Dira & Dara

Dira & Dara
Ayah?! #Dira pov



.


.


.


.


Ayah?!


Pria berkaca mata itu memang benar-benar mirip dengan ayah.


Gue tersenyum dan berniat menyapanya,namun pria ini lebih dulu melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam gerbang rumah.


"Ayo masuk dek,sayang ada tamu nih."


Teriaknya pada seseorang di dalam rumah


Sayang?!


Tenggorokan gue seakan tercekat,pria ini sama sekali nggak mengenal gue bahkan dia tampak santai menatap ke arah gue,ada apa ?! gue menarik nafas perlahan mencoba berfikir positif,pasti dia hanya mirip saja.


Gue memundurkan langkah perlahan,sedikit agak kecewa karena pria itu malah masuk dan nggak keluar mengajak gue untuk masuk.Gue pun membalikkan badan dan berniat pergi,percuma.


"Tamu siapa mas Lay?"


D


E


G


KACAU! pertanyaan yang selama ini gue cari mulai terpecahkan. Benar, jika dia adalah ayah tapi kenapa bersama wanita lain? sedangkan bunda terus bersama Om daniel selama ini, apa selama ini mereka menipu gue dan Dara, bahkan Ayah sama sekali nggak mengenal gue.


"Dek, ada perlu apa ya?"


Tanya wanita dibelakang gue dibarengi suara hentakan sandalnya yang mendekat.


Gue pun membalikkan badan dan mencoba tersenyum ke arahnya."Enggak tan,cuma pengen nyapa tetangga baru aja hehe."


"Oh, iya nih tante baru pindah kemarin sore."


Gue pun mengangguk."Oyah maaf nih tan,aku nggak bawa apa-apa sebagai tanda perkenalan."


"Nggak apa-apak kok dek,tante berterimakasih loh udah disapa eh siapa namanya dek?"


Tadi malam mereka tampak runyam tapi pagi ini tampak biasa saja,atau hanya akting?


Gue pun tersenyum kembali dan mengulurkan tangan."Aku Adit tan"


"Oh Adit,kenalin tante Anna.."


Ucapnya.


Anna ?!


Bahkan namanya saja belum pernah disebut-sebut oleh bunda,siapa dia? ada apa ini? pertanyaan yang terus memutari otak gue.


"Yaudah tan,aku ke kampus dulu ya."


Pamit gue.


Tante Anna pun mengiyakan dan tersenyum ke arah gue.


Gue berlari kecil masuk ke dalam gerbang rumah dan membuka pintu mobil,namun sesaat gue berfikir apa bunda tau jika Ayah tinggal serumah bersama wanita lain bahkan bersebelahan? atau cuma gue yang baru tau hal ini.


Gue mengurungkan niat untuk pergi ke kampus,masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan bunda.Namun hanya Dara yang kini berpindah posisi berbaring di sofa depan sambil memainkan ponsel,kemana bunda? bahkan sejak gue bangun bunda nggak menampakkan batang hidungnya.


"Dek,bunda kemana sih?"


Tanya gue pada Dara


"Ke pasar..."


"Sama siapa?"


"Nenek."


"Ngapain ke pasar?"


"Kepo ah..."


"Anjirrrrr gue serius icih."


"Icih mah nama kucing si Aneu."


B


U


K


"Kenapa sih kak,risih banget! biasanya juga suka ke pasar kan."


Gue berfikir gimana kalau bunda pulang dan liat tetangga baru yang ternyata Ayah bersama wanita lain.


"Woyy!! ngelamun lagi."


Dara mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah gue dan membuyarkan lamunan gue.


"Yaudah lah gue ke kampus dulu ya."


"Nah loh,perasaan ngomong ke kampus mulu tapi nggak nyampe-nyampe."


"MANDI ICIH BAU LO."


"AWAS LO YA DIRA RADITYA WIJAYA!!"


Teriak Dara sambil mengancam gue.


Gue berlari kecil keluar rumah dan masuk ke dalam mobil,melajukannya pelan sambil menatap rumah tetangga baru.


Drttt drttt drtttt.....


Ponsel gue bergetar,satu panggilan masuk dari om Daniel.


"Ya om."


"Kamu dimana?"


"Baru keluar rumah mau ngampus."


"Bunda ada?kok nggak aktif ponselnya?"


"Bunda ke pasar om."


"Dir,kita pindah rumah sekarang juga."


"Ngapain ?"


"Pokoknya pindah,kamu balik ke rumah dan beresin baju ya."


Gue mengerutkan kening sambil menatap ponsel yang gue jauhkan dari telinga,pindah? nggak salah denger gue? ngapain?


"Hallo Dir,kamu masih disitu kan?"


"Iya om,Dira balik ke rumah."


"Oke sip."


Bip...


Gue melempar ponsel ke kursi samping,siapa om Daniel yang berani ngatur gue.Bodo amat ! ngapain pindah rumah,gue nggak muter balik dan lurus menuju kampus.


Di kampus tampak ramai dengan teriakan mahasiswi alay yang nggak tau meneriakkan apa,gue memarkirkan mobil dan berjalan masuk ke dalam kampus.Tampak semua berkerumun menyambut seseorang,seseorang yang gue'kenal.


Om Suho


Pemilik kampus, tempat dimana gue menimba ilmu.Katanya,kampus ini juga pernah ditempati sama bunda tapi herannya kenapa om om sekelas om Suho bisa disambut mahasiswi ketika dia berkunjung ke sini,banyak yang bilang karena dia ganteng dan ada yang bilang dia kaya.Tapi nggak banyak yang tau kalau dulunya dia menghamili tante lexa, ck itu kata bunda.


Gue melangkahkan kaki berniat menghampiri om Suho,namun seketika gue harus menghentikan langkah ketika Ayah berjalan di belakang Om Suho.Gue minder,tapi kenapa harus minder ? toh dia Ayah yang selama ini gue rindukan,tapi kenapa hati gue berkata Sakit!


Sakit ketika mengetahui dia berada di Indonesia bersama wanita lain,membuka pintu rumah orang lain bukan pintu rumah kami.Memeluk wanita lain dan bukan memeluk bunda,gue dan Dara.Berekpresi biasa aja ketika gue ada di hadapannya,percuma selama ini gue mengagumi sosok yang sering bunda ceritakan toh mereka saat ini tengah membohongi anaknya.


Ini adalah awal dimana gue harus menyelidiki masalah ini,masalah yang mungkin selama bertahun-tahun Ayah dan bunda rahasiakan.


Gue memundurkan langkah dan pergi dari kerumunan,namun sebuah tangan menahan bahu gue.


"Ikut gue."


Gue tau suara ini,suara yang sering bercanda bareng di masa SMA.


"Kemana Vin?!"


Tanya gue pada Viandra.


"Ikut aja!"


Gue tersenyum kecut dan menuruti perintah Viandra,karena gue tau siapa yang nyuruh dia.


Agus....


T


B


C