuk bertahan."
Anton menatap danau di kejauhan. Dia mengambil tombaknya.
Slap!
Anton menampar kedua pipinya.
"Aku harus menjadi kuat untuk setidaknya melindungi diri sendiri!" Mata Anton menjadi fokus ketika dia memasuki hutan.
Bern hanya melihat Anton memasuki hutan dari atas. Dia juga mula masuk ke hutan, dan membantu Shin dan Hector.
Shin dan Hector bisa melihat perbedaan Bern yang baru ini. Dia lebih lembut dari Bern 0,2. Bern 0,2 tidak segan mengejek sedang Bern yang ini dengan lembut menunjukkan kekurangan setiap pelajar.
Dia juga tidak membedakan pelajar lain yang membencinya.
.
.
.
"Bagaimana dengan pelatihan kali ini? Yah, besok kita akan fokus pada jenis iblis dan belajar anatomi binatang iblis. Jadi kalian bisa mencari titik lemah iblis yang kalian lihat di masa depan. Ini juga penting kerana bisa menjadi ujian bertulis di masa depan." Ucap Shin tersenyum melihat semua pelajar terlihat berantakan, sambil duduk di atas sapunya.
3 bulan kemudian berlalu dengan cepat hingga mereka akhirnya memasuki kelas 3.
Dan 2 kali Bern 0,2 muncul dan membuat kekacauan. Itu sedikit membuat Lumi dan Kleio cukup sakit kepala membereskannya.
Untungnya, Bern 0,2 hanya bisa keluar selama 3 hari setiap bulan. Jika lebih, mereka mungkin bisa gila.
Bukan saja memukuli banyak bangsawan, dia juga memegang banyak rahsia bangsawan dan terkadang menyebarkannya hingga rumah tangga itu perlu menundukkan kepalanya dan keseimbangan antara para bangsawan bisa goyah.
Yah, siapa juga yang menyuruhnya mengangganggu Bern bahkan jika itu bukan Bern 0,2. Bern 0,2 memiliki ingatan Bern, tidak seperti Bern yang hanya memiliki serpihan dari memory kepribadian gandanya.
Namun bukankah itu membuatkan dia menyenangkan untuk melakukan apapun yang dia mau?
"Selamat. Kalian sudah di kelas 3." Ucap Kleio tersenyum.
"Sudah ku bilang, kita bertemu lagi setelah 3 bulan." Ucap Ailen.
Uen dan Zion menatap iblis yang berada di kandang besi.
"Ini iblis tingkat 10. Ini bagus untuk anak muda untuk meneguhkan tekatnya untuk mula membunuh binatang iblis di masa depan." Ucap guru yang mengajar.
Banyak pelajar yang di uji dengan iblis tingkat 10. Ada beberapa murid yang ragu dan akhirnya cukup tercedera.
Tapi untuk tim Bern, tentu saja itu bukan masalah. Mereka bahkan pernah bertempur di situasi sebenar, apalah bagi mereka iblis tingkat 10.
.
.
Sebulan berlalu, dan Bern menjadi ranking 1 di kelas.
"Baik, murid murid, akan di adakan festival bulan depan. Jadi, sebagai kelas 3, kalian semua harus berpartisipasi." Ucap pak guru.
"Eeeeeeeehhhhhhhh....." Keluh semua murid.
Pak guru itu hanya mengabaikan keluhan mereka ketika terus berbicara.
"Kalian semua bisa menarik adik kelas juga untuk membuka warung dan membuat acara mengikut apa yang kalian suka. Terserah kalian mau buat pentas, mau jualan, mau perang juga pon bisa." Ucap pak guru membuat pelajar menjadi tertarik.
"Juga, 5 rangking di kelas akan masuk ke pertandingan persahabatan dengan academi dari Froze dan Jungle. Jadi, 5 rangking bisa tidak mengambil bahagian dalam festival." Sambung pak guru.
Setelah selesai, pak guru itu pon keluar dari kelas.
