
"Baiklah, jadi informasi apa yang bisa lo kasih?"
Tanya gue sambil duduk dan menyalakkan rokok.
Tante Anna tersenyum."Gue tau orang kayak kalian ini ngincar pengusaha kan?"
Gue berdecak."Ck! lo hebat,gimana lo bisa faham?"
Tante Anna, cantik tapi bego.Mungkin mulutnya bisa bocor kalau diiming-imingi dengan uang.
"Nggak usah kepo, nih ya gue kasih tau kalau mau ngincar keluarga Wijaya jangan si Lay Wijaya, dia udah nggak punya apa-apa sekarang, mending incar si Daniel Ryan Wijaya mereka masih sepupu tapi gue jamin Daniel itu punya segalanya"
Jelas tante Anna.
Daniel Ryan Wijaya,lebih tepatnya om Daniel. Gue nggak mengetahui apa-apa tentang kesuksesan om Daniel yang paling penting tante Anna membocorkan semuanya.
"Daniel Ryan Wijaya? siapa tuh? gue nggak pernah mengenalnya"
Tanya gue pada tante Anna yang sepertinya semangat untuk menceritakan semuanya.
"Daniel adalah pengusaha nomor 1 di Jakarta,dia bisa mengalahkan Layandra sampe dia nggak punya apa-apa sekarang,eh ngomong-ngomong kok kalian bisa tau gue ada hubungan sama si Layandra?"
"Ck,kita bukan orang sembarangan gue tau betul lo orang kaya terutama lo istri Layandra wijaya,gue udah lama ngincar Layandra"
Ucap gue meyakinkan tante Anna.
Tante Anna berdecak."Iya dulu emang kaya,tapi sekarang bangkrut itu sebabnya gue seneng banget bisa diculik kayak gini.Tapi imbalannya gue harus bebas kalau kalian udah puas sama informasi dari gue,lo mau tanya apa aja gue pasti jawab"
Baiklah,rupanya tante Anna udah nggak sabar.
"Oke,apa yang lo tau tentang keluarga Wijaya?"
Tante Anna menarik nafas dan membuangnya perlahan.
"Awalnya---"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Demi mendapatkan uang banyak gue terpaksa pergi ke Paris secara ilegal, bukan menjadi TKW tapi pekerjaan yang bisa membuat gue mendapatkan uang banyak dalam sekejap.Ayah yang mempunyai hutang 1 milyar pada rentenir membuat gue murka dan pergi dari rumah,namun sebisa mungkin gue harus melunasinya.
Malam ini dengan penampilan apa adanya gue mendatangi sebuah club malam,siapa tau di sana sedang membutuhkan pelayan.
Dengan langkah berhati-hati gue masuk ke dalam,gue faham ini bukan Jakarta dengan berbekal bahasa inggris yang gue fahami di SMA gue dengan percaya diri pergi ke Paris.
"Excusme"
Tanya gue pada seorang wanita yang sedang duduk di meja paling depan.
"Ya?"
"I want to ask."
"hmm...asking what?"
"In here----"
B
R
U
K
Seseorang memotong ucapan gue,tubuhnya ambruk menimpa tubuh gue hingga kami terjatuh.
"Sial!"
Umpat gue
Seorang pria berjas hitam ini sepertinya mabuk,bau alkohol yang sangat menyengat di mulutnya.
"Ayah !!!! liat Daniel bisa!!!!!
Umpatnya
Ayah? siapa ayah yang dia maksud ?pria ini mengumpat ayahnya.
"Sini Ayah,sini !!!!"
Umpatnya lagi dengan jari telunjuk yang mengarah ke wajah gue,siapa dia? tubuhnya benar-benar oleng.
G
R
E
P
Tiba-tiba pria ini memeluk tubuh gue erat,gue merasa risih dengan situasi ini.
Drrttt
Drtttt
Ponsel miliknya berbunyi,gue merogoh ponsel pria ini di dalam jasnya.
Sekretaris Hans
Itulah nama yang tertera di layar ponsel.Gue pun mengangkatnya dan berniat memberitahukan pria ini jika pria yang sedang ia hubungi tengah mabuk.
"Pak Daniel,anda dimana? saya mengkhawatirkan bapak"
Tanya Pria ini.
"Segera pulang Pak,bisnis kita lancar"
Sambungnya.
Gue hanya terdiam mendengarkan ucapan pria ini,bisnis kita lancar? apa pria ini adalah pria kaya? senyuman pun mengembang dari bibir gue.Pria ini,boleh juga ya.
"Pak Daniel? bapak masih disitu?"
Bip
Gue menutup sambungan telpon dan mengirim pesan pada Pak Hans.
**Sekretaris Hans
Aku sedang ada urusan,urusi berkasnya dan besok aku akan ke kantor
Baik pak**
Hi Mr.Daniel, senang bertemu denganmu. Malam ini lo milik gue dan nggak akan bisa lepas,gue pun menghapus pesan pada Sekretaris Hans.
