
Haha....
Tawa terdengar dari arah lain ketika Bern masih melihat grimoirnya dengan keengganan.
Bern berbalik dan melihat Lewis yang perlahan berlutut dengan satu kaki mencoba untuk bangun.
"Lewis."
Dengan lembut, Bern menyapa Lewis yang mencoba untuk bangun.
"Tidak perlu memaksa diri."
Bern mengatakan itu sambil mendukung Lewis untuk kekal stabil.
"Haha...."
Lewis merasa diejek oleh kata kata lembut Bern. Kerana ketakutan, pikirannya tidak benar benar berfungsi.
"Aku, satu satunya di kumpulan kita yang tidak berguna. Aku semakin tidak berguna ketika aku kehilangan jari ku. Aku kehilangan orang tua ku kerana iblis, dan aku melutut pada mereka? Orang tua ku tidak akan memaafkan ku."
Bisa terdengar bunyi gigi saling berbenturan hingga gusi Lewis berdarah menunjukkan kekesalannya.
Bern memahami perasaan kehilangan orang yang berharga. Jadi, dia tidak mengejek Lewis untuk kehilangan akalnya. Dan lagi, dia sudah matang ketika dia kehilangan orang yang berharga baginya, sedang Lewis masih anak muda. Dan mungkin sangat muda ketika tragedi itu terjadi.
"Tenanglah. Kamu hanya menyakiti diri mu."
Bern mengatakan itu dan kembali pada grimoir yang berada di tangannya.
Dia ke halaman ke 4, dan melihat mantra yang sama masih tertulis di sana.
"[Hari kekacauan yang muncul, pahlawan juga akan muncul.]"
Bern hanya coba coba saja merapal mantranya. Dia tidak sepenuhnya yakin akan hal itu.
Crack!
permata hijau di depan buku grimoir itu retak membuat Bern kaget. Kemudian, di halaman ke 4 itu, muncul tulisan lainnya.
<{Wahai pahlawan yang di pilih, apakah kamu percaya akan dewa?}>
Membaca perenggan pertama yang muncul, bulu kuduk Bern berdiri. Siapa juga yang mau percaya sama dewa ketika memikirkan hidup aja kayak filem tragedi action?
Jika dia memikirkannya, maka dia akan mengutuk dewa selama 3 hari tiga malam non stop kerana kekesalan.
<{Sepertinya kamu tidak.}>
Bern mula rasa resah berpikir grimoirnya bisa membaca pikirannya.
<{Jika begitu, bagus! Para dewa itu banjingan! Tidak ada yang bagus pada mereka!}>
Bern di buat bingung lagi.
<{Kamu tahu apa, saint terakhir yang bertahan hidup dulunya adalah seorang penyihir.}>
Bern merasa seolah grimoir itu memiliki jiwanya sendiri sekarang.
<{Dan ini adalah grimoir miliknya. Saint terakhir, mengutuk dewa kerana memberinya kerja tidak berguna dan meninggalkan grimoirnya untuk menunjukkan penentangan terhadap dewa setelah perang selesai}>
Bern merasa dirinya sial kerana grimoir itu.
<{Namun, pada akhirnya, saint terakhir mati dengan mengenaskan di makan binatang iblis. Persetan para dewa, jika kamu ingin menantang monster monster tidak berakal itu, maka, pukul saja! Itu tidak ada keterkaitan dengan kekuatan saint!}>
<{Membuat seseorang takut dan tidak bisa mengangkat kepala atau bahkan berdiri? Kerana dewa busuk itu, semua orang berpikir itu kekuatan luar biasa! Tapi itu bukan kenyataannya! Ketakutan adalah emosi alami manusia! Maka, lawan mereka dengan keberanian! Kekuatan ini tidak berguna sama sekali! Itu hanya melemahkan iblis hingga menekan rasa takut itu. Tapi, itu hanya keberanian palsu. Manusia menjadi sangat berani hingga mereka tidak takut mati dan menyebabkan lebih banyak korban.}>
<{Bagi orang yang mewarisi grimoir ini, ini adalah masej yang di tinggalkan oleh ku. Ini akan muncul ketika kamu berdepan dengan iblis dominated. Saint itu bagus dalam menyembuhkan, namun menyebalkan ketika mereka menganggap diri mereka sendiri sebagai dewa. Ingatlah keberanian asli lebih kuat dari keberanian palsu. Semoga beruntung, penerus ku.}>
Dengan begitu, semua tulisan di halaman ke 4 itu menghilang dan mantra yang tertulis di sana bertukar.
<{Ini tidak akan berpengaruh pada pemiliknya. Tapi, aku hanya ada 1 keinginan.}>
Bern menutup matanya, menyentuh permata hijau di buku itu.
"[Persetan sama dewa, persetan rapalan panjang meleret, sembuh aja kalian.]"