"Hei, aku dengar kerajaan Froze sangat kuat dan sombong." Ucap seorang pelajar mula bergosip.
"Aku tidak tahu kerajaan Froze mengingat sangat sulit pergi ke sana." Ucap lawan bicaranya.
Kerajaan Froze dan Sun tidak memiliki hubungan yang baik mengingat banyak kawasan di kerajaan Sun bercuaca tropis, juga cukup panas di banding kerajaan Froze yang membeku sepanjang tahun.
Tapi yah, kerajaan Froze dan Jungle berhubungan baik kerana Jungle memberikan bekalan makanan pada Froze untuk mengelakkan peperangan yang tidak perlu.
Kerajaan Jungle pula kerajaan di pendalaman hutan dan penuh dengan keindahan alam. Mereka sangat ramah hingga bisa berteman dengan 3 kerajaan lainnya.
Namun mereka masih kuat kerana bisa bertahan hidup di hutan dari kota yang damai. Dari kerajaan, mereka lebih suka di panggil Jungle.
"Bern, apa kamu akan mengambil bahagian dalam festival?" Soal Anton.
"Tidak." Balas Bern singkat.
Yang lain terlihat bingung kerana Bern bukan seseorang yang akan menolak melakukan itu.
"Mengapa? Jangan bilang diri kedua mu ingin keluar." Soal Steven.
"Bukan itu, firasat ku tidak begitu baik untuk festival ini." Ucap Bern makan kuenya.
Yang lain jadi mengerutkan keningnya mendengar itu. Bern memiliki insting yang bagus, jadi mungkin sesuatu yang buruk bakal berlaku.
"Mungkin itu hanya perselisihan dari kerajaan Sun dan kerajaan Froze." Ucap Zion mengingat kerajaan mereka tidak pernah berbaik.
"Ya. Alasan wakil dari academy Cube ke sini untuk menunjukkan bahwa mereka lebih kuat dari kita." Ucap Lewis setuju.
Bern mengangkat alisnya mendengar itu.
"Tidak heran ketua osis kita sangat tertekan memiliki darah orang Froze." Gumam Bern membuat Kleio dan Ailen mengerutkan keningnya.
Mereka mengenal ketua osis juga. Dan seperti yang Bern ucapkan, memang banyak bangsawan yang tidak menerimanya hanya kerana dia memiliki darah Froze.
"Hei, siapa saja 5 besar?" Soal Uen.
Semua orang diam sebentar. Mereka tidak begitu peduli dengan rangkin di kelas. Yang mereka tahu, Bern adalah nombor 1 kerana selalu di gosipkan para cewek.
"Jika tidak salah, yang berada di peringkat ke dua itu..... Ailen bukan sih?" Ucap Stevan ketika membuka dokumen tentang rangking kelas.
"Iya benar! Itu Ailen." Ucap Steven dengan sendok di mulutnya.
Semua orang melihat Ailen membuatnya malu.
"Ranking ketiga itu Uen." Sambung Steven dan yang lain bisa melihat Uen memijat pangkal hidungnya.
Dia pasti stress kerana pekerjaan yang menumpuk dan sekarang harus bertanding.
"Yang keempat, Yang mulia Kleio." Ucap Steven dan Kleio ingin makan semua yang ada di depannya termasuk piringnya. Kerjaannya lebih banyak dari Uen woi!
"Yang kelima ada Lewis. Yah, itu bagus mengingat tidak ada di antara kalian yang suka bermain jarak jauh. Kesampingkan Bos yang bisa menggunakan segala jenis senjata." Ucap Steven bercanda.
Lewis terlihat bersemangat ketika mendengar namanya.
"Aku pasti di urutan keenam." Keluh Zion.
"Tidak, itu ketujuh setelah Anton." Balas Steven membuat Zion melototinya.
Anton hanya menertawakan temannya yang lain kerana harus mengikuti duel itu. Mengapa dia ingin menyusahkan diri mengikuti hal itu. Syukurlah dia berada di nombor enam.
