From No Body To Hero

From No Body To Hero
Episode 1



"Bern.... Bern....."


Wacth mendengar nama orang asing di kupingnya. Dia membuka matanya. Dia pikir dia di rumah sakit atau di syurga.


Namun yang memasuki pandangannya bukan pemandangan rumah sakit yang ramai melainkan sebuah ruangan seperti asrama. Asrama yang terlihat seperti abad pertengahan yang tidak mewah.


"Hei bangun, kamu masih harus berkerja walau kamu begitu terpukul."


Anak muda yang bahkan belum hidup separuh umurnya berbicara snagat lembut kepadanya.


"Di ma- !!?"


Wacth kaku kaget mendengar suaranya yang terdengar seperti seorang anak baru melepasi masa pubertas. Dia juga melihat tangannya yang mulus tanpa sebarang parut dan hanya memiliki beberapa kapalan mungkin kerana kerja.


Ototnya juga menghilang menyisakan otot kecil yang hanya di miliki ketika banyak berkerja bukan latihan.


"Siapa aku?"


Wacth bertanya kepada anak kecil yang melihatnya dengan tatapan mengasihaninya.


"Apa kamu hilang ingatan gara gara di buang keluarga mu? Kamu adalah Bern Kailyth, 16 tahun. Kamu baru saja di buang keluarga mu. Aku teman kamar asrama mu, Antonio Will. Kamu bisa memanggil ku Anton. Kita baru kenalan untuk 3 hari. Kamu harus pergi berkerja sekarang. Kamu punya hutang 1 juta emas kerana memasuki academy Luxana."


Dari yang Wacth dengar, dia adalah anak kecil yang miskin dan di telantarkan. Rambut dan mata cokelatnya menunjukkan statusnya.


"Sudah, jangan memikirkan keluarga sampah mu itu. Kamu harus melihat ke depan."


Anton dengan lembut menepuk pundak Bern yang masih diam.


"Aku baik baik saja. Di mana aku berkerja?"


Anton membulat matanya dan tersenyum lembut.


"Aku akan menghantar mu."


Anton dengan lembut bangun dan seperti membujuk Bern. Wacth bangun dari tempat tidur dan mula membersihkan diri.


'Apa ini yang selalu di bicarakan sebagai kehidupan kedua? Jika ia, aku akan hidup lebih lama kali ini.'


Senyum lembut terukir pada cermin. Itu senyuman penuh rasa syukur.


'Terima kasih untuk tubuh ini. Aku berharap kamu memiliki kehidupan yang baik di tempat lain, Bern Kailyth.'


Bern tunduk pada cermin seolah berterima kasih.


****


Di bengkel Exal.


Seorang wanita dengan otot kekar dan tinggi 2 meter menyapanya. Dia sepertinya bos bengkel itu.


"Dasar tidak tahu malu! Mereka memaksa mu berkerja sejak kamu bisa berjalan! Sekarang mereka membuang mu kerana kamu berhutang!? Mereka layak mati!"


Suara keras wanita itu hanya di abaikan semua orang. Bengkel Exal adalah bengkel ternama di kota Joy dengan pedang pedang yang sangat indah dan kuat. Juga semua orang mengenal Bern dan mengasihaninya.


"Kerana kamu pertama kali berkerja di sini, mari mula dari tumpukan besi yang tidak berguna."


Wanita itu menepuk pundak Bern dengan keras hingga Bern merasakan sakit. Semua orang di sana membuatnya terlihat seperti anak kecil. Otot dan tinggi mereka bukan sesuatu yang bisa di buat bahan candaan.


Bern juga bersyukur dia hanya perlu menempa besi tumpukan. Dia perlu melatih dirinya dulu sebelum melakukan sesuatu. Dia bisa menggunakan pedang namun tidak bisa menempa pedang.


"Mohon tunjuk ajar."


Dengan sopan, Bern tunduk dan semua orang mengabaikan sapaan formal itu dan mula mengajarinya berbagai hal.


****


Selama seminggu, Bern terus menempa atau menajamkan pedang. Dia sudah cukup baik dengan itu.


"Semuanya tunduk!!!"


Bos berteriak dan semuanya tunduk 90 darjat. Seseorang dengan rambut emas dan mata merah turun dari kuda. Itu saja sudah menunjukkan identitas orang itu.


Pangeran mahkota, Kleio Mark. Penerus kerajaan Sun.


Rambut emas menunjukkan matahari yang terang dan mata merah menunjukkan sifat ganas matahari.


Dia turun dan berhenti di depan Bern.


"Mengapa seseorang yang cocok menjadi penyihir, menempa pedang?"


Bern hanya tunduk dan diam. Itu adalah pertemuan yang snagat tidak menyenangkan.


.


.


.


.


.


...**Bersambung**...