
Hari ini ayah mengajak gue dan Dara pergi ke pemakaman nenek dan kakek,Ayah bahkan mengantar kami ke kampus.
"Dira menuntut ilmu dulu ya yah"
Ucap gue pamit pada Ayah.
"Elah, menuntut ilmu yang ada lo taruhan basket sama si Agus"
Celetuk Dara sambil membuka pintu.
P
L
E
T
A
K
"A a w ayahhhhhh si Dira tuh yah,sakit tau"
Ringis Dara
Gue hanya tertawa dan berlari meninggalkan Dara.
Dara pun berpamitan dan berjalan menyusul sambil mengelus keningnya yang gue jitak.
Banyak orang yang berkerumun di lapangan,nggak biasanya mereka berkerumun tanpa menonton gue.Gue memasuki kerumunan itu dan ternyata ada petugas rumah sakit di sana.
"Ada apa nih?"
Tanya gue pada Jennie.
"Pemeriksaan golongan darah gratis"
Ucapnya.
"Walah kirain gue apaan"
Gue memundurkan langkah namun tangan gue ditarik oleh Dara.
"Mau kemana? lo belum tau kan golongan darah lo apa?"
Tanya Dara.
Gue tertawa kecil."Kata siapa? gue mah dari SMA juga udah tau keles,lo aja yang ketinggalan zaman"
"Kapan lo periksa? gue udah segede gini belum tau golongan darah gue apa."
"Gue periksa sendiri dong,di SMA ada praktek pemeriksaan golongan darah makanya gue tau."
Dara masih mengelus keningnya,dapat gue lihat ternyata kulitnya memerah.Keras juga jitakan gue ya?
"Masih sakit dek?"
Dara mengangguk."Lo sih nggak kira-kira"
"Sorry beb, lo gemesin sih."
"Lebay onta!!! eh tapi kok di SMA nggak ada praktek pemeriksaan golongan darah di kelas?"
Gue pun tersenyum."Adekku yang cantik jelita,lo inget nggak jurusan lo apa waktu di SMA?"
"Hmmmm IPS."
"Kira-kira ada nggak kalau jurusan lo IPS?"
"Nggak ada ."
"Nah itu lo TAU!"
Teriak gue ditelinga Dara.
"Anjritttt Diraaaaaa."
Dara memukul tubuh gue berkali-kali,namun gue hanya tertawa.Menjahili Dara adalah kesenangan gue setiap hari,gue lebih nyaman bareng dia ketimbang harus cari pacar.
Dara lo jadi orang lain aja bisa nggak? biar gue bisa jatuh cinta beneran sama lo.
Oyah mengenai misi gue untuk mencari kebenaran masa lalu bunda dan ayah,gue berencana mendatangi tante Anna.Tapi nggak sebagai Dira,melainkan sebagai penculik.
Sejak tante Anna teriak-teriak di rumah memaki bunda gue sadar dan yakin setelah bunda bilang dia merebut Ayah dari bunda,tante Anna bukanlah wanita baik-baik.
Dilihat dari cara ia berbicara bahkan merendahkan bunda di rumah bunda sendiri,Ayah pernikahan bunda dan Om Daniel nggak akan pernah terlaksana Dira jamin itu.
Dua jam pelajaran di kelas akhirnya selesai,gue buru-buru keluar dan berlari menjalankan misi untuk menculik tante Anna.
"Kak Diraaaaaa"
Namun suara cempreng Dara membuat gue menghentikan langkah
"Liat nih."
Dara memberikan selembar kertas.
"Golongan darah gue O, lo apa ?"
Tanya Dara.
Golongan darah Dara O? kok bisa beda,golongan darah gue B dan yang gue tau golongan darah bunda juga B. Oh mungkin golongan darah Ayah sama dengan Dara.
"Hmmmm iya gue juga O"
Ucap gue berbohong.
"Udah ya,gue ada urusan lo naek taxi aja ya"
Sambung gue sambil berlalu pergi meninggalkan Dara.
Gue melajukan mobil dengan kecepatan sedang,gue harus menemui preman yang kenal dengan Jackson,katanya sih masih saudaranya jadi gue bisa nego harga murah sama mereka.
30 menit gue sampai di tempat Jackon,tempat berkumpulnya orang-orang yang di takuti masyarakat.
"Ini Dira bang"
Ucap Jackson yang memperkenalkan gue pada mereka.
"Hallo ba....bang"
Serem juga ya saudaranya si Jackson,yang gue liat dari Jackson dia malah nggak ada serem-seremnya.
"Lo mau minta bantuan apa dari gue?"
Tanya salah satu dari mereka
"Ini bang Ren,dia ketua geng ini"
Bisik Jackson.
"Oh iya bang,nyulik cewek bang"
"Sekap atau bunuh?"
Bunuh? gila nih orang,bahaya juga ya.
Gue menggelengkan kepala."Sekap doang bang"
"Kecil"
Ucapnya.
Melihat mereka kok jadi gue yang gemeteran sendiri,selama ini di club malam ada badan kekar dan tinggi kayak gini tapi yang ini serem banget.
"Dimana alamatnya?"
"Nanti dikasih tau bang."
"Lo mau bayar gue cash atau transfer?"
Gaya juga ni orang,menerima bayaran lewat cash atau transfer gila ! Serem tapi membuat gue tertawa sendiri.
"Kok ketawa?!"
Ucap bang Ren sambil meninggikan suaranya.
"Sorry bang sorry,ini ada semut jadi geli bang"
Gue cengengesan sendiri.
"Jadi gimana?"
"Transfer aja bang."
"Oke sip,Jackson kasih nomor rekening gue."
"Siap bang"
Jackson meraih ponselnya dan mengirimkan nomor rekening melalui chat.
"Jam 1 dini hari gue berangkat,lo pastiin di rumahnya jangan sampe ada yang ronda atau apapun"
Ucap bang Ren.
"Siap bang."
Baiklah,tante Anna ! kita lihat apa yang akan terjadi nanti malam.
T
B
C