"Kerana kamu punya waktu luang, bagaimana jika kamu membawa anak anak keluar?" Soal Bern seolah meminta.
Mereka sudah terbiasa mendengar Bern memanggil Alastair, Althea dan Nerio anak anak. Bagaimanapon, mereka hanya makhluk yang tidak tahu apa itu dunia.
Dan Bern juga menyayangi mereka seperti saudara dan mungkin anaknya sendiri.
"Tentu. Aku, Seven dan Zion akan membawa mereka melihat pertandingan kalian." Ucap Anton seolah bisa di andalkan.
Steven dan Zion juga tersenyum mengangguk.
Bern melihat ke kejauhan, memikirkan firasatnya yang cukup buruk.
Tinggal 3 hari sebelum festival di mulai, dan academy sangat sibuk mendekorasi.
.
.
.
"Kami menyambut perwakilan dari Academy Cube dan academy Wild!"
Bang, Bang, Bang.
Kembang api dari sihir meledak untuk memulai festival sedang perwakilan dari Froze dan Jungle memasuki academy.
4 berambut putih sedang seorang berambut merah dari academy Cube. 3 cowok dan 2 cewek. Dari academy Wild, 3 cewek dan 2 cowok. Mereka berkulit lebih gelap dengan rambut hitam dan coklat khas mereka.
Perwakilan academy Luxana berdiri di pintu masuk menyambut mereka.
Hanya ada beberapa guru kerana festival baru di mulai dan pertandingan persahabatan akan di mulai jam 2 petang.
"Selamat datang, kami menyambut kalian."
Mereka semua tunduk hormat mengikuti pangkat mereka. Kleio dan Uen tentu saja tidak akan tunduk kerana mereka keluarga kerajaan.
Ailen menundukkan sedikit kepalanya kerana dia ada di tingkat Duke. Sedang Lewis dan Bern tunduk layaknya seorang pelayan kerana mereka hanya rakyat biasa.
Mereka perlu tunduk kerana perwakilan dari kedua kerajaan menghantar pewaris mereka. Froze menghantar putra mahkota mereka sedang Jungle menghantar putra mahkota dan putri mahkota mereka.
"Kami juga senang bertemu kalian." Ucap Kyle, putra mahkota dari jungle sambil tersenyum. Ketiga perwakilan lainnya tunduk hormat juga.
Untuk Froze, mereka hanya mengabaikan perwakilan Sun dan bergerak masuk.
Ingin aja Ailen memukuli mereka semua.
'Tenang. Aku bisa memukuli mereka ketika kita bertanding.' Ailen sedikit tersenyum dengan niat itu.
Lewis belum pernah melihat Ailen sekesal itu, merinding.
Bern melihat orang orang jungle dan mengerutkan keningnya.
"Ada apa?" Soal Lewis berbisik.
"Kulit mereka...."
"Ftt...."
Kleio hampir tertawa ketika mendengar Bern mengungkit tentang warna kulit.
"Ada apa dengan warna kulit kami! Apa kamu mengejek kami!?" Marah seorang perwakilan cewek.
Bern menggelengkan kepalanya.
"Maaf jika saya tidak sopan. Saya hanya iri kerana warna kulit saya terlalu putih untuk seorang pria." Balas Bern tenang.
ketika mendengar itu, mereka semua bisa melihat warna kulit Bern yang pucat seolah dia sedang sakit.
"Apa kamu baik baik saja?" Soal Maria, Putri mahkota.
"Iya. Saya hanya sedikit terluka hingga kulit saya sangat pucat." Balas Bern dengan nada hormat.
Kleio mengangkat alisnya.
"Wau, kamu sangat sopan pada mereka tapi sangat kasar pada ku." Keluh Kleio.
"Apakah saya sekasar yang lain?" Balas Bern tersenyum cerah.
