Dira & Dara

Dira & Dara
Firasat #Dira pov




Gue membawa Dara pulang dan tampak Ayah serta bunda menunggu kami di depan rumah, mereka terlihat menjaga jarak satu sama lain.


"Dir, ada apa sebenarnya?"Tanya Ayah yang tiba-tiba menghampiri kami.


Gue belum menjawab pertanyaan Ayah, karena ini udah malam jadi nggak baik kita membahasnya di luar rumah.


Gue membawa Dara masuk dan menyuruhnya duduk, mengambil air hangat untuknya. Ayah dan bunda berjalan mengikuti kami, mereka duduk secara terpisah.


Ada apa? Kenapa tiba-tiba mereka seolah sedang ada masalah, gue bingung dengan ekspresi yang mereka perlihatkan saat ini.


"Minum dek." Gue memberikan air hangat pada Dara.


Ia pun meraihnya dan meneguk habis air itu, bunda duduk di samping Dara sambil mengelus rambutnya pelan.


"Kamu kenapa sayang? ada apa?"


Tanya Bunda.


Gue pun ikut duduk di samping bunda,"nggak apa-apa kok bun, jangan dibahas lagi."


Bunda menggeleng,"enggak Dir bunda harus tau Dara kenapa, apa yang terjadi? tournya selama 3 hari tapi kenapa dia udah pulang."


"Iya Dir, kamu minta penerbangan ke Bali untuk apa?"


Sambung Ayah yang bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi.


Gue menarik napas perlahan dan membuangnya,"Dara diculik"


"Apa?!"


Tanya Ayah dan bunda bersamaan.


Gue mengangguk,"iya tapi udah beres kok, mereka diamankan polisi."


Bunda menatap Ayah tajam,"ini pasti gara-gara kamu mas, Dara jadi korban."


Ayah pun membulatkan mata,"aku ? emang aku kenapa?"


Bunda berdecak sambil memeluk Dara,"gara-gara kamu banyak bisnis dan gaul sana sini, pasti Dara dijebak sama orang yang syirik sama kamu."


Gue memijat kening, jangan sampai mereka bertengkar malam ini. Dara butuh ketenangan bukan pertengkaran yang harus dia dengar.


"Bukan bun, tapi temen kampus yang culik."


"Temen kampus?"


Gue mengangguk,"iya temen Dira sekaligus temen Dara juga, intinya dia temen kita jadi nggak ada hubungannya sama ayah." Jelas gue pada bunda.


"Tuh denger, kamu kalau mau menyalahkan orang denger dulu fakta, dari tadi ngamuk nyalahin mas, siapa yang salah akhirnya?"


Jelas Ayah.


Bunda hanya diam dan menatap tajam ayah, gara-gara hal ini rencana gue untuk membuat kejutan pada om Daniel gagal. Tadi siang gue berniat datang ke perusahaan om Daniel dan masuk ke bagian informasi, gue akan memutar rekaman tante Anna agar semua pegawainya tau bagaimana jahatnya bos mereka.


"Dara tidur aja."


Titah Ayah.


Dara mengangguk dan berdiri ditemani bunda menuju kamarnya.


Hanya tersisa gue dan Ayah, apa malam ini gue harus jujur pada Ayah mengenai tante Anna dan om Daniel. Tapi apa semuanya akan baik-baik aja, apa Ayah nggak akan banyak bertanya kenapa gue melakukan hal ini.


Ucap gue, ragu


"Iya kenapa Dir?"


Gue duduk di samping Ayah dan sebisa mungkin obrolan ini nggak terdengar oleh bunda.


"Dira mau nanya."


Ucap gue sembari celingak-celinguk.


Ayah mengerutkan kening,"kenapa Dir? kamu kok kayak takut gitu"


Gue menghela napas,"yah bener ya ayah udah bangkrut?"


Ayah terlihat berekspresi biasa aja dan mengalihkan pandangan ke atap rumah,"kamu tau dari mana Dir?"


Gue berpikir sejenak, ayo Dir lo jawab apa yang lo rasa bener jangan sungkan sama Ayah.


"Dari google yah."


Ayah berdecak,"google itu hanya berisi situasi yang mereka liat aja Dir tapi nggak tau fakta sebenarnya."


Gue mengerutkan kening, bingung dengan maksud Ayah. Sesuai apa yang tante Anna bicarakan jika ayah memang udah nggak punya apa-apa.


Ayah merubah posisi duduknya dan menatap gue," ayah nggak punya apa-apa di Jakarta, tapi di Singapur udah lain cerita."


"Maksudnya?"


Tanya gue lagi.


Ayah tersenyum,"ayah nggak pernah bangkrut, di google itu hanya sepenggal cerita dari orang-orang bodoh macam Anna."


Ayah menekan suaranya ketika mengatakan nama'Anna, apa yang terjadi ? Apa mungkin ayah udah menemukan sesuatu seperti yang gue temukan saat ini.


"Tante Anna? Oh iya kemana dia yah? kok nggak keliatan?"


Gue pura-pura nggak mengetahui keberadaan tante Anna.


Ayah berdecak,"ck dia kabur tapi nggak apa-apa mungkin dia akan datang pada tuannya."


Tuannya? Apa mungkin maksudnya om Daniel ? Kenapa firasat gue mengatakan kalau Ayah sedang menyelidiki tante Anna dan om Daniel? karena sesuai dengan apa yang tante Anna katakan, ayah nggak pernah mengetahui hal ini.


Apa mungkin gue dan ayah sedang melakukan hal yang sama?


T


B


C


visualisasi


Dira



Dara