Dira & Dara

Dira & Dara
Kak Dira penyelamat #Dara pov



"Kak Diraaa."


Ucap gue.


Kak Dira menarik tubuh Agus dan terus meninjunya, Agus yang memang sudah mabuk nggak berdaya dan tersungkur ke sudut ruangan.


"Berani lo ganggu Dara, lo akan tau rasanya hidup di penjara."


Ucap kak Dira.


Polisi pun menarik tubuh Agus dan mengamankan teman-temannya yang sudah oleng.


Gue hanya menangis dan malu, kak Dira membuka jaket jeansnya dan menutupi tubuh gue. Ia mengangkat tubuh dan menggendong tubuh gue, saat ini gue memang sudah lemas.


Kami menaiki bus kota dan gue menyandarkan kepala di atas bahu kak Dira,kak Dira menggenggam tangan gue erat seolah memberikan rasa tenang.


"Kak ,lo nggak dingin?"


Ucap gue pelan.


Malam ini sangat dingin karena tadi sore memang hujan lebat, tapi kak Dira hanya mengenakan kaos putih polos dan nggak terlihat tebal.


"Dingin."


Ucapnya singkat.


Gue mengangkat kepala dan menatap kak Dira,"terus gimana? pake aja jaketnya."


Kak Dira menatap gue lembut,"gue rela kalau harus kedinginan, tapi gue nggak rela tubuh adek gue jadi tontonan semua orang."


Gue terharu, ternyata benar gue memang nggak bisa apa-apa tanpa kak Dira. Dari dulu gue nggak pernah jauh dari dia, gue selalu nempelin dia kemana-mana tanpa gue sadari kalau gue terlalu sayang sama kak Dira.


Gue menyandarkan kembali kepala ke atas bahu kak Dira,"kakak tau gue ada di sini dari mana?"


Kak Dira menarik nafas perlahan,"awalnya----"


Flashback Dira


Gue merasa risi karena Dara nggak menghubungi gue, harusnya Dara update di sosmed atau kasih tau gue kalau dia udah sampai, tapi saat ini dia belum kasih kabar.


Akhirnya gue memutuskan untuk mengecek gps keberadaan Dara, gue tercengang dan nggak percaya kalau Dara saat ini berada di Bali.


Seharusnya mereka tour ke Yogyakarta bukan Bali, gue mulai curiga karena saat ini Dara ada di salah satu hotel yang ada di Bali. Tanpa basa-basi gue pergi dan pamit pada bunda, gue minta bantuan Ayah untuk melakukan penerbangan pribadi yang bisa secepatnya sampai di Bali.


Awalnya ayah bertanya, ada apa? tapi gue belum cerita gue takut ayah khawatir apalagi bunda.


Gue sampai di Bali dan terus menghubungi Dara, tapi tetap nggak diangkat. Dan pintarnya gue, tanpa sengaja gue membuka aplikasi instagram.


Di sana Agus membuat story kalau dia sedang berada di hotel yang Dara tempati, pikiran gue mulai kacau. Gue tau Agus dan gengnya ikut tapi gue nggak tau apa rencana mereka terhadap Dara.


Yang menguatkan gue adalah, postingan dia menunjukkan tas yang dibawa oleh Dara. Tas berwarna ungu itu berada di samping tubuh Agus ketika dia berfoto dan itu benar-benar tas cewek.


Gue yakin, ada sesuatu yang dilakukan mereka hingga gue menghubungi Pak Ares dan ia bilang geng Agus memang membawa Dara ke Bali dengan alasan Dara meminta diantar oleh mereka karena kedua orang tua Dara meninggal kecelakaan ketika perjalanan di Bali.


Sial! dia bahkan membual tentang orang tua gue? dari sana gue yakin Agus akan mengonsumsi obat itu.


Gue melaporkan kasus penculikan dan penggunaan obat terlarang pada polisi atas nama Agus.


Bermain-main dengan Dira nggak akan pernah hidup tenang, Agus terlalu bodoh untuk melakukan rencana sedangkan gue adalah mantan anggota mereka yang sudah jelas memahami apa yang mereka lakukan.


Flashback end


"Ponsel gue dibawa Agus bahkan semua barang dibawa dia."


Ucap gue.


Kak Dira mengangguk," lain kali kalau gue nggak ikut lo jangan maksa ikut ya."


"Iya kak, maafin gue ya."


Kak Dira mengelus rambut gue,"lo tidur dan lupakan semuanya."


Gue menurutinya , semoga hal ini menjadi pelajaran untuk gue. Makasih kak Dira, tetap di samping gue walaupun suatu saat lo udah beristri.


Tbc