Matahari mulai menampakkan cahayanya, masuk ke dalam gordeng dan mulai menghangatkan ruangan. Sejak tadi gue sudah bangun, namun yang gue lakukan hanya memandangi wajah tampan di hadapan gue.
DANIEL, nama yang sangat indah seperti orangnya. Tadi malam lo sangat bergairah, gue pastikan kalau benih yang lo tanam hidup di dalam rahim gue,bantu gue Niel gue butuh uang.
Daniel menggeliat,gue tersentak dan berpura-pura tidur kembali.
"Uhhh dimana ini?"
Ucapnya.
"Kepala gue sakit"
Sambungnya.
"Lo siapa?!"
Teriak Daniel.
Gue nggak menggubris,tetap berpura-pura tidur.
Namun tangan Daniel menggoyangkan tubuh gue kasar.
"Lo siapa? bangun!"
Gue mengerjap-erjapkan mata dan membukanya,kemudian tersenyum.
"Tuan sudah bangun"
Ucap gue lembut.
"Jawab jujur lo siapa? kenapa kita bisa ada di sini?"
Tanya Daniel sambil mengingat kejadian tadi malam.
"Tuan Daniel,anda tidak mengingatnya? saya wanita yang menemani anda semalaman"
Jelas gue.
Daniel nggak menjawab,dia menatap tubuh gue yang nggak memakai sehelai benang pun.
"Tadi malem apa yang kita lakuin?"
Tanyanya
"Berapa yang lo butuhin?"
Wow, berapa yang lo butuhin? sepertinya Daniel akan memberikan berapapun yang gue minta.
" 2 milyar"
Ucap gue singkat.
"Oke,gue kasih tapi inget ! jangan pernah muncul lagi di hadapan gue"
Ucap Daniel sambil melengor pergi ke kamar mandi.
Oyah Mr.Daniel, gue akan pergi hari ini tapi hari-hari berikutnya gue kembali dengan benih yang lo tanam.
Hari-hari berikutnya gue terus mencari tau tentang Daniel,hingga gue bisa berdiri di gedung menjulang yang bertuliskan Zyx group.
Saat ini gue manatap Daniel sedang berjalan bersama seorang pria yang sama-sama tampan dan berkelas.
Oh jadi ini orang-orang yang banyak uang? memang terlihat angkuh dan sombong,tapi lihat saja siapa yang akan takluk pada Anna Rihana.
Gue memundurkan langkah dan pergi dari gedung ini,uang yang Daniel berikan sudah cair dan tinggal gue pakai untuk brsenang-senang di sini.Dan pria tua itu nggak gue beri ampun,lihat saja seteleh 1 milyar gue bayar ke rentenir,gue nggak akan pernah pulang dan hidup miskin lagi di Jakarta.
Hidup di Paris memang menyenangkan, inilah kota yang benar-benar disebut kota Fashion dimana orang-orang sangat memperhatikan penampilan mereka,gue Anna Rihana akan tampil seperti orang kaya yang bisa menaklukkan bos-bos bodoh kayak Daniel.
Walaupun gue miskin dan nggak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,tapi gue adalah juara 1 di masa SMA.Ini waktunya gue menggunakan otak yang cerdas ini di Paris.
•••
Waktu cepat berlalu,selama gue memperhatikan Daniel akhirnya gue pun mengandung anak Daniel.Sudah 16 minggu benih Daniel hidup di dalam rahim gue dan kini waktunya gue kembali.
Berjalan dengan penuh keyakinan,mendatangi ayah bayi yang ada di dalam kandungan gue.Gue menatap ke semua arah dan mendapati Daniel sedang mengobrol dengan bagian informasi.
"Hello tuan Daniel"
Sapa gue.
Daniel tampak menoleh ke arah gue,dia tampak berfikir dan mengerutkan keningnya.
"Siapa ya?"
Tanyanya
Gue tersenyum lembut."Anna"
Ucap gue sambil mengulurkan tangan.
Daniel hanya menatap tangan gue tanpa membalasnya."Anna siapa?"
Gue menarik kembali tangan gue,dasar sombong tau rasa lo nanti.
"Wanita yang tidur dengan anda pada malam itu"
Ucapan gue membuat wanita yang berdiri di meja informasi membulatkan matanya.
"Wanita? kamu mengigau ya? wanita siapa?"
Daniel tampak gelagapan.
"Jika ada perlu kita ke ruanganku"
Sambung Daniel sembari menarik paksa tangan gue.
O o o w kasar juga ya lo Niel.
Daniel membawa gue ke ruangannya dan menjatuhkan tubuh gue ke atas sofa.
"Sakit"
Umpat gue.
Daniel melonggarkan dasinya dan menatap gue tajam.