'Ni pemilik kesal atau gimana? Inikan kekuatan saint, bukan sihir. Masa tidak ada doanya?'
Bern sendiri bingung dengan rapalan yang di tulis di halaman itu.
<{Aku hanya ingin menyembuhkan lebih ramai orang.}>
Cahaya putih memenuhi seluruh istana dan membuat ketakutan menghilang, juga menyembuhkan semua orang yang ada di sana.
Bern menghabiskan sepanjang malam untuk menyelidiki sihir yang bisa menumbuhkan anggota tubuh seseorang. Namun yang dia temukan hanyalah saint untuk itu.
Dia tidak menyangka dia mendapatkan keberuntungan ketika dia sendiri yang menjadi pewaris kekuatan saint terakhir.
Namun, ada konsekuensi besar dari menyembuhkan seseorang dalam tahap itu. Itu adalah kerusakan tubuh saint itu sendiri.
Ada banyak orang yang kehilangan anggota tubuh mereka di sisi yang sama. Bern menyembuhkan mereka semua. Seberapa besar dampaknya ke tubuh Bern?
Lewis yang melihat tangannya sembuh tidak bisa berkata apapon.
Bern, yang sedari tadi menelan darahnya, kini tidak lagi bisa menahannya. Darah terlalu banyak hingga dia memuntahkannya.
Mata Bern kabur, tidak ada yang memerhatikannya kerana rasa takut tadi, dan itu melegakan. Dia tidak bisa membiarkan temannya yang sangat muda itu melihatnya dalam kondisi mengenaskan.
"Mereka bisa bertahan tanpa aku sekarang."
Bern bergumam kerana firasatnya mengatakan itu. Dia perlahan menutup matanya dan ambruk ke tanah.
Uen yang di samping Bern tanpa sadar menoleh ketika mendengar sesuatu yang jatuh.
"Bern!"
Uen berteriak, merasa cemas dan memegang Bern yang tidak sadarkan diri di tangannya. Darah keluar mengalir dari tujuh lubang di kepalanya membuatnya terlihat sangat mengerikan.
Menggunakan sihir saja sudah membebani tubuh Bern secara extrime, dan sekarang dia menyembuhkan lebih dari 100 orang yang mungkin kehilangan anggota tubuh mereka, itu benar benar menghancurkan tubuh Bern di dalam.
Uhuk!
Althea dan Alastair bersamaan batok darah sambil menutup mulut mereka.
Mantel hitam Bern menghilang dan Alastair pingsan kerana rasa sakit Bern yang luar biasa. Dia tidak merasakannya, namun, dampak dari kesakitan Bern membuatnya kehilangan kesadarannya dan bahkan kehilangan seluruh kekuatannya.
Althea yang menyembuhkan Bern juga merasakan beban. Dia sampai batuk darah, itu bermakna kondisi Bern benar benar di luar nalar. Bagaimana dia, seorang roh, bisa batok darah?
luka yang di alami Bern benar benar gila. Dia tidak pernah melihat roh penjaga sampai bisa memuntahkan darah kerana tuan mereka!
Tapi tentu saja, dia tidak merasakan sakit mengingat dia menyembuhkan tuannya sendiri. Jika dia di paksa menyembuhkan orang lain, itu memang bisa memberikannya kesakitan. Tapi Bern tidak pernah ingin melakukan itu mengingat dia adalah penyihir dan bisa melakukannya sendiri.
Anton juga bergegas memegang Alastair di tangannya melihat Alastair memuntahkan darah.
"Lewis, Anton, bawa mereka berdua ke tempat yang aman."
Ailen mengatakan itu dan menghunuskan pedangnya.
"Kita tidak bisa sia siakan apa yang di lakukan Bern."
Ailen yang melihat Bern yang melantunkan mantra ketika dia mencoba mengangkat kepalanya, tentu melihat seluruh proses.
"Bos!"
"Bern!"
Steven dan Zion yang tiba di sana juga kaget dengan kondisi Bern.
"Bern yang menyembuhkan kita semua juga yang menekan kekuatan iblis itu. Dia adalah Saint, dia adalah penerus saint terakhir."
Uen dan Zion yang mengetahui sejarah itu tentu saja kaget dengan apa yang Ailen katakan. Hanya para bangsawan dan orang seperti Bern yang mengetahui cerita itu.
"Sial!"
Zion menyumpah dan berlari bersama Anton dan Lewis. Dia tahu Alastair baik baik saja kerana sering berbual bersama. Jadi semua fokusnya ada pada Bern. Dia mengambil tas ruangnya dan mengeluarkan banyak potion darurat. Bern takkan kekurangan darah mengingat Althea ada di sana.