Kleio berhenti berbalah ketika melihat senyuman cerah Bern. Itu mengingatkannya dengan Bern 0,2. Namun senyuman cerah pada Bern lebih menyeramkan. Kerana ketika itu muncul, bukan kerana bisnes, Bern tidak akan melepaskan mangsanya yang membuatnya kesal.
"Bern, salah apa aku? Jangan menyiksa ku, hnm?" Ucap Kleio menarik pelan lengan baju Bern.
Bern mengeluh pelan dan tersenyum lembut seperti biasa.
"Kleio, kamu banyak berubah! Terakhir kali aku melihat mu,kamu bahkan tidak segan menghukum bawahan yang berani mengancam dengan mata mereka!" Ucap Kyle dengan nada bersemangat.
Kleio mengelak tatapan Kyle.
"Itu kerana Bern sudah seperti keluarga. Walau dia seumuran dengan ku, dia terlihat lebih tua. Kleio, kamu padahal lebih tua loh." Ucap Uen bercanda.
Kleio yang di permainkan teman dan adiknya merasa kesal.
"Sudah. Kami akan menghantar kalian ke kamar tamu. Tolong maafkan kelancangan kami." Ucap Ailen setelah Bern meliriknya.
Mereka semua mengangguk dan menghantar mereka ke kamar tamu.
"Aku akan kembali. Mata mata dari pangeran kedua dan ketiga." Bisik Bern dan Kleio mengangguk.
Bern meninggalkan klon miliknya ketika dia bergerak keluar. Namun Kyle perasan dengan perubahan itu dan tersenyum.
"Siapa namanya? Sihir yang sangat bagus bahkan aku hampir tidak menyadarinya." Bisik Kyle ingin tahu.
Kleio tersenyum lembut ketika melihat ke kejauhan.
"Orang yang bisa aku percayai, juga orang yang tidak akan pernah aku harap akan mengkhianati ku. Bern Kailyth, jika bukan kerana menolak hadiah, dia mungkin tidak perlu tunduk seperti seorang pelayan." Ucap Kleio dengan wajah yang sangat tenang.
Kyle bisa melihat temannya sangat nyaman dan percaya pada Bern itu. Pangeran kecil yang tidak percaya pada siapapon bahkan saudaranya, bisa membuat wajah selembut itu?
Belum lagi dia membuat wajah bersalah ketika menarik lengan baju orang bernama Bern itu, dan terlihat seperti anak kecil yang takut di marahi.
"Kamu sudah tumbuh dewasa sekarang." Ucap Kyle merasa sedikit iri.
Bahkan setelah berumur 20 tahun, dia masih belum memiliki pedang yang benar benar dia bisa percayai. Itu juga berlaku pada Dagahra, putra mahkota Froze yang hanya muda setahun darinya.
"Kerana dia, aku bisa mempercayai orang dengan mudah. Bern tidak mungkin percaya pada orang yang mencurigakan baginya. Dan hampir semua mata mata di basmi olehnya. Aku bisa percaya padanya kerana dia selalu memikirkan orang lain dari dirinya sendiri." Kleio terlihat senang berbicara tentang Bern.
Kyle merasa senang dengan itu. Kleio dan Dagahra sudah seperti adiknya di matanya, jadi ketika melihat Kleio, yang paling kecil terlihat senang dan tidak murung, dia sangat senang.
Kleio akan memasuki umur 18 tahun, yaitu umur kedewasaan sebentar lagi, dan itu akan menjadi majlis terparah kerana dia tidak tahu kapan racun akan jatuh ke tangannya.
Kyle menatap ke kejauhan juga, dengan tatapan yang tajam.
Kleio yang melihatnya, tidak tahu aap yang di pikirkannya.
.
.
Bern melihat ke arah arena terakhir, dan mengerutkan keningnya.
'Firasat ku semakin kuat.'
.......
.......
.......
.......
.......
...**Bersambung**...
Hello guys! Maaflah lama gak update. Gak ada ide, dan sibuk lagi kerja.
Semoga episode ini menghibur kalian! 😣