"Berani-beraninya lo datang ke sini,apa nggak cukup uang 2 milyar yang gue kasih?!"
Ucap Daniel dengan nada membentak.
"Uang itu cukup,tapi aku hamil"
Ucap gue pelan.
"Shit! hamil?! ya lo gugurin dong"
Gue menggelengkan kepala."Udah di coba tapi nggak berhasil"
"Jadi lo mau apa?!"
Gue menatap Daniel yang wajahnya mulai memerah."Aku----mau minta pertanggung jawaban"
Daniel membulatkan matanya dan mencekik gue."Lo fikir gue mau tanggung jawab?! heh jalang lo mau meras gue kan?! lo sengaja datang ke sini karena lo udah berniat sesuatu kan?!"
Gue sesak nafas dan meronta,mampus! garang juga si Daniel ini.
Drrttt drtttt drttt
Tiba-tiba ponsel Daniel bergetar dan menyelamatkan gue dari kematian.
"Hallo,ya apa?!"
Ucapnya
"---"
"Lo fikirin dong caranya,proyek gue berhasil kenapa bisa kalah lagi? lo fikirin dong gimana caranya proyek gue bisa imbang sama om Lay,kalau gini gue bisa kalah"
"----"
"Lo tau kan ancaman Ayah?! gue dipermalukan di depan keluarga karena nggak bisa kayak om Lay,gue dibilang otak kosong dan pecundang,gue nggak mau tau pokoknya kali ini gue harus di atas om LAY!!!"
Teriak Daniel.
Dia membanting ponselnya ke pintu dan HANCUR!
"Sialannnnnn! kenapa om Lay cerdas banget!"
Umpatnya sambil memukul meja.
Gue hanya bisa terdiam dan tubuh gue mulai bergetar,hari ini bukan waktu yang tepat gue datang ke mari.
"Heh jalang!"
Ucapnya sambil melangkahkan kaki.
Dia menarik dagu gue dan menatap gue tajam.
"Lo hamil?! gue minta gugurin sekarang juga"
"Ta-ta-tapi---"
"Setelah lo gugurin kandungan,lo bisa sesuka hati menikmati apa yang lo mau! lo mau duit kan ?! gue ada kerjaan buat lo,tapi jangan mengandung anak gue!"
Jelasnya
Apa?! pekerjaan apa yang akan Daniel berikan pada gue?!
"Bantu gue unggul dari om Lay,harga diri gue harus menjadi satu di keluarga Wijaya.Ayah pasti akan membanggakan gue dan kakek Kris nggak akan lagi menghina gue dengan perbandingan antara om Lay.Gue muak,selama ini om Lay memang selalu baik terhadap gue.Tapi hal ini membuat gue menjadi di bawah dan dihina keluarga sendiri"
Daniel menggerutu kesal dan selalu menyebut om Lay,siapa om lay yang dia maksud itu?!
"Jadilah istri om Lay dan gue akan menjadi pahlawan untuk Rayna"
Ucapnya lagi
Apa?! jadilah istri Lay dan dia akan menjadi pahlawan untuk Rayna?! apa maksudnya?!
"Ray, lo akan tau siapa cinta sejati lo sesungguhnya"
Daniel tertawa puas sambil melepaskan tangannya.
Gue setuju dengan tawaran dari Daniel, masuk ke dalam kehidupan Lay yang pernah gue liat tempo hari bersama Daniel.
Oh ternyata pria ini yang menjadi saingan terberat Daniel, padahal mereka masih satu keluarga tapi harga diri membuat Daniel lupa akan ikatan darah.
Gue datang untuk melamar pekerjaan di zyx group lewat Daniel, pertemuan pertama antara gue dan Lay lancar.
Pria ini sangat sombong dan datar menatap gue, baiklah berapa lama lo akan bersikap dingin terhadap gue Lay?!
"Ijazah kamu SMA tapi otak kamu cukup bagus diposisi sekretaris"
Ucap Lay sambil menatap lamaran dari gue.
Gue hanya tersenyum dan memperhatikan wajah pria ini setiap incinya.
"Kamu akan mejadi pegawai magang dulu,kalau kinerja bagus kamu boleh bekerja bahkan melanjutkan pendidikan"
Gue membulatkan mata,wow ini yang gue mau.
"Ku--kuliah?"
"Iya karena posisi ini sebenarnya minimal ya D3."
Gue mengangguk."Baik pak terimakasih"
Baik juga ya seorang Lay,berbeda dengan Daniel yang kasar.Oke demi uang apa sih yang enggak! kita mainkan sayang,tapi pertama-tama gue harus menggugurkan kandungan ini.
Daniel sialan! nggak mudah menaklukan dia ternyata, padahal dari awal gue mengincar dia dan harus repot-repot .Hey siapapun kamu istri Lay, sebelumnya aku meminta maaf karena akan merebut suamimu demi Daniel.
T
B
C