Kleio yang juga panik awalnya kini berada di depan pintu tempat semua orang terluka kerana cahaya itu. Dia sangat kaget melihat kondisi Bern. Di saat ketika semua orang sembuh, ada seorang penyihir yang terlihat biasa biasa saja terluka parah, Kleio dapat menyimpulkan bahwa cahaya itu adalah milik Bern dalam beberapa detik.
"Bawa dia masuk cepat!"
Grrrrrr!!!
Namun, gempa terjadi lagi. Sepertinya iblis dominated itu mula mengganas. Tujuan utama organisasi itu adalah iblis dominated itu. Mereka pasti melakukan sesuatu.
"Letakkan Bern di tempat tidur terlebih dulu!"
Kleio mengatakan itu dan mula mengambil pedangnya. Dia selama ini berada di belakang, dia tidak bisa terus di belakang.
Zion dan beberapa penyihir yang mengikutinya hanya fokus untuk menyembuhkan Bern sekarang. Bahkan jika dia ada kekuatan Althea, Althea menerima bantuan jenis apapon sekarang. Kondisi Bern benar benar mengerikan!
Anton berdiri di sana menjaga pintu masuk ketika Lewis mengikuti Kleio dengan panah milik prajurit kota Sebasta.
.
.
.
"Sial! Tidak ada yang mengatakan iblis dominated akan sekuat ini!"
Salah seorang assasin bergumam dengan kesal. Tujuan mereka adalah menangkap iblis dominated dan menjadikannya chimera bersama naga. Namun sekarang, naga tidak dapat, iblis dominated pula mengganas kerana auranya di tekan kekuatan aneh tadi.
"Tidak ada pilihan lain. Mari berundur. Kita akan mati juga jika kita terus di sini."
Jika mereka terus di sana, bukan saja harus berdepan dengan iblis dominated, mereka juga harus berdepan dengan musuh mereka di belakang yang akan segera tiba di sana setelah aura dominated iblis di depannya di tekan.
Mereka semua yang sudah terluka cukup parah mengangguk dan memecahkan kristal taliportasi. Itu adalah alat sihir langka yang mana bisa di gunakan di tempat yang memiliki gangguan mana. Itu sangat sukar di buat hingga hanya bisa berjaya 1 dari 1 milliar percobaan.
Setelah mereka menghilang bahkan tanpa meninggalkan sedikit calar pon pada iblis dominated, Ailen mengutuk. Dia sampai tepat ketika mereka melarikan diri.
"Sial! Kalian memanggil makhluk ini dan kalian melarikan diri!? Ku harap kalian semua mati di bunuh bos besar kalian!"
Steven yang juga tiba di atas dengan pedang besarnya mengutuk.
"Ini benar benar bukan lelucon."
Faura yang melihat besar iblis dominated itu yang membuat panah airnya terlihat seperti mainan kecil yang tidak berguna.
Naga air yang baru menetas itu mengikuti Zion. Namun dia di dalam pakaian Zion juga Zion melupakan kehadirannya setelah melihat kondisi Bern.
Bawahan Calistia yang bukan penyihir semuanya sudah bersiap bertempur. Begitu juga semua prajurit kota Sebasta yang kini sudah pulih.
40% dari mereka menangani pemberontak dan 60% bergerak menuju iblis dominated tersebut.
Uen tiba bersama dengan Kleio dan Lewis.
Growwll!!!!
Suara melengking cukup menghancurkan batu terdengar. Ngauman itu memekakkan telinga banyak orang hingga bahkan berdarah. Beberapa orang terhuyung kerana terlalu dekat.
Iblis dominated itu mengangkat tangannya dan menghayunkannya pada orang yang mendekatinya.
Bang!
Cakar iblis itu merobek lantai dengan sangat mudah!
"Mari coba yang terbaik untuk bertahan hidup!"
Steven mengatakan itu merasa dia akan gila kerana dia merasa bersemangat untuk bertarung dengan iblis yang membuat bos nya jatuh pingsan!
"Setidaknya, mari berikan pukulan yang bermakna!"
Lewis setuju dengan pernyataan Steven dan menarik benang busurnya.
Jika dia tidak bisa meninggalkan kesan pada iblis tersebut, dia tidak akan memiliki wajah untuk melihat Bern bahkan jika itu di dunia bawah.
"Semuanya siap untuk bertempur!"
Faura berteriak penuh dengan karismatik seorang pemimpin dengan air mengelilinginya.
Pertempuran lain akan bermula ketika pertempuran yang lainnya belum berakhir.
.......
.......
.......
.......
.......
...**Bersambung**...
Hai, jumpa lagi guys! Maaf gak update! Sibuk soalnya sekolah dan hal lainnya! huhu.
Juga writer block juga jadi masalah pada kisah ini. Haih....
Apapun, makasih udah baca. Like, fav dan komen jika kalian suka, ok ╰(⸝⸝⸝´꒳`⸝⸝⸝)╯